
Mereka sudah melawan goblin selama beberapa menit, sebab monster itu sangat mudah dilawan. Apalagi banyak sekali goblin yang memegang obor tapi tidak melakukan apapun, dia seperti babu saja.
Kedua wanita itu tidak memiliki peran penting dalam bertarung, karena para pria seperti, Haris, Harley, serta Dom, bisa menyelesaikannya dengan mudah.
Bahkan Dom yang biasanya selalu mengandalkan pertahanannya, saat bertarung dengan goblin yang lebih kecil darinya, dia selalu melakukan penyerangan dengan membantingkan perisai besinya ke atas kepala para kerdil hijau tersebut.
Tentu, karena fisik Dom yang begitu kuat, para goblin hanya bisa pasrah kepalanya hancur ditabok perisai besi yang besar. Sedangkan untuk Dom, sepanjang pertarungan dia selalu memasang seringai menggelikan seperti seorang maniak.
Untuk Harley dan Haris, mereka hanya butuh beberapa tebasan untuk menghabisi puluhan goblin. Keduanya merasa terkejut dengan kekuatan masing-masing, apalagi Haris yang seolah tidak percaya bahwa Harley begitu kuat meskipun berperan sebagai supportnya saja.
"Kau sangat hebat!" Ujar Haris sambil tersenyum tipis ke arah Harley yang sedang menyeka keringat.
Harley menoleh lalu memasang senyum lebar dengan satu jempol diangkat, "Hehe!"
Dia terlihat seperti anak kecil, namun mereka tidak akan mengira jika di dalam tubuh imut itu adalah jiwa dari seseorang yang menakutkan.
Setelah melakukan istirahat sejenak, mereka melanjutkan kembali perjalanannya dan sesekali mereka berhenti untuk melawan para monster kerdil hijau lagi. Itu berlalu hingga pada akhirnya mereka sampai di pertengahan dungeon, dan dihadang oleh sekelompok skeleton.
Dungeon ini hanya memiliki satu jalur, tanpa tingkatan maupun cabang, sebab dungeon ini bertingkat lebih rendah dari dungeon lainnya. Hal itu tentu diketahui oleh mereka berlima, dan mereka juga sudah menantikan pertarungan yang menurut mereka sangat mengasyikkan.
Ada puluhan skeleton, dan masing-masing dari mereka memiliki peran tersendiri. Ada yang berperan sebagai pejuang dengan tameng kayu di tangan kirinya dan pedang karatan di tangan kanannya. Mereka didukung oleh penyihir skeleton yang sedang berjejer di barisan paling belakang, mereka memakai set layaknya penyihir pada umumnya.
Dengan jubah bertudung, serta tongkat sihir ditangan mereka. Tidak lupa juga mata mereka terkadang memancarkan warna merah seperti lampu sen, meskipun mereka sudah menjadi kerangka saja tapi anehnya mata mereka seperti masih terpasang di dalamnya.
__ADS_1
"Bukankah ini semakin menarik?" Ujar Harley dengan sedikit kebahagiaan.
Tanpa menoleh, Haris pun menjawabnya, "Mungkin iya, tapi kita harus tetap hati-hati, bukankah kau adalah kapten mereka? Maka beri arahan yang benar." Ujar Haris serius.
Melihat keseriusan Haris membuat senyum Harley tidak terkendalikan, dengan wajah seolah sedang bahagia sekali, dia menoleh ke arah teman-temannya lalu menjelaskan arahannya.
Setelah itu Harley langsung melesat ke arah para skeleton dengan Haris mengikuti jejaknya. Dia mengangkat pedangnya rendah, kemudian menebas secara horizontal dan bisa terlihat tebasan mana yang dihasilkannya menghancurkan para kerangka tersebut.
Sedangkan Haris masih menghiraukan keberadaan skeleton biasa dengan disupport oleh serangan sihir dari Alisa yang bisa membuat mereka terpental dan bahkan ada yang langsung musnah. Sebab Alisa melemparkan serangan sihir beratribut api tingkat biasa, yaitu: api merah.
Untuk penjelasannya, nanti saja. Kita akan fokus ke Dom yang kini sedang menjaga kedua wanita itu dengan keseriusan tingkat tinggi. Tanpa kelelahan, dia terus menghalau serangan dari skeleton biasa, dan terkadang dia juga menjaga serangan sihir yang dihadiahkan oleh penyihir skeleton.
Perisai dia sudah dilapisi oleh aura ilahi yang diberikan Tina kepadanya, sehingga serangan sihir berskala kecil bisa diatasinya dengan mudah. Dan hanya itu peran yang bisa dilakukan oleh Tina untuk saat ini. Meskipun dia sedikit tempramen untuk seorang healer, namun untuk kekuatan ilahi nya tidak bisa dipungkiri bahwa dia sangat hebat.
Regenerasi, merupakan kemampuan yang bisa menyembuhkan luka kecil maupun besar atau fatal. Namun, ketika menggunakan kemampuan itu, kita harus membayarnya dengan rasa sakit dari luka yang dilipatgandakan. Karena hal itu juga, Haris jadi sangat jarang untuk tidak terlalu mengandalkan kemampuan itu.
Dia pernah merasakan rasa sakit yang begitu hebat saat menyembuhkan luka dalamnya setelah bertarung dengan monster hutan pada saat dirinya sedang melakukan pelatihan, itu terjadi beberapa tahun lalu.
'Sial, sihir mereka begitu menyebalkan.' Batin Haris ketika mencoba untuk menghindari serangan para penyihir skeleton, dan sesekali dia melakukan tebasan aura yang bisa menghancurkan setidaknya lima skeleton.
Setelah melakukan percobaan tanpa henti, akhirnya dia bisa memperpendek jaraknya dengan para penyihir, hingga pada akhirnya dia langsung melepaskan satu serangan aura yang berupa tebasan memanjang. Serangan itu membuat para penyihir dan skeleton biasa menjadi mati langkah, hingga akhirnya mereka harus terpaksa menerima serangan tersebut dan hancur berkeping-keping.
Kemenangan itu membuat mereka bahagia, dan memutuskan untuk beristirahat kembali. Namun, tindakan itu dihentikan oleh Haris yang tiba-tiba mengatakan sesuatu hingga membuat kelompok pahlawan menjadi terkejut.
__ADS_1
"Tunggu! Bukankah skeleton selalu dikendalikan oleh Lich? Lalu, kemanakah dia selama ini?" Ujar Haris sambil mencari keberadaan monster yang disebut sebagai Lich.
Mendengar perkataan Haris, mereka berempat dengan serempak langsung berdiri dan menghentikan istirahat mereka. Sama seperti Haris, mereka juga mencari keberadaan monster itu.
Namun, meski sudah mencari keberadaannya hingga memakan waktu yang begitu banyak. Pada akhirnya mereka tetap tidak menemukan monster itu, dan beranggapan bahwa Haris sedang membual.
"Apa yang kau katakan? Buktinya tidak ada monster itu?" Tanya Tina dengan sedikit ejekan, namun di dalam hatinya dia sangat bersyukur karenanya keselamatan mereka masih bisa dipastikan.
Karena Lich merupakan monster yang begitu menyebalkan, sebab mereka akan terus menerus membangkitkan pasukan skeleton nya hingga titik mana penghabisan. Dan Lich juga terkenal sebagai monster dengan persediaan mana yang begitu besar, sebab jika mereka hanya memiliki mana secuil, maka bisa dipastikan kemampuan mereka tidak akan bisa digunakan.
Tidak hanya Lich saja yang bisa melakukan pembangkitan mayat seperti itu, sebab manusia juga bisa melakukan hal yang sama. Namun, mereka harus memenuhi syarat tertentu, dan syarat paling utama adalah; Mereka yang memiliki bakat besar dalam sihir akan dapat dengan mudah mendapatkan Job seperti ini, atau sering disebut sebagai 'Necromancer'.
Namun sayangnya tidak ada manusia yang bisa mencapai tingkat tersebut, dan hanya mentok di Job 'Great Sage', Job itu juga masih satu kategori dengan penyihir, tapi sesuatu seperti itu merupakan Job evolusi dan bisa terus meningkat jika kekuatan mereka masih memadai.
"Ya… mungkin aku hanya terlalu waspada." Jawab Haris dengan canggung karena telah membuat kelompoknya menjadi resah dengan perkataannya.
"Tapi tunggu… mungkin yang Haris katakan itu benar." Tiba-tiba Harley membuka suaranya sambil menatap pintu besar yang berada di depannya.
Semua orang langsung menoleh ke arah Harley dengan tatapan heran, namun kemudian mereka mengikuti arah mata Harley dan berkahir dengan wajah pucat seolah tidak percaya.
"Apa mungkin…" Rasa syukur Tina langsung terhapus ketika melihat pintu besar di depannya yang merupakan pintu menuju ruangan bos dungeon ini.
'Woaaah... apakah aku akan bertemu dengan tengkorak pengendali tengkorak yang biasanya muncul di dalam cerita novel?' Batin Haris ketika menatap pintu besar itu
__ADS_1