Reinkarnasi Yang Mantap

Reinkarnasi Yang Mantap
Hubungan Semakin Dekat


__ADS_3

Setelah terbaring lemas selama dua minggu, akhirnya sekarang Haris sudah kembali bugar dengan tubuh yang benar-benar pulih. Sebelumnya dia selalu merasakan nyeri di seluruh bagian tubuhnya, tapi sekarang sudah tak terasa lagi.


Dia selalu berpikir, 'Aku tidak tahu efek samping dari pengeluaran paksa seperti itu akan menimbulkan efek samping yang menyakitkan.' 


Sebelumnya, saat latih tanding dengan Louis. Haris memang memakai kekuatan yang besar, namun itu belum sepenuhnya kekuatan dia, dan begitupula dengan ayahnya.


Slime yang sebelumnya dilawan olehnya itu sangat abnormal, bahkan dengan kekuatan seperti itu dia bisa menandingi naga muda. Haris sungguh terheran dengan kemunculan Slime tersebut. Sebab, dia selalu melakukan perburuan di hutan yang tidak terlalu dalam, itu juga selalu digunakan oleh petualang pemula seperti dirinya.


Pihak guild memberitahukan hal itu kepada raja sehingga membuat kerajaan menjadi resah. Karena kemunculan monster besar di kawasan pemula itu jarang terjadi. Di dalam kasus tersebut bisa dipastikan jika raja iblis sudah bertindak, sehingga raja mendesak para ksatria untuk menjaga seluruh kota yang dalam daerahnya dengan sangat ketat.


Begitupula dengan pahlawan yang selalu didesak untuk menjadi kuat dalam waktu singkat, karena alasan mereka melakukan pemanggilan pahlawan juga untuk mengakhiri masalah ini. Tentu saja raja berharap lebih kepada pahlawan yang dipilihnya.


Pahlawan sendiri memiliki kelompok, mereka terdiri dari empat orang yang isinya dua wanita dan dua pria. Mereka berasal dari dunia berbeda, lalu disatukan ketika menjadi seorang pahlawan dalam paksaan.


Kelompok pahlawan baru dipanggil satu tahun lalu, kini mereka sudah menjadi kuat untuk seukuran manusia, namun tidak cukup untuk mengalahkan raja iblis beserta kawanannya.


Meski begitu, mereka terus melatih diri sambil mencari pengalaman dalam bertarung. Tentu itu sudah bisa membuat mereka ke tingkat yang lebih tinggi, bahkan kelompok pahlawan disegani oleh petualang serta ksatria yang ada di ibukota.


Namun, kabar terkenalnya kelompok pahlawan tidak pernah sampai ke telinga Haris yang kini sedang disuapi bubur oleh Sylphy di kamar pribadinya.


"Aaaa~" Sylphy menyodorkan sendok berisikan bubur ke mulut Haris.


"Aaaa~, emm." Haris menerimanya dengan senang hati.


Kedekatan mereka sudah semakin terlihat karena selalu menghabiskan waktu bersama, meskipun kedekatan mereka seperti perawat dan pasien, sih…


Setelah menelan habis buburnya, Haris langsung menyeka bubur yang belepotan di sekitar mulutnya. Seusai itu dia langsung berdiri dan menghampiri Sylphy yang hendak pergi keluar kamar sambil membawa nampan kayu beserta mangkuk kayu.


"Tunggu, biar aku yang membawanya, oke?" Ujar Haris menawarkan diri untuk membantu Sylphy.


Dengan senang hati Sylphy langsung memberikan nampannya ke Haris yang sudah siap menerimanya, "Baiklah, terimakasih, Haris." Ujarnya sambil tersenyum manis membuat hati Haris berdebar kencang.

__ADS_1


Haris terkesima dengan kecantikan yang dimiliki oleh Sylphy, hingga membuat dia tidak sadar jika dirinya sedang menatap lekat ke wajah Sylphy dan membuat wanita itu semakin tersenyum manis ketika melihat wajah mengemaskan dari Haris.


"Daripada seperti itu, lebih baik aku ambil kembali nampannya!" Ujar Sylphy menyadarkan lamunan Haris, dia hendak membawa kembali nampan kayu ditangan Haris, namun dengan segera pria itu menariknya kebelakang.


"Eitss, tidak bisa seperti itu Sylphy!" Haris membuat senyum ejek sambil menatap Sylphy. "Sudah, biar aku saja yang membawanya! Lagipula ini sangat ringan dan tak terlalu membebaniku!" Lanjut Haris.


Namun, bukannya menjawab, Sylphy malah berbalik dan berjalan menuju lantai bawah dengan anggunnya.


"Yasudah, cepat kemari! Kalau tidak aku akan membawanya kembali." Ujar Sylphy sambil menoleh kebelakang namun langkahnya tetap berjalan.


Diperingati seperti itu membuat Haris merasakan kebahagiaan, tanpa berkata apapun lagi, dia langsung mengikuti Sylphy dari belakang dengan wajah berseri-seri.


Sesampainya dilantai bawah yang digunakan untuk sebuah warung makan, Haris dan Sylphy berjalan ke arah ruangan yang merupakan sebuah dapur. 


Di dalam dapur mereka bisa melihat pria bertubuh besar dengan otot-ototnya yang begitu menonjol, kini sedang memasak sesuatu dengan keahlian yang hebat. Dia melakukan freestyle dengan memutar, melemparkan wajannya, namun tindakannya langsung terhenti ketika melihat keberadaan dua insan sedang menatap mereka dengan wajah menahan tawa.


Dia merasa marah, kemudian membuka mulutnya lebar-lebar lalu berteriak, "Hei! Daripada tertawa seperti itu, lebih baik kalian cuci piring di sebelah sana!" Titah pria itu dengan hati merasa malu.


Meskipun sudah dibentak seperti itu, Haris dan Sylphy tetap memasang wajah menahan tawa, pipi mereka mengembung dengan mulut sedikit monyong. Kedua nya berjalan menuju wastafel kemudian melakukan perintah dari pria sebelumnya.


Setelah itu, mereka melakukan semuanya dengan senyap, meskipun terus curi-curi pandang.


Seusai itu, mereka harus berpisah, sebab Haris akan pergi menemui orang yang sudah menyelamatkannya, dan untuk Sylphy, dia harus melakukan pekerjaannya.


Di perjalanan, Haris bisa melihat pemandangan ibukota yang sama seperti biasanya. Gerai-gerai bertebaran di tepi jalan, orang-orang berlalu lalang. Meskipun ibukota terlihat seperti penuh kebahagiaan, namun sebenarnya ada pengemis atau orang-orang yang menderita yang selalu berdiam diri di dekat-dekat gang gelap.


Tanpa mempedulikan semua itu, Haris terus berjalan hingga pada akhirnya berhenti di sebuah gerbang yang menjulang tinggi. Di dalam gerbang itu tampak sebuah mansion besar serta luas, dihiasi dengan nuansa kemewahan.


Tak lama setelah itu, datang seorang pelayan memakai jas hitam rapi dan tangannya memakai sapu tangan berwarna putih. Dia langsung membuka gerbang yang terbuat dari besi dengan tenaga sendiri.


Meski begitu, dia menarik gerbang dengan mudahnya padahal bisa dipastikan gerbangnya lumayan berat.

__ADS_1


"Silahkan, tuan!" Pelayan itu membungkuk sopan dan mempersilahkan Haris untuk masuk.


Tanpa menjawab, Haris mengangguk, kemudian masuk ke dalam gerbang dan berjalan ke arah masion diikuti dengan pelayan sebelumnya.


Dia dituntun baik oleh pelayan tersebut hingga sampailah dia di satu ruangan yang diduga sebagai tempat khusus untuk menyambut tamu kehormatan.


Pelayan itu mendorong pintu ruangan, lalu membungkuk kembali untuk mempersilahkan Haris.


"Terimakasih." Ujar Haris kepada pelayan itu sambil berjalan masuk.


"Selamat datang, tuan Haris!" 


Sesampainya Haris di dalam ruangan, dia langsung disambut hangat oleh seorang pria yang duduk di kursi paling besar diantara lainnya. Tidak hanya pria itu saja, di sekitarnya bisa terlihat dua orang wanita dan satu orang pria bertubuh besar hampir mirip dengan pria di penginapan, namun dia lebih besar.


'Apa dia Giant?' Batin Haris menatap bingung ke arah pria besar itu.


"Silahkan tuan Haris, anda bisa duduk di sofa kecil itu! Maaf saya tidak bisa menyambut anda dengan baik." Ujar pria itu kembali sambil menunjuk sofa kecil yang berada di seberangnya.


Haris mengangkat, kemudian menjatuhkan diri di atas sofa tersebut. "Terimakasih dan tidak perlu." Ujar Haris menjawa kedua kalimat dari pria yang diduga sebagai penguasa di antara lainnya.


'Cuek sekali…' Batin pria tersebut.


Sedangkan untuk Haris, dia sedang memikirkan banyak sekali pertanyaan dan salah satunya berbunyi seperti ini.


'Bukankah dia pria yang sebelumnya pernah menatap intens diriku? Dia pria yang terkenal di guild petualang bukan?' Batin Haris berpikir keras serta ketakutan. Dia takut di tusuk meriam, aw.


Ruangan kembali sunyi, namun dengan segera salah satu wanita mengangkat suaranya dan memperkenalkan satu persatu orang yang ada di sana.


"Perkenalkan namaku Alisa, seorang magician. Dan wanita di sampingku adalah Tina, seorang healer. Pria besar itu adalah Dom, seorang tanker. Serta pria kering itu adalah Harley, seorang Swordsman? Entah, kita semua tidak mengetahui keahliannya, karena dia bisa semua Job." Jelasnya.


"Ya, benar seperti yang dikatakan oleh Alisa. Perkenalkan kita adalah Kelompok pahlawan dan penyelamatmu!" Timpal Harley dengan senyum tipis.

__ADS_1


Tanpa bereaksi Haris hanya mengangguk, tapi sebenarnya dia sedang berpikir keras lagi.


'Dia, tidak, mereka seorang pahlawan!?' Batin Haris merasa tidak percaya karena atmosfer yang dimiliki oleh mereka berempat mirip seperti perkumpulan anak yang mengidap 'Chuunibyou'. Aneh.


__ADS_2