
hari yang di tunggu anan telah tiba yaitu hari ulang tahun nya dan dia sudah tampil menawan dengan tuxedo putih nya
disamping nya ada mama dan papa nya juga gadis cantik yang mengenakkan dress abu abu panjang dialah aluna
para tamu undangan telah hadir banyak yang mengucapkan selamat dan memberikan kado untuk ananta
dan tibalah vino dengan kekasih nya amelia mengucapkan selamat dan memberikan kado nya
"happy brithday nan"kata vino dan amel namun gadis berkaca mata itu menampilkan raut wajah tak bersahabat untuk anan
"thanks"balas anan
beberapa jam yang lalu aluna telah menyandang status sebagai pacar ananta adiwijaya
mario tidak hadir di ulang tahun anan karena perkelahian itu sedangkan ken baru saja sampai bersama rania
rania mendekat kearah anan ingin mengucapkan selamat namun anan seolah olah menghindari nya padahal rania sudah mencoba melupakan rasa sakit nya
tapi anan laki laki itu seolah menganggap rania orang asing
"lo gak pegang omongan lo nan lo bilang gak akan pernah bisa marah ama gue"rania membatin
ken menggenggam erat tangan gadis yang sudah ia kenal selama 13 tahun ini membuat rania merasa tenang
"gak papa ran anan gak bakal marah lama kok"kata ken menyemangati
__ADS_1
rania hanya mengangguk pelan lalu ikut menikmati hidangan bersama para tamu lain nya
ada gosip tak enak yang rania dengar mengatakan jika dirinya menjadi orang jahat karena cemburu pada aluna yang mendapatkan perhatian ananta sepenuh nya
rania berjalan maju menghindari orang orang yang menggosip kan dirinya dia berjalan kearah anan
"selamat ulang tahun nan"kata rania tersenyum tulus mengulurkan tangan nya
"makasih"jawab anan tanpa membalas uluran tangan rania
dulu rania tak pernah mengulurkan tangan nya untuk memberikan selamat ulang tahun pada laki laki di hadapan nya melainkan langsung memeluk nya tapi sekarang semua nya jauh sudah berbeda
tidak ada ananta sang pelindung nya tak ada lagi ananta yang tersenyum hangat untuk nya tak ada lagi ananta yang manja hanya pada nya dan tak ada lagi ananta yang mengacak ngacak rambut nya
sadar diri rania segera menyerahkan hadiah ulang tahun yang masih terbungkus kertas kado pada anan yang sedang berdiri dihadapannya
entah bagaimana ketika rania melewati aluna gadis itu tercebur ke kolam renang yang membuat anan melemparkan kado yang diberikan rania kelantai dan langsung melompat untuk menolong aluna yang tak bisa berenang
"huk huk"batuk aluna
"lo mau apa lagi sih hah gak puas buat aluna masuk rumah sakit"maki anan pada rania yang berdiri kaku menatap nya
ken dan semua orang langsung mendekat melihat keributan itu
"lo benar benar jahat yah rania"kata anan hendak menampar nya
__ADS_1
"ananta"teriak maya melihat putra tunggal nya hendak menampar rania
"ma rania udah keterlaluan dulu dia buat luna masuk rumah sakit dan sekarang dia dorong luna ke kolam renang"marah ananta
"mama kenal rania dia gak mungkin lakuin itu anan iyakan rania"bentak maya
tidak ada pembelaan yang keluar dari mulut rania gadis itu seolah bisu
bukankah ini sudah biasa anan tak percaya pada nya itulah yang rania fikirkan untuk apa dia repot repot membela dirinya jika anan saja sudah menyimpulkan bahwa rania bersalah
"pergi lo dari sini sekarang"kata anan mengusir rania
ken langsung membawa rania pulang ke apartement gadis yang masih diam membisu
sesampai nya di apartement rania masuk tanpa pamit atau mengucapkan terima kasih pada ken
rania langsung menelpon seseorang di handphone nya
"halo bibi"sapa rania menahan tangis
"....."
"ya rania rindu"kata nya
"....."
__ADS_1
"tidak biar rania saja yang mengunjungi bibi di inggris nanti jika ada waktu luang"kata rania langsung menutup telpon nya