
Aku memalingkan wajah ku karena entah mengapa air mata ini turun dengan sendirinya.Selama ini aku bahkan jarang menangisi laki-laki kecuali orang-orang yang memang dekat dengan ku itupun kalau memang ada kejadian yang memang betul-betul bisa membuat ku sedih.
Aku mengusap air mata ku,aku tidak bisa memperlihatkan wajah yang dibanjiri dengan air mata ini.Aku terus mengusap air mata ini,tapi mengapa rasanya,jika aku mengingat hal-hal yang bersangkutan dengan gali aku menjadi sedih.Bahkan,air mata ini tidak mau berhenti.Dasar bodoh.Padahal gali ini bukan siapa-siapa bagi mira,tapi mengapa rasanya.Arkh,sudahlah.Semuanya tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata.Yang terpenting sekarang aku harus segera menghapus air mata ini secepatnya.
Tiba-tiba tangan ku dipegang dari arah belakang,dan ternyata itu gali.Mungkin ia mendengar aku menangis itulah sebabnya mungkin ia terbangun.
"Kenapa?"Tanya nya gali padaku.
"Apanya yang kenapa?"Bukannya menjawab.Aku malah membalikkan pertanyaan.
"Jangan mengalihkan pembicaraan mira.Kenapa nangis?."Tanya nya lagi gali.
"En...ngak kok.Aku nggak nangis.Sok tau deh kamu."Elaknya aku dengan gugup.
Tangan gali,pun terangkat memegang pipiku,dan tak lupa tersenyum.
"Jangan nangis.Aku nggak mau kamu mikirin hal yang nggak penting hingga nanti bisa buat kamu sakit."
"Apaansih.Ini tu penting gali,kamu tau nggak apa yang aku pikirin.Nggak kan.Aku tu mikirin kamu yang selalu luka-luka begini.Aku nggak mau liat kamu begini.Kalau disekolah dibully harusnya kamu bales biar mereka nggak sembarangan mukul kamu.Ini pasti ulah mereka kan."Ucap ku panjang lebar yang emosi kepada gali,tadi apa katanya, nggak penting.Jelas-jelas ini penting.Ngeselin banget deh.
Tu kan.Bukannya marah gali malah tersenyum.Benar-benar deh.
"Aku senang kamu ngehawatirin aku.Aku baru pertama kali dihawatirin seseorang.Terima kasih,ya."
Akupun salah tingkah."Eh,nggak usah berterimakasih.Aku heran deh sama kamu.Masa gini aja terimakasih."Ucap ku padanya,memang sih.Dia ini sangat baik.Apa-apa terima kasih padahal kan belum tentu juga itu baik untuk nya.
"Nggak perlu heran."Ucapnya."Mira?"Panggil nya gali.
"Iya."
"Aku cuma mau bilang bahwa..."
"Bahwa."Aku pun mengulangi perkataan nya.
"Bahwa, jangan pernah tinggalin aku."Ucapnya dengan lantang.
DEKKK
Gali ini sebenarnya kenapa?kok bilang begitu.Memangnya kenapa kalau aku ninggalin dia.Kan nggak mungkin langsung meninggal.
__ADS_1
"Memang nya kenapa?"Tanya ku padanya.
"Karena kamu sangat berarti mira."
Yaampun salting kan.Bisa-bisanya ngomong nya selancar itu.
"Udah deh.Aku nggak akan ningallin kamu.Lagian kamu disini sendirian nanti siapa yang ngerawat kamu kalau sendirian.Ya,kan."
"Ia.Mira,aku mau keluar lihat taman yang ada dirumah sakit ini boleh kan."
"Kayaknya boleh deh.Lagian kamu pasti bosan kan didalam ruangan yang penuh bau obat begini."Ucap ku memang juga nggak nyaman dirumah sakit.
"Iya."
"Yaudah bentar.Aku nyari kursi roda buat kamu.Kamu nggak boleh kecapean kalau mau keluar.Ingat,jangan keluar kamar."Ucap ku mengingatkan nya.
"Iya."
Akupun menyari kursi roda untuk gali.Aku menanyakan sama suster.Dan, ternyata aku bisa menemukan kursi roda untuk gali.
"Sini aku bantu naikin."Ucap ku membantu gali agar bisa duduk dikursi roda.
Selesai menaikan gali dikursi roda akupun mendorong kursi roda tersebut.Aku mendorong kursi roda itu hingga sampai ditaman.
Aku memandanggi gali, yang terlihat nyaman dengan suasana taman ini.Gali masih duduk dikursi rodanya, sedangkan aku duduk dikursi taman.
Tiba-tiba gali,membuka matanya, membuat ku mengalihkan pengelihatan ku kearah lain.
"Mira, tolong bantu aku berdiri."Ucapnya padaku.
"Kamu kuat."Ucap ku menanyakannya.Takutnya nggak kuat.Nanti bisa-bisa terjengkang ni.
"Iya."
Aku pun membantunya,berdiri hingga akhirnya ia bisa berdiri walaupun masih bertopang dengan ku.Gali berjalan perlahan-lahan.Aku pun terus memegang tangan nya agar ia tidak terjatuh.Ia berhenti tepat didepan bunga yang bermekaran dengan indah.Ia memilih bunga itu hingga akhirnya mengambil bunga yang dirasa paling cantik.
Mata ku terus melihat kearah gali,melihat apa saja gerak-geriknya,entah mengapa melihatnya membuat ku tak bisa berpindah kearah lain seakan candu melihat wajah tampannya.
~
__ADS_1
Ia mengahadap kearah ku.Dan, ternyata ia memasang kan bunga tersebut diatas telinga ku.
Ia pun tersenyum."Cantik."Pujinya padaku.
"Emmm.Terimakasih."Jawab ku gugup.
"Itu kenapa wajahnya merah?."Tanya nya padaku.
"Iya kah."
Ia pun mengangguk tersenyum.
Haduh, bisa-bisanya aku salting.Kan jadi, ketahuan kalau begini.
"Hehe,mungkin karena udara diluar terlalu dingin."Hadeh,ini juga kenapa alasan aku,jadi melenceng begini sih.
"Yaudah, mending kita masuk lagi aja.Kayaknya,ini mau hujan badai."
"Iya,ayok kita kekursi roda kamu biar aku dorong."
Aku memegang tangan gali,lagi agar ia bisa duduk dikursi rodanya.Setelah itu aku mendorong kursi rodanya sampai keruangan.Dan,ia pun berbaring kembali.
Hingga ada petir yang sangat kuat membuat ku menjadi kaget dan tak sengaja berteriak.Begitupun gali yang kaget mendengar teriakan ku.
Gali memegang tangan ku menenangkan ku.Namun,sialnya lagi-lagi petir itu mengulangi suaranya hingga membuat ku tak sengaja memeluk gali.
Jangan bilang kalau aku modus.Nggak, siapapun yang mendengar suara petir yang begitu kuat seperti ingin merobohkan rumah sakit.
"Tenang mira.Ada aku."Ucapnya sambil mengusap punggung ku.
"Aku takut.Petirnya sangat kuat gali."Ucapku gemetaran.
Inilah kenapa aku tidak mau mendengar suara petir karena dibalik ini punya kisah yang membuat ku bisa saja trauma.
Jika kalian bilang tidak ada yang bisa membuat seseorang takut.Itu bohong.Semua orang pasti mempunyai ketakutan walaupun hanya satu ketakutan.
"Udah,nggak perlu takut.Aku disini."
Aku terus memeluk gali,aku benar-benar takut.Dan, dengan sabarnya gali terus mengelus punggung ku sampai aku merasa lebih baik.Jika dirasa sudah baik akupun langsung melepas pelukan gali.Secepat mungkin aku berpindah kesofa dan mencoba menidurkan ku tanpa berkata-kata kepada gali.
__ADS_1
Aku bukan nya mengabaikan gali,tapi aku benar-benar takut hingga akhirnya...
...HALO,APA KABAR NI SAMA PEMBACA REMAJA HALU.JANGAN LUPA LIKE DAN KASIH HADIAHNYA.OH,YA KOMEN DONG BIAR NGGAK SEPI KAYAK KUBURAN GITU, HEHE....