Reinkarnasi Yang Mantap

Reinkarnasi Yang Mantap
Memulai Perjalanan


__ADS_3

"Terimakasih." Ujar Haris sambil tersenyum hangat kepada pria yang berjaga di guild petualang.


"Sama-sama, Tuan." Jawabnya kembali hangat.


Setelah itu Haris mengangguk, dan berbalik untuk pergi dari guild. Alasan dia ke guild tidak lain dan tidak bukan untuk meningkatkan rank nya yang sebelumnya tidak sempat ia tingkatkan karena harus beristirahat.


Dia hanya tinggal menyerahkan inti monster Slime untuk menyelesaikan misi terakhirnya di rank-f, setelah itu dia akan ditingkatkan rank nya sebanyak satu tingkatan.


Meski begitu dia tetap bahagia, dan menerima itu dengan sepenuh hati. Kini dia sedang berjalan menuju penginapan untuk mengambil barang-barangnya dan dilanjutkan pergi ke kelompok pahlawan untuk melakukan penjelajahan dungeon.


Sesampainya di penginapan, dia langsung disambut hangat oleh Sylphy yang sekarang sudah menjadi pasangannya. Dia bahagia, tentu saja. Siapa yang tidak bahagia ketika mendapatkan wanita secantik dan sebaik dirinya.


"Aku pergi dulu!" Ujar Haris sambil keluar dari penginapannya.


"Hati-hati!" Jawab Sylphy dengan raut wajah khawatir.


Melihat ekspresi itu membuat Haris merasakan perasaan aneh, namun segera ia abaikan karena melakukan ini juga untuk meningkatkan rank nya dan menjadi petualang hebat seperti ayahnya.


Dia berjalan di jalanan menuju mansion tempatnya para kelompok pahlawan tinggal. Dengan semangat yang membara, dia terus berjalan tanpa menatap kesana-kemari, dan hanya menatap lurus sambil berharap setelah menuntaskan misi ini, dia akan naik rank kembali.


Sedangkan untuk para kelompok pahlawan, sekarang mereka sedang berkumpul dengan Harley yang membungkuk meminta maaf dengan tulus kepada mereka.


"Sekali lagi maafkan aku!" Ujar Harley berteriak membuat teman-temannya sedikit terkejut.


Melihat sikap Harley yang begitu tulus membuat mereka menjadi iba, dan mau tidak mau mereka mengangguk untuk memaafkannya, meskipun hati mereka masih diberi keraguan yang besar.


'Dia terlihat sangat tulus, tapi sikapnya yang kemarin sangat aneh, bahkan seperti ada sesuatu yang disembunyikan olehnya. Tapi tak apa, dia sudah meminta maaf juga.' Batin Tina ketika melihat Harley yang sedang membungkuk.


"Baiklah, tapi kuingin kau tidak melakukan hal berpengaruh seperti sebelumnya tanpa meminta izin atau mendiskusikannya dengan kami bertiga." Ujar Tina menjawab.

__ADS_1


Mendengar perkataan Tina, wajah Harley menjadi cerah, dia langsung mendongak seolah tidak percaya, kemudian memandangi teman mereka satu persatu dan diberikan anggukan kecil oleh mereka membuat hati dia semakin bahagia.


"Terimakasih, teman-teman!" Ujar Harley sambil memegang erat satu persatu tangan temannya secara bergilir.


Merasa canggung dengan situasi, Tina mencoba untuk mengembalikan fokus kelompoknya untuk segera bersiap-siap, sebab hari ini mereka akan melakukan ekspedisi ke dungeon yang dikenal sebagai berbahaya. Namun, mereka yakin bisa menuntaskan dungeon tersebut tanpa masalah. Tapi yang membuat hati mereka merasa tidak nyaman adalah keberadaan Haris yang kekuatannya masih belum diketahui oleh mereka, dia kuat atau tidak?


Haris yang dari tadi berjalan, kini sudah berada di depan gerbang besar mansion milik kelompok pahlawan, dia awalnya dipersilahkan oleh pelayan pria yang kemarin untuk masuk ke dalam. Namun, Haris memilih untuk menunggu kelompok pahlawan di depan saja, karena ujung-ujungnya dia akan melewati tempat itu.


Tak lama kemudian, datanglah para kelompok pahlawan dengan perlengkapan masing-masingnya. Mereka terlihat sangat gagah dan bisa diandalkan, sedangkan Haris hanya memakai zirah untuk sebuah gaya saja, sebab dia tidak memperdulikan keselamatan tubuhnya, tapi lebih mementingkan harga dirinya sebagai petualang.


"Maaf telah membuatmu menunggu lama!" Ujar Harley ketika sudah berada di luar gerbang, dan dibalas dengan anggukan dari Haris.


Melihat sikap dingin Haris membuat Tina merasa tidak nyaman, dia kemudian membuka mulutnya untuk melakukan protes. Hei, kamu kenapa seperti itu!


"Kita bertiga belum mempercayai keberadaan mu, oke? Tolong jaga sikapmu yang begitu arogan!" Ujar Tina tidak tahu malu, padahal mereka yang mengundang Haris.


Dihina seperti itu hanya membuat Haris terpaksa untuk menghela nafas, dan kemudian dia berkata, "Aku kesini karena kalian, dan kalian juga yang menghinaku. Cih, melihat kekuatanku saja kalian tidak pernah, tapi berani sekali mengatakan hal itu." Jawab Haris tanpa memandangi Tina.


Tina tidak terima dengan perkataan Haris yang merujuk pada kesimpulan bahwa mereka itu sangat lemah dibandingkan dengannya. Namun, sebelum melakukan hal yang tidak-tidak, Harley langsung mencegah Tina untuk melakukan hal sembrono dan malah menghambat perjalanan mereka.


"Tolong tenanglah terlebih dahulu!? Kita akan melakukan perjalanan yang sangat berbahaya, dan lebih baik untuk kalian segera meningkatkan hubungan pertemanan agar semuanya menjadi lebih mudah!" Ujar Harley kepada Haris dan Tina, namun dijawab dengan mereka yang memalingkan wajahnya secara serempak. Melihat itu Harley hanya bisa menghela nafas berat, kemudian melanjutkan kembali perjalanannya.


Mereka berjalan sangat lama hingga pada akhirnya sampai di mulut dungeon, mereka bisa melihat pintu besar menjulang tinggi dan berpikir mungkin itu pintu dikhususkan untuk para raksasa.


"Besar sekali…" Lirih Harley melihat pintu itu seolah tidak percaya.


"Woaah, sepertinya aku akan berada dalam situasi berbahaya. Dan kalian belum memberitahuku rencana kalian? Sungguh tega…" Ujar Haris dengan datar membuat kelompok pahlawan langsung melirik ke arahnya.


"Hahaha… mari kita bahas rencana kita terlebih dahulu, dan untuk tuan Haris, apa Job yang paling anda kuasai?" Ujar Harley dan diakhiri dengan pertanyaan.

__ADS_1


"Job Swordsman." Jawab singkat Haris secara cepat.


Mendengar itu Harley langsung mengangguk, dia langsung membuka peta besar yang merupakan peta dungeon. Dia langsung menjelaskannya secara terperinci dan membuat Haris berpikir jika Harley merupakan ketua yang terampil.


Dia setuju dengan rencana itu, apalagi Harley yang rela menjadi Swordsman untuk mensupport keberadaan Haris ketika melakukan penjelajahan. 


'Dia baik sekali. Tapi kata Alisa, dia bisa melakukan apapun? Ya, itu menjadikannya lebih baik.' Batin Haris ketika melihat Harley.


Tanpa basa-basi lagi, mereka langsung memasuki dungeon dengan bermodalkan keberanian serta kekuatan yang menurut mereka sudah cukup untuk melawan para monster yang ada di dalam.


Sesampainya mereka di dalam dungeon, bisa terlihat lorong tinggi serta gelap yang memiliki lebar yang woah. Setelah mendengar penjelasan Harley yang mengatakan akan ada monster raksasa di dalam dungeon ini, maka semuanya menjadi masuk akal. Tapi…


"Hei, apa ukuran dari raksasa itu begitu besar? Kuyakin tinggi ruangan ini adalah untuk raksasa itu sendiri…" Ujar Haris memecahkan suasana hening.


"Apa? Baru sekarang kau merasa takutnya? Itu sudah terlambat wahai tuan petualang…" Jawab Tina dengan nada yang meledek, namun diabaikan oleh Haris yang tetap memandangi ke jalan di depannya.


'Tapi, memang benar apa yang dikatakan olehnya… Tinggi dungeon ini mungkin bisa mencapai lima belas meter, dan itu lima belas kali lipat lebih tinggi dari ukuran manusia normal…' Batin Alisa yang dibuat khawatir oleh perkataan Haris yang ada benarnya.


Seolah mengerti perasaan khawatir temannya, tanpa berbalik Harley mencoba menenangkan temannya, "Kita memiliki rencana untuk itu, bukan? Maka jangan terlalu khawatir dan fokus untuk melawan rombongan goblin di depan!" Ujar Harley yang tiba-tiba menghunuskan pedang sucinya.


Mendengar perkataan Harley, semua orang langsung bersiaga. Apalagi untuk Haris yang secara tidak sadar langsung menghunuskan pedang besarnya yang pernah digunakan untuk membunuh Slime besar. Dan karena pedang Haris, fokus kelompok pahlawan menjadi teralihkan karena pedangnya sangat keren.


--------


Sekedar informasi yang tidak penting.


Saya pikir novel ini akan berakhir di arc yang kesatu saja, dan itu akan terjadi ketika Haris mendapatkan penderitaan hebat. Dia akan membalas dendam kepada orang-orang yang sudah membuat dirinya tersiksa, bukan secara fisik, melainkan mental.


Ya, seperti itu sih awalnya... dan saya juga tidak terlalu yakin untuk melanjutkannya hingga ke arc terkahir sebab novel ini awalnya saja sudah membosankan.

__ADS_1


Mana ada prolog sampai sepuluh chapter!! hahahaha, tapi terimakasih untuk kalian yang sudah memberikan support kepada saya!


__ADS_2