
Orang mana pun yang melihat gali,memang akan bisa terlihat bahwa gali ini orang yang kurang sehat.Wajar saja orang tau karena wajah pucatnya itu sangat menunjukannya.
"Iya,paman."
Setelah mengucapkan itu gali keluar untuk membuang sampah.Aku yang dari tadi memperhatikan gali dari luar warung ini langsung menyapa gali.
"Gali."Teriak ku dari arah belakang gali.
Dia menoleh kearah ku.Ia terkejut melihat ku.Mungkin,saat pulang sekolah tadi ia hanya menganggap aku cuma bercanda ingin kewarung ini,tapi nyatanya aku tidak berbohong.Jika aku ingin datang maka aku akan datang.Ia sedikit cepat berjalan kearah ku menyemberangi jalan karena pembuangan sampahnya ia harus menyemberang jalan.
"Kamu baru sampai atau sudah lama disini?."Tanyanya kepada ku.
"Aku belum lama datangnya,baru saja malahan."Ucapku kepadanya sambil tersenyum.
Diapun mengangguk kemudian ia mengajak ku untuk masuk kewarung ini.Akupun masuk duduk dimeja bersama gali.
"Kamu udah lama,ya bekerja disini?."Tanya ku kepadanya.
"Iya."
"Kenapa harus kerja? bukannya aku mau sok tau,tapi kan rumah kamu besar dan menurut ku kamu itu berkecukupan gal."
"Tidak,itu bukan rumah ku,tapi rumah orangtua ku mira."
Iya juga sih,tapi kan membiayai seorang anak itu kan tugasnya orangtua.
"Iya, maksudku kenapa harus kerja kan masih sekolah?."
__ADS_1
"Nggak papa.Ini untuk tambahan uang ku aja."Jawabnya.
"Tapi.."Belum sempat aku menjawab gali,harus bekerja lagi karena ada pelanggan yang datang.
Aku berniat ingin membantu,tapi gali tidak mengizinkan katanya nanti aku capek dan,dia tidak mau melihat aku kecapean.Padahal aku ingin sekali membantu gali.
Pelanggan terus berdatangan dan, sepertinya gali kewalahan dengan pelanggan.Aku benar-benar tidak bisa kalau hanya berdiam seperti ini.Aku akan bantu gali.Aku mendekati gali yang sedang mencatat pesanan pelanggan.Akupun langsung mengambil catatan itu.
Ia pun menoleh kearah ku."Sini biar aku aja yang catat pesanannya,kamu bisa kedapur ambil pesanannya sekalian bantuin masak.Tenang aja aku nggak akan kecapean cuma nyatet doang nggak akan bikin aku capek gal."Ucap kepadanya.
Ia pun menarik nafas terpaksa.Sepertinya ia akan terus mengalah deh sama aku.Ia kembali kedapur,dan aku langsung mencatat pesanan pelanggan.
~
Sekarang sudah waktunya gali, pulang kerja.Aku nggak menyangka ternyata walaupun cuma mencatat,tapi lumayan menguras tenaga.Aku saja sudah begini bagaimana dengan gali yang setiap hari bekerja, pasti sangat capek kan.
Kami sekarang sedang menunggu mobil yang dikirim kak bulan.Kata kak bulan ia akan mengirimkan seseorang supir untuk mengantarkan ku pulang.Aku mau-mau saja apa yang dibilang kak bulan,kan lumayan,gali jadi hemat uang karena nanti aku akan mengantarkan gali terlebih dahulu.Ini sama sekali tidak diketahui oleh gali.
Aku tersenyum."nggak kok.Aku mah kuat gal."Membuat gali ikut tersenyum.
Mobil yang disuruh kak bulan sudah ada aku pun naik kemobil namun gali ia tidak naik kemobil pikirnya aku saja yang pulang.Aku pun membuka kaca mobil.
"Gali,ayok naik biar sekalian dianter."Ucapku padanya
"Nggak..."Belum sempat menjawab aku sudah memotong pembicaraannya.
"Nggak boleh nolak.Kalau nggak aku marah nanti."Acamku kepadanya.Lahi dan lagi ia mau mengalah karena ku.
__ADS_1
~
Hari ini hari libur,jadi kami tidak sekolah.Aku mengajak gali, untuk kerumah ku hari ini karena aku akan mempersiapkan sesuatu untuknya,tapi ia tidak mengetahui itu.Ia mau,tapi katanya nanti tunggu sampai selesai ia bekerja.Aku pun mengiyakan apa kata gali.
Aku menunggu pesan dari,gali,tapi sepertinya masih lama.Padahal waktu sudah menunjukan jam enam sore.Aku sudah lesuh, sepertinya gali tidak akan datang.Namun,diluar dugaan ternyata gali datang.Tapi,ia tidak datang dengan mobil aku bisa melihat dari jendela kamar ku kalau gali,datang dengan berjalan sedikit berlari.Aku yang melihat itu langsung turun kebawah untuk melihat gali, sepertinya ia sangat kecapean akibat dari berlari.
Ia masuk melewati pagar rumahku ketika ia mendapatkan izin dari satpam. Sedangkan aku sudah menunggu didepan pintu rumah ku.
"Kenapa berjalan kan bisa naik taksi?."Tanya ku kepada gali, yang sekarang sudah dihadapan ku.
"Aku naik taksi,tapi diperjalanan mobil taksinya pecah ban,jadi karena aku tidak mau kamu menunggu lama maka aku berjalan saja."Pernyataan gali membuat ku terharu.Entah mengapa aku ingin menangis.
Dan,tentu saja air mataku turun begitu saja.Aku sekarang sedikit cengeng,aku baru pertama kali diperlakukan seperti ini.Walaupun ini termasuk perlakuan kedua dari laki-laki yang tidak mempunyai ikatan dengan ku.Yang pertama adalah garlantara dan kedua adalah gali.Tapi aku merasa bahwa gali dan garlantara adalah orang sama namun, dengan nasib yang berbeda.
"Jangan nangis mira."Ucapnya
"Eh, enggak kok aku nggak nangis.Tadi cuma kelilipan doang."Ucapku berdusta.
"Yaudah, sekarang kita masuk dulu ini kan magrib."Ucapku mempersilahkan gali untuk masuk kerumah
Sampai nya didalam rumahku disini juga ada marisa,nara,sinta,dan kak bulan.Mereka ada didapur sedang membantu ibu menyiapkan segalanya.Aku ini memang agak sedikit,ya seperti itulah.Orang lagi sibuk aku malah nggak bantuin hehe.Oh,ya kalau kak bulan ada dikamar nya katanya ada kerja mendadak makanya ia harus kekamar untuk menyelesaikan pekerjaannya.
Waktu sudah menunjukan jam sebelas malam.Ya, acaranya memang malam makanya aku takut kalau kali tidak mau,tapi nyatanya ia mau.Aku sangat senang.
Kami sudah keluar rumah melakukan bakar-bakaran seperti bakar daging ayam,bakar jagung,bakar sosis,dan lainnya,tapi maaf,ya disini nggak bakar mantan entar dosa hehe.Aku sangat senang bisa berkumpul seperti ini.Sangat lengkap.Sejenak aku bisa melihat ketenangan melihat senyum gali, malam ini.Gali sedang berbincang dengan kak bulan,dan papa.Entah apa yang mereka bicarakan sepertinya sangat seruh.
Sebentar lagi akan tepat jam dua belas malam.Aku pun memanggil papa,kak bulan,dan gali untuk mendekat.Kami masing-masing sudah memegang kembang api.Dan,tepat jam dua belas kami menyalahkan kembang apinya.Sangat indah dilangit melihat kembang api yang berhamburan berwarna warni apalagi ketika bersama dengan keluarga dan teman.Aku tersenyum,kemudian aku tidak sengaja bersitatap dengan gali.Aku pun tersenyum kepada gali begitupun gali ia pun tersenyum kepada ku.Sekarang saatnya aku memberikan kejutan kepada gali.Aku masuk kerumah tanpa sepengetahuan.....
__ADS_1
...LIKE,AND HADIAH,YA...