
Aku masuk kerumah tanpa sepengetahuan yang lain.Aku berjalan kedapur mengambil kue beserta lilinnya,kemudian aku keluar kembali.
Aku berjalan mendekati gali.Gali, sepertinya terkejut melihat aku membawa kue beserta lilin,tapi yang lainnya hanya berekspresi biasa karena mereka sudah mengetahui segalanya.Kemudian semua orang yang ada disini kompak menyanyikan lagu selamat ulang tahun.
Selamat ulang tahun.
Selamat ulang tahun.
Selamat ulang tahun gali.
Selamat ulang tahun.
"Selamat ulang tahun gali."Ucapku tersenyum kepada gali.
Aku bisa melihat ekspresi terkejutnya.Ia bahkan tidak sengaja mengeluarkan air matanya.Tidak,ia bukan nya cengeng hanya saja ini pertama kalinya gali merasakan ulang tahun nya dirayakan.Ia benar-benar menginginkan ini bersama keluarga, teman-teman dan orang yang ia sayangi.
"Hei,ayok tiup lilinnya entar keburu cair."Ucapku menghentikan lamunan gali."Tapi,jangan lupa pejam kan mata terlebih dahulu."
Iapun memejamkan matanya,kemudian ia membuka matanya dan langsung meniup lilinnya.
"Ayok,suapan pertama nya diberikan kesiapa,ya."Ucap marisa
Dan ternyata suapan pertama ia berikan kepada ku kemudian ayah,ibu,kak bulan dan ketiga teman ku.Ia berbicara kepada kami semua.
"Untuk ibu dan papa mira,serta kak bulan,mira dan teman-temannya mira aku ucapin terimakasih.Aku nggak pernah merayakan ulang tahun.Apalagi bersama keluarga yang lengkap seperti ini.Saat aku kecil,aku sempat merasa iri kepada orang tua yang merayakan ulang tahun untuk anaknya.Meniup lilin,memakan kue,dan bercanda.Aku menginginkan itu,tapi orang tua ku tidak akan memikirkan itu yang mereka mau aku bisa menjadi anak yang pintar,sering mendapatkan piala dan mengikuti lomba dimana-mana.Sampai-sampai aku tidak merasakan kasih sayang seorang ibu yang terus menerus berkerja begitu pun ayah.Tapi,berkat kalian aku sekarang bisa merayakan ini semua disertai dengan malam tahun baru ini.Sungguh aku sangat bahagia."Gali mengeluarkan semua isi hatinya yang selama ini ia pendam.Tak apa keluar kan saja semua.Karena menyimpan sesuatu itu menyebabkan sakit bahkan tidak bisa disembuhkan.
"Kamu kan anak ibu juga.Disini juga ada papa,kak bulan."Ucap ibu mira
"Iya,kamu ini bagaimana sih."Ucap papaku memeluk gali.
"Aaaak,udah deh.Gue kan jadi,mewek ni."Ucap marisa dan nara yang kompak.
"Iyanih,kok malah mewek begini.Mending kita makan-makan aja,ya.Kan tadi habis bakar-bakaran."Ucap ibu kepada semua.
"Let's go."Ucap kami semuanya.
Untuk sejenak gali bisa merasakan kebahagiaan yang selama ini ia rindukan.Selalu bahagia gali.Tersenyum.
__ADS_1
~
Waktu sudah menunjukan jam 2 malam.Gali pamit untuk pulang kerumah karena ini sudah sangat malam.Ini kali pertamanya keluar rumah semalam ini.Entah apa yang terjadi ketika ia sudah sampai rumah nanti.
Sedangkan marisa,nara,dan sinta mereka memilih menginap dirumah mira.Lagian orangtua mereka sudah tau semuanya,dan mereka pun sudah meminta izin,jadi tidak masalah kalau mereka bermalam dirumah mira.
~
Sampainya dirumah.Gali,perlahan membuka pintu rumah yang ternyata tidak dikunci.Gali,masuk masuk perlahan-lahan.Tapi tiba-tiba lampu menyalah seketika.Gali sedikit kaget akan hal ini.Ia mengedarkan pandangannya,diruang tamu atau lebih tepatnya,di kursi sofa terdapat sosok ayahnya,yang sedang duduk menatap gali.
"Dari mana kamu?."Ucap ayahnya sambil menatap tajam gali.
Ayahnya gali,mulai berjalan mendekati gali dengan tatapan yang mengatakan bahwa ayahnya sekarang marah besar.Pergi pun tidak ada gunanya maka mau tak mau gali,pun harus menghadapi ayahnya,lagian ini salahnya karena pulang larut malam.
PLAKKK!!!
Ayahnya menampar gali,rasanya pipi gali,perih bercampur panas.
"Sudah berani ya,kamu pulang malam.Dasar anak tidak tau diuntung.Anak sialan.Kamu itu seharusnya bisa membanggakan orang tua yang selama ini sudah membesarkan anak yang penyakitan seperti kamu!!."
SREKKK!!!
Pukulan memang sakit,tapi tidak yang lebih menyakitkan jika,orang tua mengatakan kata-kata yang menusuk seperti itu.
BUKKKK!!!
Ayahnya, mendorong gali hingga ia terduduk dilantai.Kemudian ayahnya mengambil pemukul bola kasti yang seharusnya, untuk bermain,tapi malah dipukulkan ketubuh gali.
Gali,hanya diam saja menahan rasa sakitnya,air mata yang ia tahan.Sekarang dengan sendirinya turun.
Jangan bilang,jika gali lemah.Tidak!!.Ia ini memang salah nya,sekuat tenaga gali,menahan rasa sakitnya,Jadi,jika ia menangis itu bukan berarti ia lemah.Namun,ia memang tidak bisa menahan rasa sakitnya ini.
BUKKK!!!!
BUKKK!!!!
Ayahnya terus memukul-mukulinya dengan pemukul bola kasti tersebut.
__ADS_1
Gali,merintih kesakitan.Menahan sakit yang luar biasa diseluruh tubuhnya,ini sangat menyakitkan.
BUAKKK!!!
Lagi-lagi ayahnya,memukuli nya lagi tepat ditulang kering gali.
"Ayah,hentikan.Kumohon.Aku minta maaf ayah."Ucal gali, yang sudah sangat kesakitan.
"Maaf.Saya tidak butuh maaf kamu.Ini balasan untuk kamu.Pergi saja kamu.Seharusnya kamu tidak hidup gali,"Jawab ayahnya,murka.
"Ayah!!"Teriak ibunya gali, yang baru saja datang.Sepertinya ibunya terkejut.Mungkin.
Apakah ibunya,masih sayang dengan gali,jika iya maka itu sangat berarti untuknya.
"Lihat anak kamu ini.Ini juga salah kamu yang tidak pernah mengajarkan gali, sekarang lihatlah anak kamu ini.Ini sudah jam berapa?,dan anak kamu baru pulang selarut malam ini!!!."
Kini ibunya gali,menatap gali,dengan tajam.
"Benarkah itu gali?"Tanya nya ibunya gali.
Gali,hanya diam tidak menjawab pertanyaan ibunya,sama sekali.
"Anak kamu tidak akan menjawabnya,karena ia tau bahwa ia salah."
Ibunya,diam menatap gali,yang tergeletak tak berdaya dilantai.
"Hukum dia."Setelah mengucapkan itu ibunya,pergi berlalu meninggalkan gali, yang tergeletak dilantai menahan sakit.
DEK!!!
Rasanya, sangat sakit ketika seorang ibu,sama sekali tidak membantunya.Gali,bodoh mana mungkin ibunya, membantu nya.Ini salah gali,jadi gali harus menanggung semuanya.
Ayah gali,masih belum puas memukulnya,sekarang ia menyeret gali,dengan tidak berperasaan menuju kamar mandi.
BYURRR!!!
Ayahnya menyiraminya dengan air dingin.Seluruh tubuh gali,sudah basah.Tidak sampai disitu.Ayahnya keluar dari kamar mandi sejenak kemudian ia kembali membawa racun .Tanpa berperasaan ia memaksa gali,meminum racun tersebut.Mata gali melotot,busa keluar dari mulutnya,dan ia mulai kejang-kejang.Kemudian ayahnya meninggal kan nya disana tanpa rasa kasihan sedikit pun.
__ADS_1
...INGATKAN JIKA ADA TYPO,LIKE AND KASIH HADIAH NYA....