
"Apakah masih banyak yang belum di obati.?'' ucap Yuei yang bertanya kepada Xiao Wei.
"Masih ada sekitar 20 orang lagi yang belum kak.!'' ucap Xiao Wei, ya Xiao Wei memanggil Yuei dengan sebutan kakak, karna Yuei lebih tua dari nya, meskipun Yuei hanya seorang bawahan dan dia anak seorang selir saudara sepupu dari nona Yuei, namun Xiao Wei tak ingin berfikir seperti itu, karna fikiran nya yang seperti itu lah yang dulu membuat nya berada di jalan yang salah, dulu Xiao Wei selalu memandang tinggi diri nya hanya karna dia seorang anak Jendral, meskipun anak seorang selir tapi dia tetap lah anak seorang Jendral yang tentu juga merupa kan seorang putri bangsawan, jadi Xiao Wei selalu merasa status nya lebih tinggi, pelayan seperti Yuei yang status nya lebih rendah tak pantas untuk menatap nya, apa lagi berbaur dengan nya, karna itu akan merusak citra nya, namun ternyata fikiran seperti itu lah yang menghancur kan diri nya, dia terlalu memandang tinggi diri nya,terlalu sombong bahkan dia sampai melupa kan status kakak nya yang merupan putri sah hanya karna kakak nya itu lebih lemah dari nya, namun siapa sangka saat ini dia dan ibu nya bertahan hidup berkat belas kasihan sang kakak yang selalu di tindas nya di masalalu.
Namun tentu saja Xiao Wei tak bisa memungkiri bahwa hidup seperti ini kadang banyak susah nya dia harus bekerja,memasak,mencuci pakaian sendiri, meskipun kadang Ji Yu dan Ji Ya sempat ingin mencuci kan pakaian nya, namun Yuei menolak, dia tidak menjadi diri nya di masalalu yang selalu menyuruh orang lain melakukan suatu hal untuk nya, namun tidak bisa di pungkiri nya ,bahwa fikiran nya teras tenang dan damai saat ini di banding dengan saat dia hidup dengan penuh kecukupan harta yang banyak seperti dulu, dulu dia tak akan pernah merasa puas dengan apa yang dia punya, dia selalu mengingin kan suatu hal yang lebih dan lebih, apalagi jika itu di miliki orang lain sedang kan dia tidak, dia pasti akan berusaha tentu meskipun dengan cara kotor untuk mendapat kan nya, Xiao Wei sangat membenci diri nya dahulu, namun di balik itu dia juga mensyukuri nya, karna berkat itu, dia bisa merasa kan kehidupan seperti ini, mempunyai banyak teman tanpa memandang status sosial, berpakaian dengan nyaman tanpa perlu takut di pandang dengan jijik dan hina hanya karna mengguna kan baju yang sama, ataupun tanpa perlu harus memakai perhiasan yang berat, tanpa perlu menjaga sikap agar tetap terlihat menarik dan anggun, saat ini dia bisa melaku kan hal yang di sukai nya, makan dan berpakaian seperti apa pun tanpa harus memikir kan pandangan orang lain, ya kehidupan seperti ini jauh lebih baik dari kehidupan nya dulu yang mempunyai banyak harta, namun harus hidup berdasar kan penilaian orang lain dan harus mendapat pengakuan dari orang lain.
__ADS_1
"Hahhhhh, akhir nya selesai juga.!'' ucap Yuei setelah setelah menjahit luka 125 orang korban perang tentu juga di bantu oleh Ji Yu, Xiao Wei,dan juga yang lain nya, namun bagian menjahit hanya di laku kan oleh Yuei dan Ji Yu, yang lain nya hanya membantu memberi obat atau pun membersih kan, sedang kan Xiao Nuan bertugas untuk memeriksa para korban ,apa mungkin terkena racun atau hanya luka biasa saja.
"Eh,itu kak, bukan kah masih satu orang yang belum kita obati.!'' ucap Xiao Wei.
"Siapa? , bukan kah jumblah korban 125 orang, dan semua telah kita obati.!'' ucap Yuei.
__ADS_1
"Ahahahaha... astaga, aku sangat lupa bahwa dia terluka juga, ahaha....!'' Ucap Yuei sambil tertawa.
Jing Yi pun perlahan menarik kain nya turun kebawah agar menampak kan wajah nya, dengan suara berat nya dan tentu menahan rasa sakit Jing Yi berkata.
"Tidak,tidak, aku ini bukanlah korban, aku adalah seorang manusia yang kebetulan tak di ingat nona nya, dan bahkan di lupa kan rekan seperjuangan nya saat sekarat, mungkin mereka sedang menunggu malaikat maut menjemput ku untuk jalan -jalan.!''ucap Jing Yi dengan sangat kesal, ya Xiao Nuan mengunjungi semua rekan nya, sedangkan diri nya yang terluka paling parah tak Xiao Nuan kunjungi dan cari keberadaan nya, bahkan Yuei yang merupa kan rekan nya, sekaligus termasuk orang yang membawa diri nya pulang pada saat terluka parah, bisa-bisa nya, melupa kan diri nya yang terluka, ya memang Xiao Wei yang terbaik,meskipun dia juga yang menempat kan Jing Yi di urutan terakhir dan paling pojok hanya karna mereka rekan satu perjuangan dan tinggal di satu tempat yang sama.
__ADS_1
Ya, ya para gadis itu benar-benar menyebal kan, setelah mereka mendengar apa yang di ucap kan Jing Yi, bukan nya bergegas untuk mengobati Jing Yi ,mereka hanya saling menatap satu sama lain lalu kembali tertawa bersama, ya untung saja adik prempuan nya sedang berada di dapur memasak bubur untuk para korban, jika adik prempuan juga di sini dan melaku kan hal yang sama seperti mereka, Jing Yi akan benar-benar murka dan mengata kan para wanita adalah orang yang tak punya hati dan rasa kasihan dan peduli.