
Didunia lainnya seorang pria yang tidak mempunyai semangat hidup sedang duduk sambil memegang tangan seorang perempuan yang tak berdaya dengan wajah yang sangat pucat persis seperti mayat hidup, namun pria yang di sampingnya seakan tak perduli dengan kata-kata seorang dokter yang mengatakan bahwa perempuan ini sudah tidak selamat namun karena bantuan dari peralatan rumah sakit hal ini menjadi penunjang untuk perempuan yang disampingnya ini masih bertahan hidup
Walaupun begitu hal ini tidak dapat dipastikan bahwa pasien akan bisa bertahan hidup dengan lama
"Dek, kamu kenapa ngak bangun-bangun kak bulan sudah ada disini nemenin adek, ini kan yang adek mau, hiks" Ucap bulan mengajak perempuan yang berdaya itu
Disinilah bulan, ia sekarang sangat lemah , menagis setiap kali jika ia melihat kondisi adeknya yang seakan tidak akan bangun dari tidurnya, memang takdir itu sangat menyakitkan
"Udah ya dek tidurnya, kakak pengen liat senyum manisnya adek, oh ya, bentar lagi kakak ujian terus kelulusan masa nanti kamu ngak ada disaat kakak megang piala padahal semua itu semata-mata hanya untuk buat adek bahagia, adek suka kan sama piala, iya kan" Ucapnya terus mengajak mira untuk berbicara
"Bagun dek, liat ni badan adek dah kurus banget, terus ini adek jadi putih banget kakak aja sampai kalah karna adek sangat putih hiks" Ucapnya yang sudah memang tidak bisa lagi menahan air matanya lagi
Menagis dengan tubuh bergetar, ya hanya ini yang bisa bulan lakukan mengajak mira bicara padahal sama sekali tidak ada reaksi dari ajakan bicara nya
...Tok-tok...
"Boleh papa masuk" Ucap papanya mira kepada bulan
Mendengar itu bulan hanya mengangukan Kepala nya pertanda bahwa papanya mira boleh masuk
"Bulan sudahlah jangan menagis, papa yakin bahwa mira pasti bangun namun belum waktunya kamu yang sabar ini ujian jadi kamu harus kuat, nanti kalau mira bangun pasti ia marah karena melihat kakaknya yang sangat menyedihkan ini" Ucapnya papanya mira sambil membuat candaan namun nyatanya hanya sia-sia
"Pa, bulan keluar dulu jagain mira ya"
"Iya, mending kamu pulang dulu aja mandi, ganti pakaian dan jangan lupa makan"
"Iya pa"
Seusai berkata seperti itu bulan pun keluar, bulan mengambil HP yang ada dikantong sakunya lalu ia pun membukanya dan mencari kontak bernama mama
...Tut, tut, tut...
__ADS_1
"Assalamu'alaikum buk" Ya, bulan sedang menelpon ibunya mira karena ibu nya mira juga kurang sehat badan karena semenjak mengetahui mira masuk rumah sakit semenjak itulah ibu nya mira sering sakit-sakitan
"Waalaikumsalam bulan kenapa? " Ucapnya ibu mira dengan suara yang lemas
"Ibu baik-baik aja atau masih sakit" Ucap bulan kepada ibu mira
Bulan sangat perhatian kepada ibu dan papanya mira walaupun ia sendiri juga dalam keadaan yang tidak baik-baik saja namun ia tidak lupa bahwa ada orang tua mira yang harus ia jaga
"Ngak nak ibuk udah mendingan cuma masih sakit kepala aja dikit"
"Yaudah ibu jangan lupa minum obatnya yang teratur biar cepat sembuh"
"Iya"
"Ibu mau aku bawain sesuatu ngak nanti aku mampir sebentar kerumah kalau butuh sesuatu"
"Ngak usah, kamu ngak usah repot-repot jaga aja diri kamu jangan coba bohongi ibu dengan perhatian mu ibu tau kamu pasti juga terpukul dengan keadaan mira yang sekarang kan"
"Yaudah kalau gitu bulan matiin ya buk assalamu'alaikum" Ucapnya bulan setelah itu langsung mematikan sambungan telponnya karena ia tidak sanggup jika harus menjawab semua pertanyaan ibunya ini
Bulan sekarang sedang duduk di kursi panjang duduk merenung sambil melihat bintang-bintang tak disangka air mata pun menetes diwajahnya ingatan tentang mira terus berputar di pikirannya
"Kak bulan jangan nangis nanti mira ikut sedih" Mendengar suara tersebut bulan pun melirik kesamping memastikan siapa yang bicara kepada nya bulan pun terkejut bahkan tubuh nya sekarang bergetar dengan air mata yang setia mengalir
"Mira adeknya bulan, ini benaran kamu kan"ucap bulan sedang mira membalasnya dengan anggukan melihat itu bulan pun langsung memeluk mira sambil menumpahkan semua kesedihannya
"Adek kakak udah pulang, maafin kakak karna ngak bisa jaga adek tapi sekarang kakak pasti akan jaga adek sangat-sangat akan menjaga adek hingga luka sedikit pun tidak akan timbul di tubuh adek" Ucap bulan sambil memeluk mira namun ada yang aneh kenapa mira tidak menjawab nya saat berbicara
Bulan pun melepaskan pelukan tersebut , bulan pun langsung memegang tangan mira dan ingin membawa mira pulang memberi tahu bahwa mira sudah sehat tapi saat ingin membawa mira tiba-tiba mira menghilang
Sekarang bulan tau yang ia lihat tadi itu hanya hayalan semata bukan nyata, bulan memang naif sudah tau mira dirawat bahkan membuka mata saja belum bagaimana ia bisa melihat mira disini, konyol
__ADS_1
"Arkh, kenapa, kenapa orang yang sangat berarti dalam hidup gue selalu diambil kenapa,kenapa" Teriaknya bulan sambil meninju kursi panjang tersebut membuat tangan nya terluka dan mengeluarkan banyak darah namun hal itu tidak membuat bulan merasa kesakitan karena kesakitan yang paling parah ada dihatinya
Didunia lain matahari menerangi kamar yang disana ada pasangan yang masih tertidur pulas. hingga ada pergerakan dari salah satu mereka
"Ehm" Ucap seorang perempuan yang mulai membuka matanya
"Eh" Ucapnya karena walaupun sudah biasa tapi ia tetap kaget karena sekali lagi ia melihat garlantara tidur sambil memegang tangannya tak disangka ia pun tersenyum melihat wajah pria tersebut
"Ganteng" Ucapnya mira sambil mengelus rambut garlantara
Setelah itu zara bangkit dari kasurnya perlahan karena seperti biasanya zara akan mandi dan menyiapkan makanan untuk garlantara.usai mandi dan berpakaian dengan rapi zara pun langsung memasak didapur
...Skipp...
"Lihatlah, ternyata kamu menyimpan seorang perempuan cantik" Ucapnya tersenyum miring
"Karena aku sudah melihat apa yang kau sembunyikanjadi sekarang ia milikku"ucapnya sambil memegang paksa tangan zara
"Jangan gila kamu, cepat lepaskan zara" Ucap garlantara berteriak kepada zabin
"tenang, aku pasti akan melepaskannya tapi aku perlu melakukan sesuatu terlebih dahulu kepadanya setelah itu nanti baru aku kembalikan"ucapnya sambil membelai rambut zara sedangkan zara sudah ketakutan dengan tubuh yang bergetar
"owh atau sekarang aja ya, seperti nya sekarang lebih bagus"
"jangan macam-macam kamu"ucap garlantara
...cuss...
pedang tajam pun langsung menembus keperut zara
"zaraaaa"
__ADS_1
Bammm
garlantara pun langsung bangun dari tidurnya