
Berita tentang kemenangan Andro mengalahkan Minotaur membuat pemuda itu semakin dikenal para pemburu.
Kepopuleran Andromeda bahkan berada di peringkat satu mengalahkan Angela yang berada di posisi dua, dan juga Nana juga melejit naik ke posisi dua.
Kabar tentang kebersihan Andro mengalahkan Minotaur membuat para pemburu penasaran dan ingin bertemu dengannya.
Bukan hanya para wanita yang tergila-gila dengan ketampanan Andromeda namun juag para ketua klan mulai berlomba-lomba untuk menemuinya.
Mereka tentu saja menawarkan agar pemuda itu mau bergabung menjadi anggota klannya. Namun sayangnya Andro menolak Semua tawaran mereka dan lebih senang menjadi anggota Klan Minerva meskipun tidak ada anggotanya.
Bagi Andro bukan masalah kepopuleran ataupun nama besar Klan yang membuatnya bahagia, namun rasa saling peduli dan kasih sayang dari sesama anggota membuatnya benar-benar nyaman menjadi anggota klan minerva.
Para ketua Klan mulai penasaran dengan Klan Minerva. Merekapun berusaha mencari tahu tentang klan yang begitu dibangga-banggakan oleh Andromeda.
Setelah di tanyakan kepada para tetua, tak ada satupun dari mereka yang mengetahui adanya Klan Minerva.
"Setahu kami Klan Minerva adalah sebuah klan Dewi perang yang ada di kayangan. Klan ini sengaja di bentuk setelah kematian Dewa Matahari untuk melindungi tahta Sang Dewa yang diperebutkan oleh putra-putrinya!" terang salah seorang tetua
"Kalau begitu apa benar Andro bergabung dengan Klan Dewi perang?"
"Bisa saja, konon dahulu kala para dewa dan Dewi sengaja turun ke bumi untuk mengasuh seorang anak manusia yang terpilih menjadi seorang pemburu. Hanya manusia pilihan saja yang boleh menjadi anggota klan Dewi itu. Dan masih menurut kabar burung, Para Dewi bahkan tak sungkan untuk memberikan seluruh kekuatannya kepada anak manusia itu untuk menjaganya," terang tetua lainnya.
...🍁🍁🍁...
Sesuai janjinya dengan Valeri, hari itu ia sengaja mengajak gadis cantik yang sudah dianggap sebagai kakaknya itu ke restoran Shopia. Tentu saja selain untuk mentraktirnya makan ia juga ingin memperkenalkan Shopia dengan Valeri.
Val tidak keberatan saat Andro akan memperkenalkannya kepada Shopia yang dianggap sebagai rivalnya itu.
"Dari namanya saja aku tahu kalau dia adalah seorang gadis yang memiliki kecantikan standar dibawah rata-rata jadi untuk apa aku khawatir dengannya. Aku yakin dengan minyak wangi dari Kayangan ini akan menjadikan aku sebagai gadis paling cantik di muka bumi ini hingga membuat Andro tak akan bisa berpaling dariku, kecuali dia kena guna-guna," ujar Valeri menghibur dirinya.
Setibanya di restoran tampak Nana dan Yolanda sudah menunggunya.
__ADS_1
Tentu saja hal itu membuat Valeri langsung menatap sinis kearah Andromeda.
"Kau bilang hanya Shopia, lalu kenapa kau harus membawa gadis kecil berkerudung merah Nana makanan kuda, dan juga Yolanda si gadis peri yang sok baik hati padahal ia selalu iri dengan Valeri," celetuk Valeri membuat Yola dan Nana seketika mencibirnya dari relung sanubari.
"Sebaiknya kau tidak berkata seperti itu, sebagai sesama wanita yang selalu membantu ku kalian seharusnya akur dengan begitu aku tidak akan merasa tak enak hati seperti ini,"
"Akur, tidak akan !" seru Ketiga wanita itu bersamaan.
"Ehem!!"
Tiba-tiba Shopia datang membawakan makanan untuk mereka dengan berdehem keras hingga membuat ketiga gadis cantik ini langsung berhenti berdebat.
"Daripada kalian berdebat tentang siapa yang paling cantik, atau siapa yang paling pantas menjadi kekasih Andromeda, lebih kalian makan dulu, karena debat juga butuh energi say!" seru Shopia kemudian meletakkan sebuah puding manis di hadapan Mereka.
"Wah puding, aku suka sekali camilan manis," seru Nana memasang wajah imutnya
"Cih penyuka makanan manis, padahal biasanya juga hanya makan sisa makanan tetangga, awas keselek meses!" celetuk Valeri membuat Yolanda Seketika menertawakan Nana
Karena tak menyukai tertawa sok imut Yolanda, Valeri pun mengambil sebuah panada untuk menyumbat mulut gadis itu.
"Uhuuukk!!" Seketika panada itu melesat kearah Valeri dan tepat mengenai belahan dadanya yang tampak terbuka.
Ketiga gadis cantik itu tertawa terpingkal-pingkal melihat ekspresi wajah Valeria
"Makanya jadi cewek tuh jangan sok imut, sok cantik, apalagi merasa hanya dirinya yang paling asyik, makan tuh panada penuh kuman!" cibir Yolanda membuat Shopia hanya menggelengkan kepalanya melihat sikap asli ketiga gadis cantik itu.
Bukannya menikmati makanan mereka ketiga wanita cantik ini justru saling serang untuk mendapatkan hati Andromeda.
Hanya Shopia yang tampak kalem dan tak banyak bicara. Ia terlihat menikmati hidangan makan malamnya tanpa menghitung ketiga wanita di depannya yang masih saling berperang lidah.
"Kenapa kau diam saja, apa kau sedang ada masalah?" tanya Andro mencoba menghibur sahabatnya itu yang tampak murung
__ADS_1
"Tidak juga, aku hanya sedang tidak mood untuk bercanda hari ini. Biasa lah sindrom pra menstruasi," jawab gadis itu membuat Yola, Nana, dan Valeri seketika terdiam dan menoleh kearah shopia.
"Sorry gue gak tahu kalau lo lagi moody," ucap Valeri
"Tidak masalah, justru aku marasa senang karena kalian bisa menghibur ku," jawab Sophia
"Wah benar-benar cewek aneh, biasanya setiap wanita memerlukan pelampiasan saat moody, tapi kamu malah tampak santai dan biasa aja. Jangan bilang kalau kamu adalah manusia setengah dewa!" celetuk Nana
Mendengar celetukan manusia setengah dewa membuat Valeri langsung menoleh kearah Shopia.
"Bisa jadi, apalagi ia memiliki skill memasak dewa, jadi sudah tidak diragukan lagi nasabnya," sahut Valeri
Saat keempat wanita itu mulai mengakrabkan diri Angela dan kawan-kawannya datang mendatangi restoran itu.
Melihat Andro di kelilingi wanita cantik membuat Angela merasa jika pemuda itu sengaja menggunakan kepopulerannya untuk merayu para wanita.
"Eh jaga ya bicaramu. Andro tak seperti yang kau kita. Jika kau melihat saat ini dikelilingi oleh wanita cantik itu itu bukan berati kalau andro suka merayu wanita. Tidak pandai merayu wanita saja banyak wanita cantik yang menghampiri gimana kalau andra jadi perayu wanita, jangan bilang kamu juga akan menyukainya!" celetuk Valeri membuat Angela seketika pergi meninggalkan mereka
"Sabar kaka, kau tidak boleh terpancing oleh wanita murahan itu!" seru Hestia membuat Valeri seketika darah tinggi
"Oi anak setan, sebaiknya jaga bicaramu sebelum ku robek mulutmu!" ujar Shopia tiba-tiba naik pitam
Hestia kemudian menghentikan langkahnya seraya mengepalkan tangannya, gadi itu kemudian membalikkan badannya dan menatap tajam kearah Shopia
Shopia pun tak mau kalah hingga membuat keduanya saling beradu pandang. Namun siapa sangka jika kedua gadis ini benar-benar sedang beradu kekuatan.
Hanya Valeri yang menyadari adanya kekuatan Dewa dan Iblis dari kedua wanita itu.
Ia bahkan mulai menyadari jika ada tatapan iblis saat melihat Hestia yang menahan amarahnya.
"Ternyata benar dugaanku, kau bukan manusia biasa," gumam Valeri
__ADS_1