Rasa Itu Masih Sama

Rasa Itu Masih Sama
episode 16


__ADS_3

ke esokan hari nya


selama dua jam rania berkutat di depan cermin di kamar nya untuk berdandan seperti seorang wanita dengan cara melihat toturial di youtube


"apakah benar seperti ini"tanya nya melihat penampilan nya di cermin


"sepertinya ini kurang merah"ucap nya menyapukan blush on ke pipi nya


"ok bagus saat nya ke sekolah "kata rania dengan semangat


"oh ya lupa pakai bando "ucap rania memakai bando berwarna pink


rania sudah menunggu anan namun tak kunjung datang


"anan kemana sih gak biasa nya kaya gini apa dia sakit "khawatir rania


dengan cepat rania menekan nomor anan di handphone nya


"hallo nan lo kemana lo sakit"kata rania dengan khawatir


"sorry ran gue gak jemput lo nih gue lagi jemput luna lain kali gue jemput lo"kata anan membuat rania memeras ujung rok sekolah yang di pakai nya


"eh iya "kata rania memutuskan panggilan telpon nya

__ADS_1


"kenapa hati gue sakit banget"batin rania memegangi dada nya


"padahal aku pengen anan menjadi orang pertama yang melihat ku seperti ini"batin rania


"yaudah deh pesen ojek online aja "gumam rania pelan


setelah bebetapa menit ojek yang di pesan rania sampai setelah menempuh perjalanan selama 20 menit sampai lah rania di depan gerbang high international school


semua mata memandang rania dengan tatapan yang sulit di artikan dengan percaya diri nya rania berjalan berlenggak lenggok bak model internasional


sampai lah dia di depan kelas nya jantung rania berdegup kencang saat ingin memasuki kelas dia ingin tau bagaimana reaksi anan ketika dia berdandan seperti seorang wanita pada umum nya


"pagi"sapa rania dengan senyum manis


semua orang mendongak mendengar suara rania


hahhahahhhaa


tawa semua orang pecah melihat penampilan rania yang seperti badut termasuk juga ananta dia bahkan tertawa paling keras


sakit itulah yang dirasakan rania bukan karena semua orang yang menertawakan nya melainkan laki laki yang jadi cinta pertama nya "ananta adiwijaya"


"lo sehat ran dandan kok kayak badut"ledek mario

__ADS_1


rania hanya terdiam membeku tanpa sepatah kata berlari meninggalkan kelas


"lo tuh apa apan sih mario gak bisa lihat situasi baget"marah vino


"rania"panggil amelia yang berada di kelas kekasih nya vino


"gak usah di kejar dia butuh waktu nenangin diri"cegah vino melihat amelia hendak mengejar rania


tanpa basa basi kenzo menyusul rania yang sedang menangis sesegukan di belakang sekolah ini pertama kali nya gadis itu menangis setelah kematian orang tua nya


"rania"panggil ken lembut


"apa lo juga mau ketawain gue "kata rania ketus


"nih"kata anan menyerahkan sapu tangan berwarna putih pada rania


rania mengambil sapu tangan itu lalu menghapus air mata nya


"lo gak perlu dandan untuk tampila cantik ran pada dasar nya lo cantik apa ada nya"kata kenzo membantu menghapus make up yang menempel di wajah gadis tomboy itu


"kalo mau hibur gue gak usah bohong juga kali ken"kata rania menatap kosong kearah langit yang terlihat mendung


"lo fikir gue orang yang suka bohong ran "tanya ken

__ADS_1


"lo gak perlu berubah demi seseorang ran kalo dia benar benar tulus sama lo dia akan nerima lo apa adanya tanpa peduli kekurangan lo"ucap bijak ken


"apa gue salah yah ken jatuh cinta sama sahabat sendiri"tanya rania menatap dalam kearan ken


__ADS_2