Rasa Itu Masih Sama

Rasa Itu Masih Sama
episode 17


__ADS_3

"apa gue salah yah ken jatuh cinta sama sahabat sendiri"tanya rania menatap dalam kearan ken


"gak ada yang salah ran pada dasarnya waktu dan tempat nya lah yang salah untuk jatuh cinta"nasehat kenzo


rania tersenyum miris"pertama kali gue ketemu kalian saat usia gue lima tahun"kata rania


"orang yang pertama kali gue liat setelah kematian orang tua gue orang itu adalah anan ken orang yang pertama kali memberikan gue pelukan hangat sebelum bibi gue datang jemput gue hiks hiks"isak tangis rania pecah


"udah lama ken udah lama gue mendem perasaan ini ken gue udah gak kuat"kata rania


"sejak kecil gue udah ngikutin anan kemana mana dari kecil gue udah sayang banget sama anan ken"curhat nya pada ken


"tapi kenapa ken rasanya nyesek banget ketika orang yang menjadi cinta pertama lo ngetawin lo di depan banyak orang"kata rania


"kebanyakan cinta pertama anak perempuan adalah ayah nya tapi gue udah gak punya ayah ken dan anan adalah cinta pertama gue "kata rania dengan air mata yang tiada henti nya mengalir


"udah cukup ran cukup di sini gak ada yang salah yang salah itu keadaan nya ran ananta udah gak kaya dulu lo bisa lihat sendiri kan siapa gadis yang sudah buat anan jatuh cinta "ucap ken membuat rania memegangi dada nya yang terasa sesak


"yuk sekarang kembali ke kelas"ajak ken


"ken gue mau bolos "ucap rania dengan senyum konyol nya

__ADS_1


"ok kita bolos"jawab ken mengusap lembut rambut rania


dan disini lah mereka di pantai yang tak ada satu orang pun di sana hanya ada mereka berdua


"ran coba deh lo teriak sekenceng kenceng nya "saran ken


"aaaaaaaaaaaaaa gue benci keadaaan ini gue benciiiiiiiiiiiii"teriak keras rania


"gimana udah lega "tanya ken


"makasih ken "ucap rania memeluk sahabat nya itu


"makasih buat semua nya dan makasih buat hari ini gue seneng hiks hiks"kata rania sedikit terisak


di sisi lain


ada rasa tak enak di hati ananta melihat air mata yang keluar dari sudut mata rania ananta merasa bersalah karena menertawakan sahabat nya itu


"bodoh banget sih gue harus nya gue tadi tahan tawa"batin anan merasa menyesal


"hei anan kamu lagi ngelamunin apa"suara lembut seorang gadis membuyar kan lamunan ananta

__ADS_1


"eh bukan apa apa"jawab anan


"oh ya luna seminggu lagi ulang tahun ku datang yah"kata ananta menyerah kan undangan hotel bintang lima


"wah benar kah "kata aluna dengan senang nya


ananta tersenyum hangat kearah luna "jangan lupa dandan yang cantik karena hari itu hari spesial"ucap nya pada gadis yang duduk di samping nya


"vin"kata mario orang yang di panggil pun menatap kearah nya


"apa"ucap vino


"apa rania baik baik aja"tanya khawatir mario


"rania gadis yang kuat tapi saat ini dia gak baik baik aja"ucap vino menatap kearah anan dan luna yang saling melempar kan senyum di iringi tawa ringan


mario mengikuti arah pandang vino"dulu satu satu nya yang bisa berada di samping anan adalah rania tapi sekarang"lirih mario


"awal nya gue suka aja sih sama luna tapi lama kelamaan kok gue ngerasa dia mau gantiin posisi rania yah"kata vino menerawang jauh


"gue juga berfikir hal yang sama gue kasian sama rania anan tuh bego atau apa sih kok dia gak peka banget perasaan rania kalo rania udah pergi aja baru tuh orang nyesel"ujar mario kesal setengah mati menatap ananta

__ADS_1


"gue harap persahabatan kita bakal utuh selama nya yah tanpa anan maupun rania rasa nya tuh hampa"ucapan vino membuat mario mengepalkan tangan nya


"gue gak mau salah satu diantara mereka terluka karena suatu rasa yang dinamakan cinta apapun yang terjadi gue bakal jagain persahabatan ini "tekad mario dalam hati


__ADS_2