
"Apa kau sudah dengar, kalau Xiao Nuan yang dulu nya putri dari Jendral Ye telah kembali.!"ucap salah seorang di pasar.
"Ya aku juga mendengar bahwa dia kembali ke kediaman Jendral Ye.!"ucap salah satu pengunjung pasar.
"Bukan kah dia mengatakan bahwa dia bukan lagi putri dari kediaman Jendral Ye, tapi kenapa dia kembali ke kediaman Jendral Ye.?"ucap salah satu sang penjual buah di pasar.
"Mungkin saja dia tak bisa bertahan hidup di luar sana, apa kalian tahu, aku berpapasan dengan nya, dan selain wajah nya yang tambah cantik dia tak memiliki perubahan apa pun, bahkan tingkat pelatihan nya saja tidak ada.!"ucap salah satu pengunjung pasar.
Xiao Nuan bukan tak memiliki tingkat pelatihan, hanya saja tingkat pelatihan Xiao Nuan tak bisa di lihat oleh orang lain.
__ADS_1
"Benar kah, apa mungkin kekalahan nona Ye Yilan hanya kebetulan, dan aku yakin dia pasti mengguna kan cara licik agar dpt mengalah kan nona Ye Yilan, gara-gara dia kita kehilangan seorang yang berbakat seperti nona Ye Yilan, bahkan setelah pertandingan itu, kita tak pernah bertemu dengan nona Ye Yilan.!"ucap salah satu sang penjual di pasar yang juga merupakan tempat biasa Ye Yilan membeli aksesoris rambut.
Sementara di tempat lain.
"Ibu sangat merindu kan mu nak,ibu tak menyangka bahwa kau mengalami hal yang sangat menakut kan.!" ucap selir Yu yang merupakan ibu kandung Xiao Wei.
"Berhenti menangis ibu, aku baik-baik saja, lihat lah bukan kah aku jauh lebih baik dari yang dulu, dan ingat jangan memanggil dengan panggilan putri ku ataupun anakku, sekarang aku adalah Xiao Wei ibu, adik angkat Xiao Nuan, dan maaf, tapi aku harus memanggil ibu dengan panggilan bibi mulai sekarang.!'' ucap Xiao Wei lirih.
Sedang kan Jing Yi, dia sedang pergi ke rumah mendiang kedua orang tua nya bersama kedua adik nya.
__ADS_1
"Mau kemana .!" ucap Jing Yi yang menahan tangan Jing San.
"Aku mau memberi mereka pelajaran kakak, apa kau tidak mendengar mereka dari tadi mengatai kita dan mendiang ibu dan ayah kita.!"ucap Jing San yang marah.
Ya Jing Yi dan keluarga nya memang tak di sukai orang-orang di lingkungan tempat dulu mereka tinggal, sebab keluarga mereka adalah keluarga yang miskin.
"Biar kan lah, apa yang aku kau dapati melawan mereka, jangan meladeni orang-orang seperti mereka kita tidak akan mendapat kan apa-apa dengan mela___(ucap Jing Yi yang tiba-tiba terhenti saat mendengar ucapan para tetangga nya dahulu.
"Ah sudah jelas bukan, mereka pasti menjual adik mereka si Jing Er di rumah bordil, kalau tidak menjual Jing Er bagaimana mungkin mereka bisa memakai pakaian sebagus itu.!"ucap 3 orang ibu-ibu yang menatap Jing Er, Jing Yi, dan Jing San dengan tatapan jijik dan menghina.
__ADS_1
"Aku akan membunuh mereka.!"ucap Jing Yi yang langsung menarik pedang nya dari dalam sarung nya, sedang kan Jing San dan Jing Er yang melihat sang kakak tertua sudah menghunus kan pedang untuk membunuh orang, mereka pun menahan Jing Yi sekuat tenaga, awal nya Jing San hanya ingat menyuruh mereka diam dan tidak berniat membunuh mereka, sedang kan Jing Yi saat ini tengah di kuasai amarah dan berniat membunuh prang, jadi Jing San dan Jing Er pun menahan Jing Yi sekuat tenaga.