RESTORAN FROM ANOTHER WORLD

RESTORAN FROM ANOTHER WORLD
Pencuri Kecil


__ADS_3

Andro memulai petualangan pertamanya dengan seorang pendukung ( seseorang yang membantu pemburu dalam berburu).


Sebagai seorang pendukung yang telah banyak membantu para pemburu, Nana menyarankan Andro untuk membeli zirah (pakaian pelindung) untuk melindunginya dari serangan para monster.


Nana sendiri yang memilihkan sebuah Zirah terbaik dangan harga yang cukup murah untuk Andro.


"Meskipun harganya murah, tapi zirah ini di buat oleh seorang ahli sihir terbaik di negeri ini, jadi aku yakin zirah ini akan bisa melindungi mu," ucap Nana


Andro kemudian memakai Zirah itu, tidak di sangka ia terlihat begitu gagah dan keren seperti seorang pemburu profesional.


"Kalau sudah begini kita siap untuk berburu sekarang," ajak Nana kemudian bergegas menuju ke dunia bawah.


Hari pertama berburu Nana mengajak Andro untuk naik ke lantai 10.


Nana berharap Andro bisa mengalahkan banyak monster di sana agar bisa mendapatkan banyak uang.


Setibanya di sana Andro merasakan seperti berada di sebuah lembah.


"Para monster di sini rata-rata seperti hewan ternak. Mereka berukuran sedang dan keluar dengan bergerombol, jadi kau harus waspada karena mereka akan menyerang mu secara berkelompok," terang Nana bak seorang guru yang memberikan penjelasan kepada muridnya


Andro merasa jika Nana sangat menguasai medan dan pengetahuannya tentang monster lebih banyak dibandingkan dengan dirinya.


Saat keduanya tengah berbincang, sesosok Goblin mulai keluar dari dalam tanah.


"Awas Andro!" seru Nana segera mengambil busur panahnya dan membidik para goblin satu persatu.


Andro segera mengeluarkan pedangnya dan mulai menebasnya kearah para goblin yang menyerangnya.


*Jras, jras!!


Satu persatu Goblin berjatuhan dan berubah menjadi batu mustika.


Nana dengan cepat memunguti mustika itu sambil melindungi Andro dengan melesatkan busur panahnya kearah monster yang menyerang pemuda itu.


Andro mulai merasakan lebih cepat mengalahkan para monster dengan bantuan seorang pemburu.


"Kalau kau ingin mendapatkan hasil buruan yang lebih banyak lagi, kau harus berburu secara berkelompok seperti para pemburu lainnya," ujar Nana


"Tapi tak ada satupun para pemburu yang mengajakku bergabung kedalam grup mereka. Maklum saja karena aku ini hanya seorang pemburu pemula. Mereka pasti berpikir jika aku hanya akan merepotkan mereka saat berburu. Tapi meski aku harus berjuang sebagai seorang solo player aku selalu bersemangat untuk menjadi seorang pemburu terbaik di negeri ini," tukas Andro


Setelah berhasil mengalahkan para Goblin keduanya berjalan masuk ke lembah yang berbeda. Kali ini ia merasakan kehadiran beberapa orc kecil yang berkelompok berjalan kearahnya.


"Bersiaplah!" seru Nana segera memasang anak panahnya kearah para Orc kecil itu.

__ADS_1


*Jleb!!


"Aarrgghhh!!" Suara teriakan Orc membuat gendang telinga Ali hampir pecah.


Nana buru-buru mengeluarkan sebuah penutup telinga untuk melindungi bosnya itu.


"Sebaiknya kau juga pakai," ucap Andro memberikan pelindung telinga itu kepadanya


Nana tersenyum bangga mendapatkan pemburu yang sangat baik dan perhatian seperti Andro.


Meskipun Nana sangat membenci para petualang yang sering menyiksanya.


Namun Andro sangat berbeda. Selain baik pemuda dan polos yang memperlakukan dirinya tidak seperti seorang pemburu terhadap dirinya hingga membuat Nina tampak nyaman bersamanya.


Bukan hanya Nana yang begitu beruntung mendapatkan Pemburu sepertinya, Andro pun merasa hal yang sama. Ia begitu senang dengan Nana karena selain gesit Nana juga sangat mahir menggunakan panah hingga sangat membantunya saat menghadapi monster.


Perburuan pun selesai hari itu Andro mendapatkan banyak koin emas dan membaginya dengan Nana.


Nana tampak terkejut saat Andro memberikan hampir tiga puluh persen penghasilannya hari itu untuknya.


"Kenap kau memberiku banyak sekali, biasanya seorang pendukung hanya mendapatkan 10 sampai 20 persen saja, jadi ini terlalu banyak," tukas Nana kemudian mengembalikannya beberapa koin emas pemberiannya


"Tidak apa, lagipula kita sudah bekerjasama untuk mendapatkannya jadi wajar saja kalau kau mendapatkan yang lebih juga," jawab Adro kemudian mengembalikan koin emas itu kepadanya


Benar-benar bodoh seperti yang ku dengar dari orang-orang. Bukan hanya bodoh ia juga sangat mudah di bohongi,


Malam itu Andro mengajak Nana untuk mendatangi Restoran tempat Shopia bekerja.


Ia ingin memberikan sedikit uang untuk mencicil hutangnya.


Shopia tampak menatap curiga kearah Nana. Ia merasa jika Nana bukan gadis yang polos seperti yang di ceritakan oleh Andro.


Ia bahkan terkejar saat mengetahui jika Nana adalah ras campuran antara bangsa elf dan manusia.


"Sebaiknya kau hati-hati dengannya, aku merasa ada yang disembunyikan darinya. Jangan terlalu percaya dengan kepolosannya karena penampilan bisa menipu," ujar Shopia


"Terimakasih atas perhatiannya Shopi, tapi aku percaya jika Nana adalah orang yang baik sama seperti mu," jawab Andro


"Hmm,"


Shopia hanya mengangkat bahunya saat Andro terus membela gadis itu.


Ia kemudian berpamitan dan mengantar Nana pulang.

__ADS_1


Sepanjang perjalanan Nana terus memperhatikan pedang milik Andromeda.


Sepertinya aku salah memilih Pemburu kali ini, dia benar-benar miskin dan tak ada sesuatu yang bisa diambil darinya. Ia bahkan tak memiliki senjata atau benda berharga yang bisa aku bawa pulang.


Nana kembali memperhatikan pedang itu. Orang-orang bilang Andro memiliki pedang sakti yang membantunya menghabisi setiap monster hanya dengan sekali tebas. Tapi jika ku lihat-lihat pedang itu hanya pedang biasa yang hanya terbuat dari besi biasa seperti pedang para pemula pada umumnya.


Saat keduanya hendak berpisah, tangan Nana bergerak cepat mengambil pedang milik Andro saat pemuda itu berpamitan. Ia segera membungkukkan badannya dan berterima kasih kepada Andro setelah berhasil mendapatkan pedangnya.


Malam itu juga Nana berusaha menjual pedang milik Andro kepada penjual barang-barang sihir, namun anehnya tak ada satupun para pedagang yang mau membeli pedang itu karena tidak ada yang istimewa.


"Sudah kuduga jika pedang ini hanya sampah seperti pemiliknya, tapi kenapa pedang ini selalu tampak luar biasa jika ia yang menggunakannya??"


Seorang pemburu yang pernah merundungnya menghampiri Nana yang terlihat lesu.


Lelaki itu tampak menyunggingkan senyumnya saat melihat gadis kecil itu memegangi sebuah pedang yang sedang jadi buah bibir.


"Wah kau benar-benar luar biasa Nana, skill mencuri mu memang patut diacungi jempol," ucap lelaki itu kemudian duduk di sampingnya


Nana terlihat ketakutan saat melihat pria bertubuh kekar yang selalu menganiayanya itu.


"Kau selalu saja berhasil mendapatkan sesuatu yang berharga dari setiap pemburu, meksipun kau adalah seorang gadis kecil yang lemah tapi kemampuan mencuri mu tak di ragukan lagi. Kau bahkan pernah mencuri zirah mahal kebanggaan ku," ucap pria itu tersenyum sinis menatapnya


Nana hanya menunduk saat mendengar lelaki itu berbicara.


"Berapa kau akan menjual pedang ini?" tanya pemburu itu


"Iyah!" seru Nana begitu kaget


"Berapa harganya!" hardik pria itu membuat Nana kembali menundukkan wajahnya


"Seratus koin emas," ucap Nana dengan suara lirih


Lelaki itu tertawa mendengar jawaban Nana.


"Dasar pencuri kecil, masih berani kau memberikan harga tinggi kepadaku!" seru pria itu menunjuk kening gadis itu dan mendorongnya hingga jatuh


"Bagaimana kalau 30 koin emas,"


"Itu terlalu murah untuk sebuah pedang istimewa ini," jawab Nana memeluk erat pedangnya


"Sial, selain pandai mencuri kau juga sangat pandai bernegosiasi!" pria itu kemudian memberikan 100 koin emas kepadanya kemudian pergi setelah mengambil pedang itu darinya.


Nana diam termangu menatap koin emas di tangannya, ia tak percaya akan berhasil menjual pedang itu dengan harga tinggi meskipun semua pedagang sudah menolak membelinya.

__ADS_1


"Dasar bodoh!"


__ADS_2