Recarnation Of A Queen

Recarnation Of A Queen
Pembalasan di mulai.


__ADS_3

Semua mata menatap ke arah Jendral Ye, mereka dapat melihat api kemarahan sangat besar dalam diri Jendral Ye.


"Lancang , kau pikir dirimu siapa, mulai saat ini di depan semua orang aku katakan Xiao Nuan, mulai saat ini bukan lagi putri ku aku tak pernah mempunyai seorang putri yang sangat kurang ajar sepertimu, mulai saat ini Xiao Nuan bukan lah bagian dari keluarga Jendral Ye..!" ucap Jendral Ye dengan sangat marah, jika tidak ada banyak orang di sana mungkin dia sudah akan langsung membunuh Xiao Nuan sekarang Juga.


Xiao Nuan pun tersenyum saat mendengar kata-kata yang di ucap kan oleh Jendral Ye.


"Baiklah, jadi mulai sekarang aku bukanlah anak mu lagi, dan aku ingin menantang Ye Xuan yang merupakan putra mu untuk bertarung di atas Ring sana.!" Ucap Xiao Nuan sambil menunjuk sebuah tempat bertarung, yang merupakan panggung hidup dan mati, ya seperti nama nya, panggung hidup dan mati adalah tempat dimana dua orang saling bertarung, dan membunuh lawan agar bisa bertahan hidup, siapa yang bisa bertahan hidup dia lah pemenang nya.

__ADS_1


Semua orang yang mendengar nya langsung membulat kan mata, apa mereka tidak salah dengar, atau Xiao Nuan yang menjadi lebih bodoh lagi karna ledakan tadi,atau jangan-jangan Xiao Nuan merasa bahwa diri nya sudah sangat hebat karna berhasil selamat dari ledakan tadi, ya begitulah yang mereka fikir kan.


"Baik, aku menyetujui permintaan mu untuk bertarung dengan putra ku Ye Xuan.!" Ucap Jendral Ye dengan tegas, ya Jendral Ye sangat percaya dengan kekuatan Ye Xuan, Xiao Nuan pasti akan mati dengan menggenas kan di tangan Jendral Ye.


"Aku menolak nya.!" Ucap sang kaisar, Ya kaisar tahu kekuatan Ye Xuan dan lagi mereka akan bertarung di panggung hidup dan mati, kaisar tidak ingin terjadi sesuatu kepada Xiao Nuan.


Wajah Jendral Ye sudah merah padam menahan rasa malu dan marah, namun Jendral Ye pun tidak bisa berkata apa-apa sebab yang menantang perkataan nya adalah seorang kaisar, orang yang paling berkuasa.

__ADS_1


"Maaf paman kaisar, ku hargai pendapat mu, tapi aku akan tetap melakukan pertandingan ini, bukan kah Jendral Ye juga sudah menyetujui nya , jadi pertandingan ini akan tetap di lakukan.!" Ucap Xiao Nuan kepada kaisar dengan tegas namun terkesan tetap penuh sopan santun.


Semua orang kembali di kejutkan dengan apa yang mereka dengar, mungkin putri tertua kediaman Jendral Ye ini bukan hanya pecundang tapi memang benar-benar bodoh, dia bahkan tidak sadar perbandingan kekuatan antara diri nya dan lawan nya .


Sedangkan Kaisar hanya bisa pasrah , ternyata sifat Xiao Nuan sangat sama persis dengan mendiang ibu nya, dia hanya bisa berdoa semoga Xiao Nuan lah pemenang nya nanti.


⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️

__ADS_1


__ADS_2