
seperti yang dikatakan ananta kemarin dia akan menjemput rania
gadis berambut pendek itu sedang menunggu ananta hampir 1 jam lebih menunggu namun yang di tunggu tak kunjung datang
tin tin suara klakson mobil rania tersenyum cerah membalikkan badan nya menatap ke arah mobil namun senyum nya seketika hilang ketika yang menjemput nya bukan lah orang yang di harapkan nya
"ken "ucap nya melihat orang yang berada di dalam mobil itu
"masuk entar telat lagi"kata kenzo menyuruh rania masuk mobil
gadis itu membuka mobil lalu duduk di sebelah kursi pengemudi"kenapa lo jemput gue"tanya rania
ken tersenyum"gak apa apa cuman kebetulan lewat aja bentar lagi kan pelajaran udah di mulai"bohong ken
sebenar nya kenzo sudah berada di sekolah bersama vino mario dan amel namun rania tak kunjung datang ketika ken melihat ananta berangkat bersama luna dia mengerti bahwa rania sedang menunggu anan dan langsung menjemput rania
"gue gak mau lo kecewa ran"batin kenzo
rania tersenyum kecut menatap ken yang menglihkan pandangan nya rania tau sahabat nya itu sedang berbohong
" lo itu gak jago bohong ken"rania membatin
"gak perlu di kasih tau gue juga udah tau kalo anan jemput luna"rania kembali membatin
"tenang ran gak papa lagian ini bukan yang pertama kali nya juga kan anan lupa jemput lo karena aluna"batin nya
setelah menempuh perjalanan beberapa menit akhir nya rania dan ken tiba di SMA high international school
__ADS_1
rania berjalan gontai memasuki kelas nya di ikuti ken yang berjalan lambat di belakang nya
ketika memasuki kelas nampak lah pemandangan yang tak mengenakkan mata nya ananta tersenyum hangat menatap aluna
"kenapa!kenapa dulu cuman gue yang lo kasih senyuman hangat itu sekarang lo udah gak sama nan"rania membatin mengepalkan tangan nya
tanpa disadari aluna tersenyum entah apa maksud senyuman itu
"kemana aja lo ran baru nyampe"tanya mario langsung duduk di sebelah rania
rania hanya diam tak berniat menjawab pertanyaan buaya cap kadal yang duduk di sebelah nya
"ran woy budeg lo"teriak mario di telinga gadis tomboy itu
"apaan sih berisik lo"rania mendorong mario hingga jatuh kelantai
"pms lo"kata mario kesal
rania hanya tetap diam memandangi anan yang tampak tak mempedulikan nya sama sekali
sungguh rania cemburu dulu itu adalah tempat nya berada di samping anan juga senyum hangat anan dulu milik nya dan dalam sekejap mata semua nya tergantikan oleh gadis yang bernama aluna
mario dan vino melihat arah tatapan rania mereka mengerti sekarang mengapa mood gadis tomboy itu menjadi rusak
sepanjang pelajaran rania hanya melamun dia bahkan tidak fokus alhasil dia di marahi habis habisan oleh guru nya
istirahat tiba anan ken mario vino amel serta rania sedang duduk di tempat biasa mereka membahas tentang anan yang meminta tolong pada mereka
__ADS_1
"bentar lagi kan ultah gue jadi gue mau minta bantuan kalian buat persiapan ultah dan buat nembak luna"kata anan membuat semua nya terdiam
deg ada sesuatu yang sangat tajam menancap di hati rania rasa nya begitu sakit ken vino mario dan amel saling lirik mereka tahu apa yang di rasakan rania
sementara di sudut ruangan sesorang tersenyum mendengar perkataan anan
"gue mau ketoilet dulu"pamit rania segera berlari pergi meninggalkan kantin
"rania"teriak amel khawatir bergegas menyusul gadis yang menjadi idola amelia
rania membasuh wajah nya di wastafel lalu menggosok nya menggunakan tisu
dari arah cermin rania melihat aluna memasuki salah satu toilet tiba tiba ide jahat muncul di otak rania untuk memberi pelajaran pada gadis yang sudah mencuri perhatian ananta
"kunciin aja dia di toilet"bisik sisi jahat rania
"gak boleh gak boleh berbuat jahat"bisik sisi baik rania
"luna memang pantas di kunciin di dalam toilet karena udah ambil ananta dari lo"bisik sisi jahat nya
dengan gugup rania berlari meninggalkan toilet namun suara seseorang yang memanggilnya membuat nya ketakutan seperti sedang tertangkap basah melakukan kejahatan
"rania"panggil amel
"e e eh i i ya"gugup rania
"lo kenapa kaya abis lakuin sesuatu aja"selidik amel
__ADS_1
"eh gak kok yuk kembali kekantin"ajak rania bergegas membawa amel pergi