
Shopia mencoba mengikuti mereka diam-diam. Matanya melotot saat melihat sesosok wanita yang keluar dari restoran bawah tanah.
Ia berjalan mundur saat melihat wanita itu dan terjatuh ke tebing.
Sesosok wanita menyambar tubuhnya dan membawanya kembali ke restoran.
Ia kemudian membaringkan tubuh Shopia ke ranjangnya.
"Tidurlah dan lupakan semuanya," ucap wanita itu kemudian meninggalkannya
...🍁🍁🍁...
Karrie yang kecewa dengan pernyataan Angela menemui Perseus untuk melaporkan kejadian itu kepadanya.
Meskipun Perseus memiliki sifat keras kepala seperti putrinya Angela, namun Karrie merasa jika ketua Klan Kesatria itu akan mendengar pendapatnya.
Benar saja, Perseus seketika murka saat mengetahui banyak pemburu terbaiknya yang menghilang di Lantai 13.
Mengetahui banyak pemburu terbaiknya menghilang misterius membuat Perseus membuat sebuah maklumat.
Sang ketua Klan Kesatria itu sengaja melarang para pemburu level 3, 4, dan 5 untuk mendatangi lantai 13.
Untuk menghindari Pemburu yang membandel, Ia bahkan menutup dan menyegel lantai itu demi keselamatan para pemburu.
Sepulang menyegel pintu lantai 13 Perseus sengaja mampir ke restoran misterius yang di duga menjadi penyebab menghilangnya para pemburu di lantai 13.
perseus bersama dengan dua panglima perang ksatria yaitu kari dan juga Helios memasuki restoran itu.
Seperti restoran pada umumnya, tak ada yang ganjil saat mereka memasuki restoran tersebut.
Dua orang gadis cantik segera menyambut kedatangan mereka dan menyapanya dengan ramah.
"Selamat datang di restoran kami," ucap salah seorang dari mereka kemudian dua wanita itu dengan ramah mengarahkan mereka ke tempat duduk yang kosong dan memberikan menu makan siang kepadanya.
"Silakan panggil kami setelah menemukan menu makan siang yang kalian suka," ujar salah seorang dari mereka kemudian meninggalkannya.
Perseus mulai membaca buku menu itu kemudian memilih salah satu menu.
Ia kemudian memanggil gadis itu dan memintanya untuk mempersiapkan menu itu untuk makan siangnya.
__ADS_1
Tapi sayangnya kedua wanita itu menolak pesanannya karena restoran mereka hanya melayani take away dan itupun hanya untuk para pemburu yang akan berburu ke lantai 13.
"Maaf sekali Tuan, tapi jika anda benar-benar menginginkan menu makanan restoran kami, maka silakan berburu ke lantai 13, dan karyawan kami akan mengantarkan makanan tersebut kesana tepat waktu," ucap gadis itu
Perseus menarik sudut bibirnya, lelaki itu terlihat menyembunyikan kemarahannya dibalik senyum sinisnya.
Tak ada pilihan lain baginya selain berburu ke lantai 13 demi menyelidiki restoran itu.
Karrie dan Helios begitu mengkhawatirkan Perseus saat lelaki itu benar-benar memutuskan untuk berburu ke lantai 13.
"Apa Anda benar-benar akan berburu ke lantai 13, bagaimana jika itu adalah sebuah jebakan?" tukan Karrie
"Sebagai seorang pemburu yang sudah merasakan ganasnya monster di lantai 59, lantai 13 bukan suatu ancaman bagiku, jadi jangan khawatir," jawab Perseus
"Tapi ketua, meskipun tak ada larangan bagi pemburu level S berburu di lantai 13 tetap saja aku merasa ini sebagai jebakan. Bagaimana jika anda menugaskan aku saja, aku yakin akan menemukan keganjilan di lantai itu," tegas Karrie
"Seorang pemimpin yang baik akan berdiri paling depan saat bahaya mengancam Klan nya. Aku tidak akan membiarkan satupun anggota Klan Kesatria menjadi korban lantai 13 lagi. Jadi aku akan membuktikan sendiri apa yang terjadi dengan mereka di lantai misterius itu," jawab Perseus kemudian bergegas pergi menemui pelayan restoran
Setelah membayar makannya ia pun bergegas menuju ke lantai 13.
Karrie dan Helios mengantar kepergiannya hingga ke bibir pintu.
Merasa jebakannya tepat sasaran sang pemilik restoran kemudian memanggil Nana untuk mengantar makan siang untuk Perseus.
"Apa monster di lantai 13 benar-benar menakutkan hingga ketua turun tangan untuk membantainya?" ujar gadis itu
"Aku rasa dia hanya ingin menjajal kemampuannya karena usianya tak lama lagi," jawab pemilik restoran membuat Nana terkejut mendengarnya.
"Bagi seorang manusia, mati dan menua adalah sudah menjadi kodratnya .Jadi jangan terlalu terkejut," tukas wanita itu kemudian memberikan rantang makan siang kepadanya.
Sebelum Nana pergi, ia juga memberikan tawaran menggiurkan kepada gadis kecil itu.
"Karena misi pertama ku sudah tercapai, maka aku ingin kau menyelesaikan misi kedua ku. Apa kau bersedia?"
Seketika Nana langsung mengangguk setuju tanpa berpikir lagi. Apalagi saat melihat wanita itu memberikan dua kantong koin emas kepadanya.
"Lalu apa yang harus aku lakukan selanjutnya?" tanya Nana begitu penasaran
Wanita itu kemudian membisikkan sesuatu kepadanya.
__ADS_1
Hampir saja Nana menolak tawaran itu saat mengetahui dirinya harus menggiring Andro ke lantai 13.
Tidak di pungkiri Nana begitu khawatir jika Andro akan menghilang seperti pemburu lain yang berburu di lantai itu.
Namun tiba-tiba jiwa elfnya mengatakan jika ia tak perlu khawatir karena kemampuan Andro sudah berkembang pesat jadi aia tak perlu mengkhawatirkannya.
Ia yakin Andro akan bisa mengalahkan monster di lantai 13 dan keluar dengan selamat.
Selesai mengantar makanan untuk Perseus Nana kemudian menemui Andro di gerbang Menara dunia bawah.
Hari itu ia berpura-pura untuk menjadi pendukungnya lagi agar pemuda itu tak mencurigai niat busuknya.
Dengan kepolosannya Nana berhasil membujuk Andro menuju lantai 13 dan mengabaikan larangan berburu di lantai itu.
Keduanya tampak begitu tegang saat memasuki lantai 13 yang begitu misterius.
Meski sedikit was-was namun Andro berusaha menghilangkan rasa takutnya agar Nana merasakan hal yang sama.
*Kretek!!
Tiba-tiba terdengar suara tanah di tempat itu bergetar. Andro segera mendorong Nana saat tanah tempatnya berpijak mulai terbelah.
Dari retakan tanah itu muncul sesosok Orc raksasa yang dengan pedang besar bersiap membantainya.
"Sebaiknya kau segera bersembunyi, biar aku yang akan menghadapinya sendirian," tukas Andro
Nana mengangguk setuju dan seger bersembunyi di balik batu besar tak jauh dari tempat mereka.
Mengetahui Andro sudah masuk perangkap, Nana pun bergegas meninggalkannya diam-diam.
"Maafkan aku Andro, aku harap kau bisa menang melawan monster itu agar bisa keluar dengan selamat," ujar Nana
Tiba-tiba seekor monster semut raksasa keluar dari balik batu dan menghadang gadis kecil Itu.
Nana yang mencoba melarikan diri dari tempat itu, segera menghentikan langkahnya dan mundur dari tangga untuk menghindari sang monster.
Namun sialnya ia terjatuh dan berguling di tangga.
Nana mulai terdesak saat monster lain muncul dan mendekatinya . Ia tak punya pilihan lain selain melawan monster itu. Ia menarik busur panahnya dan mulai membidiknya. Satu persatu monster berjatuhan namun semakin banyak mereka mati maka semakin banyak pula mereka bermunculan. Tentu saja hal itu membuatnya frustasi.
__ADS_1
"Apa ini karma yang harus ku tanggung karena sudah mengkhianati Andro yang begitu baik padaku," ucapnya lirih.
"Jika memang ini akhir hidupku, maka aku pun pasrah," ucap Nana berlinang air mata