
Nana mengurungkan niatnya saat melihat Andro memilih menyerang para serigala itu daripada melarikan diri.
"Ah dia benar-benar seorang kesatria sejati,"
Cronus tak punya pilihan lain selain membantu Andro.
Ia menggunakan pedang sihirnya untuk melawan para monster itu.
*Jrasshh!!
Meskipun Cronus dan Andro berhasil mengalahkan pasukan serigala itu, namun dari balik semak-semak pasukan hare tengah mengintai mereka dan bersiap melakukan serangan susulan.
"Pantas saja lantai 16 disebut dengan lantai penuh kejutan, ternyata para monster di lantai 16 benar-benar membuatku terkejut," ucap Cronus mengusap peluhnya
"Sepertinya ini akibat dari ekspedisi yang dilakukan Klan Kesatria. Mereka sengaja berburu di lantai atas sehingga membuat para monster berlarian turun ke lantai menengah untuk menyelamatkan diri dan menyerang para pemburu di lantai tengah," ucap Nana
"Meskipun kau hanya seorang pendukung tapi wawasanmu mengenai dunia bawah begitu luar biasa," puji Cronus
__ADS_1
"Terimakasih atas pujiannya. Tapi Sepertinya kita tidak bisa terus-terusan melawan para monster itu, karena seberapa kuat kalian tetap tidak akan mampu mengalahkan para monster yang terus berdatangan dan jumlahnya semakin meningkat. Kalian bisa lihat kelompok pemburu yang baru saja pergi?. Meski jumlah mereka banyak dan anggota mereka dari pemburu level 6 tapi tetap saja mereka memilih pergi meninggalkan tempat ini daripada harus mati sia-sia di sini,"ujar Nana
"Kali ini aku setuju dengan pendapat mu, tapi bagaimana kita bisa lari dari tempat ini dan menghindari mereka?" Andro tampak mencari celah tempat itu.
Melihat terjalnya medan dan banyaknya tebing di tempat itu Nana menyarankan kepada mereka untuk naik ke lantai 18. Ia merasa hanya lantai 18 yang aman bagi mereka karena di sana mereka bisa mendapatkan suaka.
"Hmm, benar juga, jika kita turun ke bawah makan para monster itu akan mengejar kita. Tapi untuk naik ke lantai 18 kita harus melewati lantai 17 dimana terdapat banyak goliat dan para monster raksasa yang siap membunuh kita. Lalu apa bedanya jika begitu, sama saja kita cari mati!" seru Cronus
Nana kemudian memberitahu Cronus dan Andro sebuah jalan pintas menuju lantai 18. Meskipun sedikit lebih berbahaya tapi Nana yakin jika mereka berhasil melalui jalan itu maka mereka akan selamat dari serangan para Goliath dan monster serigala.
Meskipun Andro masih ragu-ragu untuk mengikuti semua petunjuk Nana, namun melihat posisi mereka yang sudah terdesak mau tidak mau ia harus mengikuti rencana Nana.
Ketiganya jatuh menggelinding ke lantai 17.
*Braakkk!!
Ketiganya pingsan setelah terjatuh dari tebing.
__ADS_1
Andro mulai membuka matanya. Pemuda itu seketika mengedarkan pandangannya mencari kedua rekannya. Ia kemudian segera bangun dan menghampiri Nana yang terkubur bebatuan kecil.
Ia melihat Nana masih belum sadarkan diri dan menyingkirkan bebatuan yang menimbun tubuh kecilnya.
Sementara itu Cronus mencoba bangun dan berjalan tertatih menghampiri Andro.
"Bagaimana keadaan mu?" tanya Cronus
"Aku baik-baik saja, hanya saja Nana sepertinya terluka parah," jawab Andro kemudian memapah Nana
Cronus kemudian menyarankan untuk melanjutkan perjalanan. Kini lelaki itu memilih menjadi pemandu menggantikan Nana.
Keduanya berjalan menyusuri labirin yang curam.
Andro merasa sedikit lega karena tak ada seekor monster pun yang mengikuti mereka. Namun tidak demikian dengan Cronus, pemburu level 6 itu justru merasakan bahaya besar tengah mengintai mereka.
*Der, der, der!!
__ADS_1
Tiba-tiba mereka merasakan bumi bergetar dan tebing mulai retak dan runtuh.
"Goliath?!" Cronus membelakakan matanya saat melihat sesosok Goliath berjalan mendekati mereka