
Saat di perjalanan menuju ke kediaman Jendral Ye, Ling Zhi , Jing Yi dan juga Jing San ,pun berbincang- bincang satu sama lain, Jing San bercerita tentang kebaikan Xiao Nuan kepada diri nya dan juga kepada kedua saudara nya, sedangkan Jing Yi hanya bicara seperlu nya sama seperti Ling Zhi , ya Jing San lah yang paling banyak berbicara di antara mereka, tapi Ling Zhi senang dengan suasana seperti itu, karna dia merasa memiliki teman , ya selama ini tidak ada satu orang pun yang seberani Jing San untuk berbicara kepada nya ,berbicara dengan santai dan tanpa rasa takut sedikit pun, ya
mereka belum mengenal siapa Ling Zhi sesungguh nya, tapi mungkin saja Jing Yi dan Jing San akan gemetaran, setelah mereka mengetahui siapa Ling Zhi yang saat ini bersama dengan mereka .
Setelah beberapa saat menempuh perjalanan mereka pun tiba di depan Gerbang kediaman Jendral Ye.
Saat akan memasuki kediaman Jendral Ye, Ling Zhi pun berbicara beberapa kata kepada Jing Yi dan Jing San.
"Jing Yi ,Jing San, apa kalian akan tetap bersikap seperti ini setelah mengetahui siapa aku yang sebenar nya.?" Ucap Ling Zhi kepada Jing Yi dan Jing San.
__ADS_1
"Apa yang kau katakan Ling Zhi, itu sudah jelas ,bukan kah kita sudah menjadi teman saat kita melayani tuan yang sama.!" Ucap Jing San dengan penuh semangat sambil memukul bahu nya Ling Zhi.
Sedangan kan untuk Jing Yi lebih memilih diam sampai setelah Ling Zhi mengucapkan satu pertanyaan lagi.
"Apa jika aku ini seorang pembunuh kalian juga akan menganggap aku teman kalian.?" Ucap Ling Zhi sekali lagi.
"Apa pun latar belakang mu, mau kau pembunuh atau apa pun itu, selama kau tidak menghianati Tuan muda Jin Long yang kita layani ,kami akan tetap menjadi teman mu, bahkan sehabat mu, dan mulai saat ini kita adalah saudara, ingat lah itu Ling Zhi, aku tidak tahu apa yang kau sembunyi kan dari kami, tapi aku percaya pada dirimu, kau tidak mungkin membunuh orang lain tanpa alasan.!" Ucap Jing Yi kepada Ling Zhi yang membuat Ling Zhi merasa sangat senang, ini adalah kali pertama nya ada orang yang berkata seperti itu kepada diri nya , yang merupa kan seorang pembunuh.
Saat mereka memasuki kediaman Jendral Ye, Ye Yilan melihat bahwa Xiao Nuan turun dari kereta kuda nya dengan dua gadis yang cantik di samping, tiba-tiba tiga pemuda tampan pun mengiringi langkah mereka, Ye Yilan yang melihat itu pun tak mengedip kan mata nya barang sedikit pun, tanpa Ye Yilan sadari bahwa di seberang sana ada dua orang gadis yang menatap ketiga pemuda itu dengan tatapan sama seperti Ye Yilan, sedangkan untuk Xiao Nuan yang menyadari bahwa tiga saudari tiri nya menatap para pengawal nya dengan tatapan buas pun hanya tersenyum, setelah beberapa saat fokus mereka pun teralihkan saat ketiga pemuda itu masuk ke kediaman utama, mereka pun senangkin penasaran siapa ketiga pemuda itu, dan bagai mana bisa mereka bersama dengan Xiao Nuan .
__ADS_1
Ye Yilan pun langsung pergi ke tempat ibu nya, dan kebetulan di sana ada Jendral Ye.
Ye Yilan pun masuk ke dalam kamar ibu nya dengan terburu -buru.
brakk... (suara pintu di buka)
"Salam hormat ayah, ibu.!" ucap Ye Yilan.
"Ada apa, kenapa kau kelihatan seperti habis melihat hantu.!" Ucap Jendral Ye kepada Ye Yilan.
__ADS_1
"I_itu ayah, Xiao Nuan , di_dia membawa tiga orang laki -laki ke dalam kediaman Utama.!" Ucap Ye Yilan yang membuat Jendral Ye terkejut, dan langsung bangkit dari tempat tidur nya Selir Ann. ( Ya Jendral Ye habis melakukan olah raga dengan Selir Ann.)