
"Lan'er apa yang kau lakukan, mengapa kau berbohong kepada ayah mu, kau sangat tahu kan bahwa ayah mu tidak suka di bohongi , mengapa kau melakukan nya, mangapa kau membuat ayah mu marah.?" Ucap selir an kepada Ye Yilan.
"Ti_tidak ibu, Lan'er tidak berbohong, Lan'er benar - benar melihat bahwa Xiao Nuan membawa tiga orang laki - laki dan juga dua gadis bersama nya kedalam kediaman utama.!" Ucap Ye Yilan kepada selir An dengan penuh keyakinan .
"Jika benar apa yang kau kata kan , sudah pasti ini adalah rencana Xiao Nuan untuk membuat ayah mu memarahi mu, karna sudah berbohong.!" Ucap selir an kepada Ye Yilan.
setelah berbincang -bincang selir an dan Ye Yilan pun mengejar Jendral Ye.
"Tuan ku, tunggu lah sebentar, Lan'er tak mungkin berbohong.!" Ucap selir An mencoba membujuk Jendral Ye.
__ADS_1
"Tapi, kau juga melihat nya sendiri kan bahwa tidak ada siapa pun di dalam kamar Xiao Nuan.!" Ucap Jendral Ye kepada Selir An.
"Hamba, tidak tahu , hamba boleh mengatakan ini atau tidak, tapi hamba curiga bahwa, bisa saja ini semua adalah rencana Xiao Nuan, untuk membuat agar Tuan ku mengira Lan'er sudah ber bohong, lalu tuan ku akan menghukum Lan'er karna sudah beranj berbohong, kejadian seperti ini sudah sangat sering terjadi saar tuan ku tidak ada di kediaman ini.!" Ucap selir An dengan menangis dan tampak sangat hancur seolah - olah tak sanggup untuk melakukan apa pun.
"Anak itu, benar-benar jahat, sudah lah An Meey , jangan menangis lagi, dan Lan'er maaf kan ayah karna sudah mengira kau berbohong.!" Ucap Jendral Ye kepada sekir Ann dan Juga Ye Yilan.
saat akan kembali ke tempat Selir An , mata Ye Yilan pun melihat Xiao Nuan dengan dua laki-laki tadi,ya dua laki - laki itu adal Jing Yi dan juga Jing San, karna Ling Zhi dan Jin Long masih berada di kamar Zumu nya Xiao Nuan, ya Zumu Xiao Nuan yang mengenal siapa Ling Zhi yang sebenar nya pun meminta Ling Zhi untuk mengajari Jin Long berpedang.
"Ayah, lihat lah itu , itu Xiao Nuan bersama dua laki - laki tadi , sekarang ayah percaya kan aku tidak berbohong.!" Uca Ye Yilan kepada Jendral Ye sambil menunjuk ke arah Xiao Nuan.
__ADS_1
Jendral Ye yang mendengar ucapan Ye Yilan pun langsung melihat ke arah yang di tunjukan oleh Ye Yilan, dan saat mata nya melihat Xiao Nuan bersama dua orang laki-laki Jendral Ye pun berjalan dengan cepat untuk menghampiri Xiao Nuan.
"Xiao Nuan apa yang kau laku kan , berani-barani nya kau membawa laki-laki masuk ke dalam kediaman ku.!" Ucap Jendral Ye dengan berteriak.
"Kau bertanya padaku, dan aku juga ingin bertanya pada mu , sejak kapan seorang selir rendahan dan anak nya di perbolehkan memasuki kediaman utama .?" Ucap Xiao Nuan dengan santai yang tidak memperdulikan pertanyaan dan kemarahan Jendral Ye saat inj, ya dia tidak perlu takut mulai sekarang , karna Jendral Ye tidak akan bisa berbuat apa -apa setelah dia melihat satu laki - laki yang di bawa oleh Xiao Nuan , ya laki -laki itu adalah Ling Zhi, setelah Xiao Nuan mengetahui siapa Ling Zhi sesungguh nya , dia sudah sangat tenang untuk meninggal kan Jin Long di kediaman Jendral Ye ini Sendirian , ya karna sudah jelas tidak akan ada tang berani macam -macam kepada Jin Long Dengan seorang pengawal di samping nya yang merupakan kesatria baja hitam, yang bahkan di takuti oleh para pangeran.
'"Kau_" ucap Jendral Ye sambil meng angkat tangan nya untuk menampar Xiao Nuan , tapi tak sempat jendral Ye menampar Xian Nuan sebuah pedang yang masih dengan sarung nya menahan tangan jendral Ye, Ya itu adalah pedang nya Jing Yi , yang di beri oleh Xiao Nuan, Selir An dan juga Ye Yilan terkejut saat mata mereka melihat apa yang terjadi di depan mata mereka , dengan berani nya seorang pemuda yang tak di ketahui dari keluarga mana, menahan tangan seorang Jendral Ye dengan pedang nya, bahkan Xiao Nuan sedikit terkejut melihat apa yang di laku kan Jing Yi.
⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️mohon dukungan nya buat Author ya. kalau nggak keberatan mohon like,vote dan ranting nya ya, jangan sungkan berkomentar ya. author masih pemula., terima kasih ya sudah mendukung dan membaca novel author.
__ADS_1