RESTORAN FROM ANOTHER WORLD

RESTORAN FROM ANOTHER WORLD
Jebakan Pemburu


__ADS_3

"Hestia, pemilik cookies itu adalah Hestia. Aku melihat sendiri jika ia memberikan kue itu kepada para pemburu seusai bertengkar dengan mu," ucap salah seorang teman Shopia


"Hestia, kenapa ia membuat cookies beracun, apa ada hubungannya dengan restoran di dunia bawah??" tiba-tiba Shopia teringat saat ia melihat Hestia menuju ke restoran dunia bawah dengan membawa keranjang yang berisi makanan di tangannya


"Tidak mungkin dia ada hubungannya dengan kematian para Pemburu di lantai 13?" Shopia begitu terkejut saat mulai menemukan sesuatu yang mencurigakan tentang Hestia.


Ia segera beranjak dari duduknya dan kemudian membawa cookies yang ia temukan ke Kastil Cong Hour.


...🍀🍀🍀🍀...


*Lantai 16 Menara Dunia bawah


"Kilatan Api!"


*Jraasshhh!!!


Andro begitu beresiko mengalahkan para kelinci itu. Namun siapa sangka semakin ia menghabisi kelinci-kelinci itu, maka semakin banyak pasukan Hare yang bermunculan dan menyerang mereka.


"Mereka semakin banyak!" seru Nana


"Kalau begitu kita harus bekerja ekstra mengalahkan mereka!" seru Cronus


Ia kemudian mengayunkan pedangnya membabat habis para kelinci mungil yang menyerangnya. Sementara Nana menggunakan panahnya untuk menjatuhkan para kelinci itu.


Semakin dalam mereka memasukinya lantai 16 maka semakin banyak pasukan Hare yang menyerangnya.

__ADS_1


"Sepertinya ini yang di sebut dengan kejutan di ruang tengah. Mereka benar-benar membuat kita terkejut sekaligus terpojok," tutur Nana


Ia bahkan memperingatkan Andro untuk selalu waspada.


Kini pasukan kelinci benar-benar sudah habis, ketiganya bisa bernafas lega dan beristirahat untuk melepaskan dahaga mereka.


Tiba-tiba dari kegelapan muncul cahaya merah yang membuat Cronus seketika mengambil pedangnya dan berdiri.


"Bersiaplah sepertinya pasukan serigala sedang mengintai kita," ucap pri bertubuh tinggi itu


Nana seketika menjerit keras saat melihat puluhan serigala yang siap menyerangnya.


Andro segera menghunuskan pedangnya dan mengarahkannya kepada para serigala di depannya.


"Kilatan Api!"


Sebuah kobaran api yang lebih besar segera melahap kilatan api sihir Andromeda.


"Sepertinya kau harus menggunakan kekuatan sihir mu yang lain untuk menghadapi mereka," ucap Cronus


"Benar sekali sepertinya kilatan api tak mampu mengalahkan semburan api milik para serigala itu. Kalau begitu aku akan mencoba menggunakan kekuatan sihir terbaruku semburan salju," sahut Andro


Pemuda itu kemudian menggerakkan tangannya kearah para serigala.


"Kilatan Api salju!" seru Andro

__ADS_1


Saat para serigala itu berubah menjadi patung Es, dengan cepat menebaskan pedangnya memenggal setiap kepala musuh-musuhnya.


Setelah selesai menghabisi para serigala, Nana memperingatkan Andro untuk segera kembali.


"Sepertinya ekspedisi yang dilakukan oleh Klan Kesatria membawa dampak buruk bagi para pemburu level rendah seperti kita. Lihatlah para serigala yang Harusnya berada di lantai 17 mulai turun ke lantai 16,"


"Benar sekali sebaiknya kita segera keluar sebelum para monster lain datang menyerang kita," timpal Cronus


"Baiklah kalau itu pendapat kalian," baru saja Andro menyarungkan pedangnya tiba-tiba segerombolan pemburu berlari kearahnya sambil menggendong rekan mereka yang terluka parah.


"Ayo cepat lari!" teriak sang leader memberikan komando


"Sepertinya didalam sana masih banyak para pemburu yang terluka?" ujar Andro


"Benar, untuk itulah kita harus secepatnya pergi sebelum sesuatu terjadi kepada kita," Nana segera menggendong ranselnya.


"Hmmm,"


Saat ketiganya hendak membalikkan badannya, tiba-tiba Andro melihat ratusan pasukan serigala berlari kearahnya.


"Ah sial, sepertinya para pemburu itu sengaja menjadikan kita sebagai sasaran untuk mengalihkan para serigala yang menyerang mereka!" seru Cronus


Andro menatap nanar para serigala yang melompat kearahnya.


"Andro minggir!" seru Nana melepaskan busur panahnya

__ADS_1


"Jleb!!


__ADS_2