
Kemarin malam merupakan malam yang melelahkan bagi Haris, karena harus meladeni teman wanitanya yang terus mengomel tanpa henti, dan pada akhirnya dia tiba-tiba meminta Haris untuk berkencan dengannya.
Awalnya Haris terkejut dan enggan untuk mengatakan 'Iya'. Namun, harapan yang terpancar darinya sangat menyentuh hati. Akhirnya Haris menerima ajakan kencan itu dengan penuh senyuman, karena di kehidupan sebelumnya dia sangat menginginkan hal itu.
Meskipun dia pernah membangun hubungan seperti itu dengan seseorang. Tapi, dia tidak pernah mengetahui rasanya kencan. Karena hal itu sangatlah mustahil untuknya yang memiliki kepribadian konyol.
Dia sudah kembali ke rumahnya, lalu melakukan makan malam, dan masuk ke dalam kamar untuk tidur agar bisa bangun lebih pagi dari sebelumnya karena esok hari dia harus kencan.
Hei, kamu ingin bangun lebih pagi dari sebelumnya? Maksudmu pukul 3? Mau sholat tahajud, bro?
Besoknya dia terbangun dengan penuh energi, karena Haris benar-benar terbangun lebih pagi dari sebelumnya. Hebat sekali anak itu, bisa terlihat segar ketika bangun di pagi yang terlalu pagi seperti itu.
Semua aktivitas yang harus dilakukan setelah bangun tidur, sudah dilakukan olehnya. Kini dia sedang berada dihalaman sambil memandangi langit yang masih gelap, padahal tubuhnya sudah wangi kembang melati.
"Sial, terlalu bersemangat malah seperti ini jadinya." Gumam Haris yang sebenarnya sangat menyesal telah bangun di pagi hari. "Daripada melamun tidak jelas seperti ini, lebih baik aku membuka statusku." Lanjutnya, kemudian di depan matanya tiba-tiba muncul layar biru yang menampilkan status miliknya.
[Haris Lodgradae]
Lvl: 190
Hp: 3120/3120
Mana: 809/809
Swordsmanship: 20%
Str: 200
Int: 132
Vit: 160
Agi: 90
Aura: 1659
— Pantang Menyerah.
__ADS_1
— Teman Pedang.
— Regenerasi (Sedang)
— Aura Memotong.
— Intimidasi Aura.
Poin Sistem: 359.650
Poin Stat: 100
Dilihat dari Jendela Status tampak banyak sekali yang meningkat, bukan? Ya, saya bingung cara mencocokkan Statistik dengan Status lainnya.
"Aku sudah lama tidak membeli di toko, kurasa membeli Teknik Aura itu yang pertama sekaligus terakhir kali." Gumam Haris dipenuhi dengan keputusan yang banyak, tapi yang membuatnya kebingungan itu keputusan untuk membeli sesuatu atau tidak.
Namun, tidak ingin berpikir keras tapi berujung ketidakpastian, Haris langsung menutup kembali statusnya dan kembali fokus memandangi langit gelap.
Sudah cukup lama dia seperti itu, dan akhirnya dia lebih memilih untuk melakukan peregangan agar ototnya tidak terlalu kaku saat sedang berkencan. Karena waktu masih tersisa banyak, dia langsung latihan setelah melakukan peregangan.
Tebasan ringan namun berkekuatan tinggi terus dilakukan oleh Haris, hingga pada akhirnya mentari sudah menunjukkan keberadaannya dengan sangat jelas. Tapi ketika dirinya hendak pergi ke tempat yang dijanjikan langkahnya langsung berhenti ketika hembusan angin membuat aroma tubuhnya masuk ke dalam lubang hidungnya.
'Sial, bau keringat pria sejati!' Ya, dia anggap keringatnya sebagai pria sejati, tapi Riana kau sakiti
Terpaksa dia harus berbalik dan melangkah kembali menuju rumahnya untuk membasuh tubuhnya yang sudah bau dengan keringat.
Usai melakukan itu, dia kembali ke tujuan awalnya, yaitu kencan bersama Sophia.
Diperjalanan dia tidak melihat orang-orang berjalan di sekitarnya, dia juga tidak melihat gerai-gerai yang biasanya selalu berada di tepi jalan. Menyadari jika dirinya terlalu bersemangat hingga tidak menyadari waktu yang tepat, dia pun langsung mencari tempat duduk untuk menunggu hari menjadi lebih cerah dan ramai.
'Kencan bab*.' Batin Haris kesal dengan situasinya yang selalu merepotkan dirinya. Dia lebih memilih untuk berlatih saja daripada seperti ini.
Waktu terus berlalu, kebosanan semakin melanda dirinya, dan akhirnya orang yang ditunggu-tunggu telah datang. Kita sambut…
"Sophia?" Benar! Anda mendapatkan 50 juta poin sistem, hahaha. Tidak mungkin.
"Halo, Haris! Sudah menunggu lama?" Jawab Sophia sambil tersenyum hangat dengan jari yang mencoba menyelipkan rambutnya ke belakang telinganya.
__ADS_1
"Ya, aku sudah lama menunggu. Tapi, semua itu terbayarkan dengan kecantikan mu." Goda Haris sambil memandangi Sophia dari atas hingga ke ujung kakinya.
Kini Sophia sedang memakai gaun biru polos namun entah kenapa itu memberi kesan natural yang sangat manis. Rambutnya yang kecoklatan tergerai indah dan bebas, bibirnya merah muda menggoda seakan sedang memakai Lipstick, padahal di dunia ini tidak ada namanya kosmetik tapi anehnya untuk hal lain masih ada kemiripan dengan bumi.
"Hahaha, padahal aku hanya memakai gaun biasa." Sophia tertawa canggung dengan pipi yang sedikit memerah.
"Tidak, justru itu yang membuat kau menjadi lebih cantik." Haris memuji tanpa sedikitpun kebohongan tampak di dalam matanya.
Tak bisa tertahankan rasa malunya, dia langsung berjalan mendahului Haris dengan tangan menutupi mulutnya agar tidak berteriak karena bahagia.
Sedangkan untuk Haris, dia hanya bisa tertawa melihat reaksi dari Sophia yang tidak diduga akan seperti itu jadinya. Meskipun Haris tidak memiliki pengalaman cinta yang mendalam, tapi dia termasuk ke dalam pria yang peka.
"Tunggu aku Sophia!" Haris mengejar Sophia sambil berteriak-teriak.
Setelah itu mereka pergi ke setiap gerai yang terdapat di tepi jalan, dengan tangan saling menggenggam satu sama lain, mereka berdua selalu dipanggil sebagai sepasang kekasih, padahal hanya cinta bertepuk sebelah tangan.
Mereka melanjutkannya hingga memilih baju yang cocok untuk Sophia, ini merupakan keinginan dari Haris yang ingin melihat Sophia memakai pakaian lain, dan jika menurutnya sangat cocok maka harus dibeli saat itu juga.
Kini Haris sedang membayar tagihan dari pakaian yang sudah dipilih olehnya dan juga Sophia. Mereka sangat suka dengan pakaian itu, meski hanya gaun kembali, tapi itu sudah lebih dari cukup karena Haris lebih menyukai Sophia yang memakai pakaian seperti itu.
Pada akhirnya kencan mereka diakhiri dengan makan-makan di tempat yang mirip seperti restoran, tapi menu yang tercantum sangatlah anti mainstream.
"Saya pesan Wagyu A5." Pinta Haris kepada pelayan wanita di depannya.
"Wagyu A5? Makanan apa itu, kak?" Pelayan wanita itu menghentikan jarinya yang hendak untuk menulis pesanan Haris.
Haris tidak sengaja mengatakan itu karena terlalu tidak biasa dengan menu-menunya yang menyediakan daging tikus sebagai hidangan. Padahal dia saat berlatih di dalam hutan, makanannya lebih baik daripada yang dicantumkan di menu restoran ini.
Karena merasa canggung, Haris langsung mengganti pesanannya dengan menu yang lebih baik, meski ujung-ujungnya memiliki rasa yang aneh.
"Kamu sangat aneh…" Sophia yang melihat perilaku aneh Haris hanya bisa terkekeh yang membuat pria itu semakin merasa canggung.
'Sial, kenapa harus seperti ini!' Batin Haris merasa tidak nyaman dengan situasi.
Hari itu mereka jalani dengan baik, kencan berjalan lancar tanpa sedikit kendala, dan juga hubungan mereka semakin mendekat. Namun, setelah itu Haris memiliki jadwal sibuk yang mengharuskannya untuk tidak bertemu dengan Sophia selama beberapa hari, tapi dia pastikan akan menemuinya kelak.
Meskipun rasanya sangat sesak, tapi Sophia tetap mengiyakan. Karena dia juga tidak ingin membuat Haris menjadi tidak nyaman olehnya.
------------
__ADS_1
Maaf kak, kalau cerita romance saya terlalu singkat. Soalnya tidak bisa menulis cerita romance yang bagus, meski tidak bagus juga saya tetap tidak bisa jika memang tujuannya ingin menulis adegan romance. Jadi, kepada kakak-kakak sekalian, tolong anggap bab yang mengandung romance sebagai bab tambahan saja, atau cerita sampingan untuk menunggu perpindahan cerita yang bisa dibilang sebagai 'Arc'.