REMAJA HALU

REMAJA HALU
[23]


__ADS_3

Ternyata semua ini adalah ulahnya marisa,nara,dan sinta.kalau menurut mira ini memang terlalu lebay sih.Namun, walaupun ini cukup lebay tapi,mira,menerima semua ini.Itu artinya teman-teman dikelasnya ini perhatian kepadanya,dan mira senang akan hal itu.


"Mir"Ucap marisa namun tidak direspon mira.Marisa pun melihat kearah nara dan sinta kenapa tiba-tiba mira melamun.Namun,mereka hanya mengangkat kedua bahu mereka pertanda tidak tau.Marisa, memutuskan untuk memanggilnya lagi.


"Miraaaaa"Teriak marisa yang membuat mira kaget.Bukan hanya mira namun teman mereka satu kelas semuanya kaget mendengar teriakan aduhay sih marisa ini.


Mira menatap tajam marisa."Hehe,maaf lo kaget ya?" Cengirnya marisa kepada mira.


Mira menggelengkan kepalanya.Sungguh mira tak habis pikir dengan kelakuannya marisa ini.


"Iya,nggak papa.Btw ini kejutan untuk gue ya?"Tanya mira


"Bukan,ini bukan kejutan untuk lo"Jawab seluruh orang yang ada dikelas itu.Pertanyaan macam apa itu.Udah tau kejutan itu untuk dia,masih aja nanya.


"Wow,santai wahai teman-teman ku.Gue tadi cuma bercanda"Ucapnya mira dengan tenang.


Sontak semua tidak lagi heboh dan,mereka semua kembali kemeja mereka masing-masing seperti tidak terjadi apa-apa.


"Lo,arkhh benar-benar ya,gue,nara,sinta udah usaha bujuk-bujuk teman satu kelas.Eh,Lo malah ngehancurinya dalam waktu tiga puluh menit"Ucap marisa yang kesal.


"Yaudah, biarin aja"Mata marisa pun membulat mendengar perkataan sahabatnya ini.Dan, yang lebih paranya lagi nara,sinta juga mengiyakan perkataan mira.


Dengan hati yang terbelah dua marisa, duduk kemejanya sendiri.begitupun dengan sinta dan nara.


Tringggg!!!


Bel masuk kelas telah berbunyi pertanda bahwa siswa agar masuk kelas mereka masing-masing karena pelajaran akan dimulai.Semua siswa sekarang didalam kelas diantaranya ada yang memperhatikan guru dan diantaranya juga ada yang tidak memperhatikan gurunya.


Pelajaran terus berlangsung cukup lama hingga akhirnya bel istirahat pun berbunyi.Mira dan kedua sahabatnya bergegas kekantin untuk mengisi perut mereka yang mulai menimbulkan bunyi.


"Mau pesan apa?"Ucap marisa.


"Gue bakso"Jawab mira.


"Lo,"Ucap marisa kepada sinta.

__ADS_1


"Aku samain aja sama mira"Ucap sinta.Kali ini nara juga ingin menjawab namun, ucapannya dipotong marisa.


"Ets,lo bantu ikut gue.Bantuin soalnya tangan gue cuma dua"Ucap marisa


"Hish,lo ya,"Nara pun mendesah


Dengan berat hati nara menemani marisa memesan makanan untuk mereka.Sedangkan sinta dan mira menunggu dimeja kantin.


Brakkk!!!


"Gimana sih lo,kalau jalan itu yang bener.Dasar penyakitan"


Seluruh siswa yang ada dikantin menoleh kearah sumber suara.Setelah mendengar suara gebrakan yang cukup keras itu.Dan,suara bentakan tak kalah keras dengan gebrakan yang ia lakukan membuat seisi siswa yang ada dikantin teralihkan kearanya.


Mataku memicing,melihat sesuatu yang sedang ribut diseberang sana.


"Itu kenapa ya,"Ucap sinta kepada mira.


Aku yang sedang duduk bisa melihat bahwa empat orang yang sedang memaki-maki seseorang yang hanya diam saja ketika empat orang laki-laki itu memakinya.Empat orang laki-laki itu memang dikenal suka membuli makanya sekarang siswa yang takut kepada mereka hanya diam saja tanpa berniat membantu.Tapi,buakankah itu.


Ga...Gali


Kedua tangan ku mengepal.Aku kesal.Apa mereka itu tidak punya peri kemanusiaan?.Dengan seenaknya mereka melakukan itu.Dasar gila.


Aku langsung berdiri dari meja hendak melangkah menuju ketempat gali.Namun,sinta menghentikan ku.


"Jangan kesana,itu bahaya mira"Ucapnya sinta khawatir.


"Gue nggak bisa diem aja sin.Lo,tenang aja gue baik-baik aja"Ucap gue menenangkan sinta.


Setelah itu aku langsung berlari mendekati gali yang keadaanya cukup parah.Aku geram melihat gali tidak membalas perbuatan mereka.


Brukkk!


Aku mendorong salah satu diantara mereka yang sedang menendang kaki gali.Ketiga temannya pun langsung membantu temannya yang sekarang sedang terduduk dilantai karena ulah ku.

__ADS_1


Semua siswa menatap kearah ku dengan wajah yang terkejut.Termasuk gali yang saat ini tak kalah terkejut melihat ku mendorong salah satu laki-laki yang memukuli nya tadi.


"JING"Umpat laki-laki yang ku dorong tadi.


"Lo,nggak usah ikut campur deh.Ini urusan laki-laki entar nangis lagi"Ucap ketua pembulian kemudian ia tertawa.Melihat itu semua siswa yang ada disana ikut menertawakan ku.


Dasar,mulut mereka ini mulut sampah yang bisanya hanya menjelekan saja.Rasanya aku ingin meninju mereka satu-persatu.


"Jaga mulut lo"Aku menatap tajam kearah ketua mereka."Dasar sampah masyarakat"Ucap ku menjelekannya.


Aku menarik tangan gali,ku ajak gali pergi dari sana.Menerobos keempat laki-laki yang mengejekku.Aku mencengkram dengan kuat tangan gali.


Aku marah,aku kesal melihat gali tidak melakukan pembelaan terhadap dirinya sendiri.


Kenapa gali mau diinjak-injak harganya dirinya sendiri seperti tadi?kenapa?


Dengan emosi yang membuncah aku membawa gali keluar dari kantin.Dan,membawanya pergi kemanapun aku mau.Aku terus berjalan dengan emosi yang terus meletus-letus seperti gunung berapi yang mengeluarkan laharnya.


Namun, ditengah perjalanan langkah ku dihentikan ketika tangan yang aku cengkram berhenti.Aku menoleh kebelakang.Ia menatap ku dengan tajam.


"Apa?kenapa melihat ku begitu? harusnya aku yang marah.Lagian kenapa hah kamu diem aja ketika seseorang melakukan itu kekamu?Mau, seluruh tubuhmu itu dipenuhi dengan lebam-lebam? mau?"Aku mengoceh panjang lebar dihadapannya.


Dia hanya diam ketika aku mengoceh dihadapannya.Dia bahkan menundukkan kepalanya dihadapan ku tanpa berniat membalas ucapanku.


"Gal..."Aku menarik napas


"Kamu kenapa?"Ucap ku memelankan suaraku.


Kemudian ia mengangkat kepalanya dan menatap mata ku.Bukan,itu bukan tatapan marah,itu tatapan yang siapa pun melihatnya akan terdiam karena tatapannya begitu dalam.


"Aku baik-baik aja"Ucapnya kepada ku dengan senyuman yang sedikit dipaksakan.Senyuman terpaksa nya itu sungguh sangat-sangat terlihat.


"Aku,senang melihat kamu begitu perduli kepada ku.Ini,pertama kalinya aku dikhawatirkan seseorang.Terima kasih ya,dan,"Ia berhenti sejenak.


"Dan,apa?"Tanya ku kepadanya.

__ADS_1


"Bisakah kau tetap bersama ku"Entah apa yang ada dipikiran ku.Aku menganggukan kepala ku begitu saja.Ia tersenyum.Kali ini senyumnya begitu tulus.Sunguh, itu sangat manis.


...INGATKAN JIKA ADA TYPO.OH, YA,SEMOGA CERITA NYA BISA NGEHIBUR KALIAN....


__ADS_2