Reinkarnasi Yang Mantap

Reinkarnasi Yang Mantap
Mendaftar Di Guild


__ADS_3

"Ah kenyang sekali…" Haris menyandarkan tubuhnya ke kursi sambil mengelus perut yang tidak buncit sama sekali.


Melihat Haris yang terlihat sudah kenyang, pelayan wanita itu mengangguk-angguk dan berkata, "Benar, perut saya sudah terlalu kelebihan muatan!" Timpalnya sangat bahagia.


Haris tersenyum tipis karena pelayan wanita di depannya tidak menunjukkan keengganan sama sekali seperti sebelumnya, dan juga dia bersyukur bisa melakukan makan bersama dengan lawan jenis selain ibunya.


Setelah cukup lama menyandar, Haris langsung membetulkan posisi duduknya kemudian berkata, "Berapa harga semuanya?" Tanya Haris sambil merogoh kantung yang berisikan koin.


Mendengar pertanyaan Haris, wanita itu langsung kembali ke posisi semula yaitu berdiri, "Maaf Tuan, untuk semua ini hanya satu keping perak…" Jawabnya enggan.


Reaksi itu membuat Haris berpikir kalau wanita itu enggan karena makanannya dibayar olehnya. Melihat reaksi yang begitu sadar diri hanya membuat Haris semakin mengagumi wanita tersebut.


"Baiklah, ini dua keping perak untuk membayar tagihan makanan, dan ini dua keping perak untukmu serta dua keping perak untuk membayar waktumu…" Ujar Haris perlahan sambil meletakkan per dua keping perak di meja.


Pelayan wanita yang sebelumnya mendengarkan perkataan Haris dengan seksama, kini tiba-tiba menunduk malu ketika melihat pelanggannya memenuhi janji sebelumnya.


"Terimakasih Tuan…" Pelayan wanita itu membungkuk.


"Tidak apa-apa, dan apa disini masih ada kamar kosong?" Tanya Haris sambil membawa ranselnya yang disimpan di samping kursi.


"Untuk memesan penginapan, Tuan hanya perlu bertanya ke wanita itu…" Jawab pelayan wanita tersebut sambil menuntun arah pandang Haris hingga ke wanita yang sedang berdiam diri di tempat kasir.


Haris mengangguk, kemudian bangkit dari kursi dan mengulurkan tangannya ke arah pelayan wanita itu. Sedangkan untuk wanita tersebut, dia yang kebingungan dengan tindakan Haris malah memiringkan kepalanya.


"Jangan membuat aku seperti pria genit, tolong terima uluran tanganku!" Pinta Haris dengan wajah yang tidak bisa ditebak.


Merasa tak ingin berlama-lama untuk istirahat, pelayan wanita itu menggapai uluran tangan Haris, kemudian memperkenalkan dirinya. "Saya Sylphy."


Haris yang mendengar itu membalasnya dengan senyuman karena merasa tenang ketika Sylphy memahami tindakannya.


"Panggil saja Haris." Jawabnya, setelah itu dia langsung melepaskan tangannya kemudian berjalan menuju wanita kasir berada, "Jika ada waktu, maukah Sylphy menemaniku lagi?" Ujar Haris yang tiba-tiba berbalik untuk melihat Sylphy kembali.


Merasa Haris adalah pria baik, wanita itu membalasnya dengan anggukan yang membuat Haris bersyukur karena tawarannya tidak ditolak.

__ADS_1


Dia kembali berbalik dan kini sudah berada di depan wanita yang diduga sebagai kasir. 


"Pesan satu kamar yang nyaman!" Pinta Haris yang menyadarkan wanita tersebut dari lamunannya.


Wanita itu menoleh dan melihat Haris sedang menatapnya dengan tatapan datar. Tapi seolah menghiraukan tatapan Haris, wanita itu menjawabnya dengan senyuman.


"Ada banyak kamar kosong, dan semua itu sangat nyaman untuk dipakai. Karena penginapan ini tidak memiliki ruangan khusus, maka harga yang dicantumkan semuanya sama. Untuk satu kamar hanya 1 keping perak per malam." Wanita itu menjelaskan dengan cepat sambil menahan senyumannya.


Setelah itu Haris mengangguk dan memberikan dua keping perak, karena dia ingin menyewanya selama dua hari ini sambil menunggu keputusannya untuk pergi kemana lagi.


Selesai melakukan pembayaran, Haris yang sudah menerima kunci kamarnya langsung bergegas untuk memasuki kamar yang sudah disewa olehnya. Sesampainya di kamar, dia langsung menyimpan ranselnya di dekat meja kemudian merebahkan diri di atas ranjang empuk.


"Sebentar lagi aku akan mendaftar menjadi petualang, dan kebetulan aku sudah mengetahui letak tempatnya. Tapi, jika seperti itu maka aku harus memulai semuanya dari awal… apa aku harus memakai set pemula, ya?" Gumam Haris kemudian membuka layar sistemnya untuk mengecek inventori yang sudah terbuka ketika dirinya melakukan lima kali pembelian.


Di inventori sudah bisa terlihat barang-barang yang hebat, dia juga sudah membeli pedang layaknya seorang Sword master pada umumnya. Namun, karena pembeliannya itu Haris harus rela kehilangan seluruh poin sistemnya.


"Dilihat dari inventori ku, isinya terdapat banyak sekali barang yang merupakan item rank-a. Tapi, untuk saat ini aku tidak akan menggunakan perlengkapan yang terlalu hebat." Gumamnya kembali, lalu dia langsung kembali ke posisi duduk sambil merogoh inventori sistem yang memiliki bentuk seperti ruang hampa.


"Item jelek seperti ini memiliki harga satu ribu poin sistem, mahal sekali…" Keluh Haris ketika melihat beberapa item di depannya.


Setelah itu dia langsung memakaikan satu persatu perlengkapan yang berupa sebuah zirah kulit untuk meningkatkan kesan pemula dirinya.


Selesai memasang semuanya, dia langsung keluar dari penginapan dan berjalan menuju tempat yang merupakan guild petualang.


Dengan perlengkapan layaknya pemula Haris memasuki guild dengan santainya. Dia berjalan di kerumunan orang-orang yang entah mengapa berkumpul di satu titik. Namun, tanpa mempedulikan itu dia tetap melanjutkan langkahnya menuju pria yang sedang berjaga di tempat pendaftaran.


Melihat seseorang sedang melangkah ke arahnya, pria yang berjaga itu langsung memasang senyum ceria dengan tangan ditangkup kan di dekat ************.


"Saya baru melihat anda. Apakah anda ingin mendaftar? Atau anda merupakan petualang dari kota lain?" Tanya pria itu ketika sedang berhadapan dengan pria yang tidak lain adalah Haris.


"Saya ingin mendaftar." Jawab Haris singkat.


"Mohon tunggu sebentar…" Pria itu membawa satu lembar kertas lalu memberikannya kepada Haris. "Tolong isi infomasi anda di kertas ini dengan benar, sebab jika anda menyembunyikan satu kebohongan maka pulpen serta kertas itu akan terbakar habis." Lanjut pria itu menjelaskan.

__ADS_1


'Siapa juga yang ingin menyembunyikan identitas? Malahan aku ingin sekali cepat-cepat naik rank.' Batin Haris sambil siap-siap untuk menulis.


Haris menulis semua informasi yang dibutuhkan oleh pihak guild tanpa menyembunyikan satu pun kebenaran, karena selain itu dia juga sangat ingin cepat-cepat naik rank. 


Dengan cepat dia langsung menyodorkan kembali kertas nya, pria di depannya langsung melihat isi kertas itu dengan teliti. Selesai mengecek semuanya, pria itu langsung berjongkok yang membuat Haris tidak melihat keberadaan pria itu.


Selang beberapa menit, pria itu kembali bangkit sambil memberikan kartu yang berisikan identitas serta rank dari Haris. 


'Apakah ini? Tapi kenapa rank ku masih harus memulai dari awal?' Batin Haris merasa heran ketika melihat rank nya yang masih rendah.


Menyadari reaksi dari Haris, pria itu tersenyum sambil menjelaskan, "Meski anda memiliki kekuatan yang hebat. Namun, itu sudah menjadi ketetapan guild agar setiap orang yang baru mendaftar memulai semuanya dari awal." 


"Begitukah…?" Jawab Haris yang sedikit kecewa.


***


"Sial, lagi-lagi membunuh Slime!" Keluh Haris sambil menyeka keringatnya.


Sebelumnya, karena dia ingin menjadi petualang yang hebat, maka dirinya harus bekerja keras untuk meningkatkan rank nya sebagai seorang petualang.


Karena hal itu juga dia harus mengambil misi terendah yang tertempel di papan misi. Membunuh Slime, mencari tanaman, menolong hewan, mencari anak hilang, dan bahkan dia harus memetik buah dari pohon yang dimiliki oleh nenek tua.


Tentu saja dia mengeluh akan hal itu, tapi dia harus menuntaskan sepuluh misi yang tersedia. Saat ini, dia sedang melakukan misi yang ke sepuluh. Yaitu, membunuh Slime lagi!


"Aku lelah, secara mental." Keluh lagi Haris sambil beristirahat di dekat pohon.


Dia terpaksa Hae melakukan semua itu, jika tidak maka akan hilang kesempatannya menjadi seorang petualang hebat. 


Saat sedang beristirahat, tiba-tiba muncul sosok berwarna biru besar berbentuk bulat di depan hari yang sedang menutup mata nya. Namun, karena suara bising yang dihasilkan oleh Monster itu membangunkan Haris dari setengah sadar nya.


Dia membuka mata nya secara perlahan, tapi setelah beberapa detik sontak dia pun langsung berdiri. 


'Sial, kenapa Slime nya sepuluh kali lipat lebih besar!' Batin Haris terkejut melihat Slime yang teramat besar di depannya.

__ADS_1


__ADS_2