Reinkarnasi Yang Mantap

Reinkarnasi Yang Mantap
Melawan Slime


__ADS_3

Berhadapan dengan Slime yang memiliki besar di atas kewajaran, Haris hanya bisa terkejut namun bahagia ketika mengetahui kekuatan Slime tersebut hampir menyamainya. Tidak, kekuatan Slime lebih melampauinya.


'Aku ternyata belum bermain terlalu jauh…' Batin Haris ketika melihat status milik Slime tersebut.


[Big Slime]


Lvl: 185


Hp: 4000/4000


Mp: 6000/6000


Strength: 95


Intelegensi: 564


Vitalitas: 400


Agility: 43



— Lendir Beracun (Sedang)


— Elastis Fisik


Semua kemampuannya terlihat sangat indah dengan statistik yang begitu rapi, apalagi kemampuannya yang sangat menyebalkan membuat Haris dipaksa untuk memutar otaknya lebih keras.


Namun, sebelum dia melakukan itu tiba-tiba serangan lendir menyembur ke arahnya sehingga secara refleks Haris menghindarinya dengan menyamping. 


Belum lama dia menghindar, ternyata serangannya tidak berakhir sampai itu, sebab semprotan lendir itu langsung memutar dan mengejar Haris yang sedang berdecak kagum melihat serangan lendirnya bisa melelehkan tanah hingga membentuk sebuah lubang besar yang dalam.


'Wooah, jika seperti ini maka aku sedang dalam bahaya. Apalagi dengan kemampuanku yang penuh dengan tipe menyerang, bahkan regenerasi tidak akan menyembuhkan luka ku hingga secepat itu…' Batin Haris merasa bingung dengan situasinya yang sedang terdesak.


Dia menghindari terus semburan lendir tersebut hingga menunggu Slime nya berhenti menyerang. Namun, serangan itu tidak berhenti bahkan setelah Haris menghindarinya hingga membuat hutan menjadi rusak. 


Haris masih belum bisa gegabah untuk melakukan serangan, apalagi celah besar yang berada di bagian atas Slime. Namun, dia belum mengetahui secara pasti keahlian si Slime, takutnya dia tiba-tiba melompat, atau bisa juga mendongak lalu menyemburkan lendirnya ke arah Haris yang sudah mati langkah.


'Ck, kalau terus seperti ini hutan akan rusak, meskipun sudah rusak karena si biru gila itu.' Batin Haris berdecak kesal terhadap Slime besar.


Beberapa menit berlalu, dimana pergerakan Slime sudah menunjukkan sedikit celah dalam pertahanan serta serangannya. Melihat kesempatan, Haris langsung menerjang ke arah celah tersebut dengan pedangnya yang sudah terbalut oleh aura pekat.


'Mati kau!' Batin Haris ketika melakukan posisi siap menusuk ke arah celah dari Slime tersebut.

__ADS_1


Namun, dengan cepat Slime itu melompat ke atas meskipun tubuhnya sangat besar. Keadaan itu tentu membuat situasi semakin kacau, sebab Haris sedang melakukan lari cepat ke tempat yang akan menjadi titik pendaratan Slime tersebut.


'Kont*l" Batin Haris yang secara tidak sadar mengeluarkan kata-kata lamanya.


Karena Agility Haris sudah meningkat pesat, dengan itu dia langsung menghentikan satu kakinya kemudian mendorong tanah sehingga tubuhnya berbelok ke kiri untuk menghindari pendaratan Slime.


*Boom…


Dentuman keras terjadi ketika Slime itu mendarat dengan kecepatan tinggi ditambah oleh tubuh besarnya yang memiliki berat sekitar ratusan kilogram. Mungkin mencapai kuintal.


Angin besar pendaratan menghempas semua yang berada di sekitar, bahkan Haris saja hampir terbang olehnya. Namun, karena ketahan fisiknya yang besar, Haris bisa menembuskan kakinya ke dalam tanah sehingga membuat dirinya tersangkut.


'Celah, hahaha!' Batin Haris mendadak bahagia ketika melihat celah musuhnya terbuka lebar.


Tanpa pikir panjang, Haris langsung melesat ke arah Slime meski kakinya sudah tertanam begitu dalam.


Ujung pedangnya yang sudah dilapisi aura sudah mengenali kulit dari Slime tersebut, namun tusukannya begitu dangkal karena kemampuan <> milik Slime tersebut bisa menahan serangan yang bertipe fisik seperti itu, tapi dirinya tidak menahan aura pekat milik Haris, sehingga membuatnya harus tertusuk meski dangkal sekalipun.


"Sial, kenapa ini!?" 


Haris merasa bingung dengan pedangnya yang tiba-tiba tersedot ke dalam tubuh dari Slime tersebut, secara terpaksa dia langsung melepasnya pedangnya dan melompat kebelakang untuk menghindari serangan kejutan.


"Ah, aku tahu kenapa aura ku tidak menembusnya. Meski aura ku sangat pekat dan besar, tapi itu hanya tampilan luarnya saja, karena aura itu memiliki wujud yang mengikuti kepribadian pemiliknya…" Haris malah berbicara sendiri, padahal musuh sudah berada di dekatnya.


Dengan tangan yang merogoh ruang inventori, dia secara perlahan mengalirkan aura nya ke tangannya yang sudah memegang satu pedang memiliki bilah lebar dengan sisi dan ujung yang tajam.


Pedang itu mengeluarkan cahaya terang, dengan ditemani oleh aura biru pekat milik Haris yang sudah menyelimutinya.


"Sebenarnya ini begitu beresiko untuk tubuhku yang masih lemah, dan serangan ku akan berefek ke sekitar. Namun! Aku tidak akan mati disini hanya karena Slime sepertimu!" Ujar Haris yang mendadak serius, tidak ada senyuman, maupun rasa angkuh. Di dalam dirinya, saat ini tekadnya untuk bertahan hidup terus meningkat sehingga membuatnya menjadi serius.


Haris menerjang dengan tatapan serius, kecepatannya begitu cepat sehingga membuat Slime itu telat untuk bereaksi, meski tubuhnya sudah terangkat dan hendak untuk melompat.


Dengan gerakan yang masih fokus menusuk, Haris menembuskan pedangnya ke tengah-tengah tubuh Slime tersebut dan pada akhirnya menusuk inti monster yang dimiliki olehnya.


Perlahan, tubuh Slime mulai mencair ditemani uap yang disebabkan oleh racun mematikan yang terkandung di dalam dirinya. Meskipun lelehan tubuhnya meleburkan sekitar, namun itu tidak berlaku untuk pedang Haris yang tetap kokoh seperti sediakala.


Itu untuk pedangnya, bukan untuk Haris yang kini sudah berada di jarak yang jauh karena ketakutan oleh lelehan beracun dari Slime tersebut.


"Sial, hampir saja aku kehilangan pergelangan tanganku!" Ujar Haris sambil mengusap-usap pergelangan tangannya yang masih utuh.


[ Kemampuan <> sedang dalam cooldown selama 2 jam. ]


Tiba-tiba muncul sebuah notifikasi yang membuat tubuh Haris ambruk dengan lemas nya.

__ADS_1


"Ahahaha… bodohnya aku secara tidak sadar memakai kemampuan itu… padahal, padahal, padahal aku sudah memakai aura ku secara besar-besaran… Huaaaa…" Haris mendadak menangis dengan raut wajah penyesalan, tapi kekhawatirannya dikejutkan oleh pedangnya yang tiba-tiba berada di dekat kepalanya.


"Kamu mengejutkan aku tau!" Ujar Haris begitu lembut kepada pedangnya, kemudian dia memasukkan pedang yang sedang menancap sebuah inti Slime ke dalam inventorinya.


Setelah itu, dengan tubuh yang sudah lemas tak bertenaga, Haris langsung tergeletak dengan posisi kurang mengenakkan. Dia akan pingsan jangka panjang karena telah memaksakan tubuhnya untuk mengeluarkan kekuatan aslinya, dan karena itu dia terpaksa harus tinggal beberapa hari di dalam hutan jikalau tubuhnya tidak ditemukan oleh petualang lain.


Tapi itu tidak mungkin, sebab dampak pertarungan mereka menyebabkan ekosistem sekitar menjadi hancur tak tersisa.


<>


Meningkatkan keahlian dalam pedang sekitar 20% dalam jangka waktu dua menit, dan akan kembali cooldown selama 2 jam.


***


Di dalam ruangan, terlihat Haris sedang terbujur lemas di atas ranjang karena masalah sebelumnya. Kini dia telah dibawa ke penginapannya oleh pria yang sebelumnya mengaku sedang melakukan perjalanan ke arah dungeon bersama dengan teman-temannya.


Karena itu, Haris dibawa kembali ke guild, dan kelompok itu langsung menceritakan apa yang mereka lihat sebelumnya. Namun, untuk pertarungan Haris dengan Slime, mereka tidak melihat itu. Mendengar penjelasan mereka, pihak guild meminta mereka untuk menidurkan Haris di kamar yang ada.


Kabarnya mulai tersebar luas dan pada akhirnya terdengar ke telingan Sylphy. Dia langsung mengunjungi Haris ke guild, dan meminta bantuan salah satu petualang untuk mengangkat tubuh Haris ke penginapannya.


Pada akhirnya dia sudah berada di penginapan ini.


"Kamu sudah sadar?" Tanya Luna ketika melihat Haris sedang menatapnya dengan tatapan lesu.


Tanpa menjawab, Haris hanya mengangguk, kemudian memutuskan untuk berbicara. "Sudah berapa lama aku tertidur?"


Mendengar itu, Sylphy langsung berpikir keras dengan telunjuk di tempelkan di dagunya. 


"Anda sudah pingsan selama 7 hari!" Jawabnya dengan senyum tipis.


"Haah… sudah kuduga…" Haris menghela nafas tidak berdaya ketika mendengar bahwa dirinya telah tidak sadar selama seminggu.


Setelah mengumpulkan kesadaran hingga terkumpul semuanya, Haris perlahan mulai bangkit dari tidurnya, namun dengan segera di hentikan oleh Sylphy.


"Anda tidak perlu bergerak terlalu banyak! Tubuh anda terlalu kehabisan energi, anda diharuskan untuk tetap tertidur, oke? Tenang saja, saya sudah meminta izin untuk mengurus anda selama seminggu ini." Ujar Sylphy sambil menurunkan kembali tubuh Haris.


Mendengar penjelasan dari Sylphy, Haris bersyukur namun disisi lain dia menyalahkan dirinya sendiri karena telah membuat repot anak orang lain.


"Maafkan aku…" Haris dengan tulus meminta maaf setelah kembali ke posisi semula.


Hendak keluar dari kamar untuk mengambil makanan, telingan Sylphy menangkap suara rendah seseorang sedang meminta maaf kepadanya. Dia tersenyum tipis, kemudian berbalik dengan anggun.


"Tidak apa! Saya rela jika harus direpotkan lebih dari ini!" Jawab Sylphy begitu lembut, setelah itu dia berbalik kembali dan berjalan hingga tidak menampakkan diri.

__ADS_1


"Begitu, ya…" Haris merasa bahagia ketika mendengar pernyataan dari Sylphy.


__ADS_2