RESTORAN FROM ANOTHER WORLD

RESTORAN FROM ANOTHER WORLD
Bertemu Angela ( REVISI)


__ADS_3

Cronus menggerakkan pedang sihirnya kearah Goliath ( monster raksasa sebangsa manusia)


"Aarrgghhh!!"


Raksasa itu mengerang ketika Cronus berhasil mematahkan tangannya. Kini raksasa itu mengamuk kemudian mengambil mencengkram tubuh Cronus dan melemparnya ke tebing.


*Buughhh!!


Cronus mencoba bangun namun ia tak punya tenaga lagi. Seluruh tubuhnya remuk bahkan ia tak bisa menggerakkan kakinya karena tulang-belulangnya patah.


Melihat monster itu hendak menebaskan pedangnya kearah Cronus, Andro seger melesat menyerang sang Goliath.


Ia sengaja mengalihkan perhatian sang raksasa kemudian menyerangnya.


Dengan sihir kilatan salju ia berhasil menahan sang monster dan berlari keluar meninggalkan lorong itu.


Andro tak punya pilihan lain selain melompat dari atas tebing untuk menghindari kejaran Goliath.


*Bruugghhh!!!


Sementara itu Angela sudah menyiapkan obat-obatan untuk para pemburu di lantai 18. Ia mulai menyadari kesalahannya selama melakukan ekspedisi membuat banyak pemburu level menengah banyak yang terluka karena para monster dari lantai atas mulai turun ke lantai bawah.


Melihat banyaknya para pemburu yang meminta suaka di lantai 18 membuat Angela berpikir untuk turun ke lantai tengah menyelamatkan para pemburu.


"Ku rasa itu ide yang bagus tapi bagaimana dengan pemburu kita yang sudah menuju lantai puncak. Mereka juga butuh bantuan kita untuk menghadapi para monster dengan rank tinggi,"

__ADS_1


Angela tampak bingung setelah mendengar ucapan sang panglima. Tak ada yang salah dengan ucapan pria itu hingga membuat Angela merasa bimbang.


"Bagaimana keadaan para pemburu kita, apa mereka baik-baik saja?" tanya Angela


"Sejauh ini tidak ada masalah, selama mereka berburu dengan berkelompok tidak akan ada masalah,"


Angela mulai bernafas lega, ia kemudian memerintahkan kepada para pemburu yang ada di lantai 18 untuk mengawal para pemburu yang sudah pulih untuk kembali pulang.


Sementara itu setelah melalui labirin maut Andro akhirnya berhasil menemukan jalan keluar. Ia berjalan tertatih mengikuti cahaya sambil menggendong Nana dan menarik Cronus menggunakan kakinya.


Ia tampak terpukau saat melihat api menyala di tengah hutan.


"Apa aku berhasil mencapai lantai 18?" ucapnya bahagia


*Bruugghhh!!


Ia mendengar beberapa orang memanggil namanya, dan mencoba mengguncang tubuhnya, namun karena sudah kehilangan tenaga ia tak bisa melihat apapun dan pendengarannya tiba-tiba menghilang.


Saat terbangun ia terkejut karena sudah berada di sebuah perkemahan.


Ia melihat sekelilingnya untuk mencari keberadaan Nana dan Cronus.


Ia begitu senang saat melihat Cronus ada di sampingnya.


"Syukurlah kau selamat," suara seorang wanita membuat Andro langsung membalikkan badannya

__ADS_1


"Valeri!!"


Wanita itu tersenyum kemudian langsung memeluknya.


"Aku khawatir sekali saat mendengar kau terjebak di lantai 16, hampir saja aku mati karena terlalu mengkhawatirkan mu, beruntung radar cintaku membawa ku sampai ke sini lagi!" seru Valeri


"Maafkan aku sudah membuat mu khawatir!" seru Andro mengusap air mata Valeri


"Cukup Val, kau hanya menyakiti Andro jika terus begini!" seru Nana kemudian menarik gadis itu yang duduk dipangkuan Andro


"Haish, bilang saja kau iri!" hardik Valeri


"Bagaimana aku iri denganmu, sementara aku selalu di gendongnya dengan penuh kasih sayang," sahut Nana menyombongkan dirinya


"Ish, dasar wanita licik!" ucap Valeri kemudian menarik kerah baju Nana


Melihat Valeri dan Nana bertengkar membuat Andro segera memisahkannya.


"Sudah, sudah jangan bertengkar!" seru Andro memisahkan keduanya


Angela yang mendengar keributan itu langsung bergegas menghampiri mereka.


"Cih, kenapa kemunculan mu selalu membuat setiap wanita berkelahi. Apa itu caramu untuk menarik perhatian para wanita?" tanya Angela sinis


"Berisik!" seru Nana dan Valeri bersamaan

__ADS_1


__ADS_2