REMAJA HALU

REMAJA HALU
[22]


__ADS_3

"Nak gali,"Panggil nya sang pembantu dari luar kamarnya gali,sudah tiga hari gali tidak sekolah.Sang pembantu khawatir karena gali, jarang keluar kamar.Gali, hari ini belum makan.Sehingga sang pembantu mengetuk pintu kamarnya gali.


Pintu kamar pun terbuka."Ada apa bik"Ucap gali dengan wajah pucatnya.


"Nak gali,ini makanan untuk nak gali,makan dulu.Bibik takut nanti penyakitnya nak gali,makin parah"Ucap sang pembantu yang benar-benar khawatir.Sang pembantu ini bahkan lebih perduli dengannya dibandingkan dengan ibunya sendiri.sungguh miris ya,kehidupan gali.


Gali menatap nampan yang dibawah sang pembantu.Disana terdapat bubur juga nasi beserta lauk-pauknya.


"Bibik bawak aja kembali kedapur"Setelah mengucapkan itu gali, kembali kekamar dan menutup pintu kamarnya.


Dari perawakan gali,sangat menyedihkan.Badan tambah kurus,pucat seperti mayat hidup,dan tidak punya semangat hidup.Sang pembantu hanya bisa menarik napas lelah melihat kelakuan anak majikannya ini.Gali, benar-benar tidak mencintai tubuhnya sendiri.


Sang pembantu kembali kedapur meletakkan makanan yang ia bawah tadi.Kemudian sang pembantu teringat sesuatu.Saat itu bibi melihat gali diantar seorang perempuan.Dan berkat adanya perempuan tersebut sedikit demi sedikit gali lebih menyayangi tubuhnya.Apakah ia harus mencari nomor hp perempuan tersebut.Sepertinya jawabannya iya.


Sang pembantu berjalan menuju ruang tamu.Ia memegang hp ruang tamu dan menelpon gurunya gali yang ada disekolah.Sang pembantu bisa menelpon salah satu guru karena nomor hp guru pasti ada.Orang tua gali sering mencatat nomor hp guru gali.Tujuannya sudah pasti untuk mengetahui prestasi anaknya tersebut.Orang tua gali sangat terobsesi agar anak satu-satunya itu menghasilkan prestasi.Dan jika gali tidak mendapatkan prestasi akibatnya gali sering dipukuli oleh orangtuanya sendiri,Sering dibentak yang membuat tubuhnya menjadi tidak bisa seperti tubuh orang yang biasanya.Hal inilah yang menyebabkannya mendapatkan penyakit jantung itu.


Sang pembantu sudah tau sekarang nomor hp mira, sekarang tujuannya adalah menelpon sang perempuan tersebut.


Sang pembantu sudah beberapa kali menelpon namun mendapatkan respons.Satu kali.ya,satu kali lagi.Sang pembantu menelpon mira, satu kali lagi.Dan akhirnya mira mengangkat panggilan dari seseorang yang mira tidak kenal.


"Halo?"Ucap mira dari seberang sana.


"Iya halo.Ini benar dengan non mira,"Ucap sang pembantu


"Iya"


"Non,ini bibik pembantu nak gali,"


"Oh ya,kenapa bik?"


"Non,bisa tolong bantu bibik?"

__ADS_1


"Bibik butu bantuan apa.Nanti kalau mira bisa bantu nanti mira bantu bik"


"Non,bisa kerumah nak gali, tidak?"


"Bisa.Tapi,kenapa bibik ingin saya kesana?"


"Nak gali,mogok makan non.Bibik khawatir karena wajahnya pucat, badannya kurus,rambutnya acak-acakan.Disuruh makan nak galinya malah nggak mau makan.Bibik bingung makanya bibik mau minta bantuan non"


"Iya bik.Mira kesana"


Setelah panggilan tersebut mira mulai bersiap-siap untuk kerumah gali.Mamanya mira yang melihat mira ingin keluar pun bertanya.


"Mira,kamu mau kemana sayang"Mira yang mendengar mamanya memanggil.Mira,pun berbalik menghadap mamanya.


"Ma,mira pergi sebentar ya,nanti mira pulang sebelum jam 4 sore.Mira,janji ma"


"Yaudah.Tapi,kamu harus diantar pak supir.Mama nggak mau kejadian waktu itu terjadi lagi"Ucap mamanya mira yang khawatir.Mira hanya mengangguk pasrah.Ia juga tidak mungkin menolak keinginan sang mama.


~


Pintu kamar gali diketok lagi.Namun sang pemilik kamar sepertinya berniat tidak ingin membuka pintunya.Mira memegang gagang pintu kamar tersebut dan ternyata tidak dikunci.tanpa persetujuan dari pemilik kamar mira membuka pintu kamar tersebut dan langsung masuk kekamar gali.


Mira melihat gali tertidur lelap dibalik selimutnya.Mira,bisa melihat keadaan gali yang sangat kacau.Dari pertama kali ia bertemu gali sampai saat ini ia melihat gali tidak ada perubahan.Wajah yang selalu pucat itu seperti nyaman menetap.


"Gal,bangun dulu"Ucap mira memanggil gali dengan lembut.Namun sepertinya gali tidak berniat ingin membuka matanya.


"Ma,pa,gali nggak kuat lagi.Tolong jangan kekang gali.Gali capek pa"Ucapnya gali dengan mata yang masih tertutup.Mira yang mendengar itu mulai memegang punggung tangan gali.


"Gal,ini gue mira,bukan papa ataupun mama lo"Sepertinya dugaan mira benar bahwa kejadian waktu itu pasti ada hubungannya dengan gali.Mira,ingat betul suara gebrakan dari pintu kamar gali.Dan itu sepertinya suara papanya gali.Apa mungkin selama ini gali mendapatkan kekerasan dari orangtuanya.


Perlahan gali,membuka matanya.Gali,merasa ada perempuan yang selama ini ia rindukan.Apakah ini mimpi?.Gali mengubah posisinya menjadi duduk.Ia ingin menstabilkan tubuhnya.Dirinya tidak mau berhalusinasi seakan-akan melihat mira.Keadaanya sudah parah,jangan sampai ia berhalusinasi lagi dan mengakibatkan dirinya merasa seperti pecundang.

__ADS_1


Berkali-kali gali mengusap wajahnya.Berharap wajah mira menghilang dari hadapannya.Mira yang bingung dengan kelakuan gali sontak kembali bicara.


"Gal,lo kenapa?"Tanya mira kepada gali.Membuat gali kaget.Jangan-jangan ini bukan mimpi.


"Mi....Mira,"Ucap gali gugup.


"Ya,"Jawabnya mira.


Sepertinya ini bukan mimpi.Mira mengambil makanan yang ada dinampan yang ia ambil dari sang pembantu tadi.


"Ini makan dulu.Jangan buat tubuh lo menderita.Kalau lo nggak mau makan setidaknya makanan ini untuk tubuh lo"Ucap mira sambil menyodorkan bubur kemulut gali.


Gali menerima suapan dari mira.Sedikit-demi sedikit gali makan-makanan yang disodorkan mira.


Dibalik pintu sang pembantu tersenyum melihat suasana tersebut.Berkat mira,gali mau makan.Sekarang sang pembantu tidak merasa khawatir lagi dengan keadaan gali.


~


Hari ini mira mulai sekolah kembali setelah satu bulan lamanya ia menetap dirumah sakit dan dirumahnya sendiri.Mira, berjalan sambil melihat-lihat kembali sekolahnya yang amat ia rindukan.Dan jangan lupakan dengan gaya jalan mira yang cool serta tak lupa pula permen karet yang ada di mulutnya.


Sesampainya dikelas mira sedikit aneh dengan kelas nya ini.Biasanya kelasnya ini sudah terbuka.Namun, sekarang yang kira lihat pintu kelasnya tertutup tetapi,tidak dikunci.Mira,perlahan mendorong pintu tersebut.


DORRR!


Semua yang ada didalam kelas heboh.Ada yang berteriak,ada yang sorak-sorak,Bahkan ada yang menirukan suara burung.Mira,mengangkat alisnya sebelah.Sebenarnya apa yang mereka lakukan ini.


"Miraaaa!"Teriaknya marisa,nara,dan sinta.Meskipun,sinta tidak seheboh nara dan marisa yang suaranya mengalahkan toa.


Mereka menghampiri mira yang masih tidak bergeming sedikit pun.


"Surprise,mira"Ucap semua yang ada dikelas dengan kompak

__ADS_1


__ADS_2