RESTORAN FROM ANOTHER WORLD

RESTORAN FROM ANOTHER WORLD
Hestia 2


__ADS_3

Pada Zaman dahulu kala seorang Dewa akan diturunkan ke Bumi jika ia melakukan kesalahan yang tak termaafkan.


Mereka sengaja di turunkan ke Bumi agar bisa merenungi kesalahan mereka dan kelak akan segera diangkat kembali ke Kayangan setelah mereka berhasil menebus dosa-dosa mereka dengan berbuat kebajikan.


Saat berada di bumi semua Dewa dan Dewi tidak bisa menggunakan kekuatan mereka. Kekuatan mereka akan diikat bersama jiwa sang Dewa atau Dewi pada suatu benda. Dan bagi manusia yang berhasil menemukan benda milik sang Dewa maka ia akan memiliki kekuatan illahi yang tak tertandingi.


Seorang gadis tampak ketakutan saat ia menyadari berada di sebuah hutan.


Seekor Harimau tampak mengintainya dari balik semak-semak. Bukan hanya harimau, bahkan binatang buas lainnya sudah siap menerkam gadis itu.


"Ah sial, bagaimana bisa mereka membuang ku di hutan seperti ini!" gerutu Iris


Gadis itu terus menggerutu sambil berjalan mencari jalan keluar.


*Sraak, sraakk!!


Iris menghentikan langkahnya saat mendengar suara derap langkah mendekat kearahnya.


Bola mata gadis itu terus bergerak ke kanan dan kiri seolah tahu jika bahaya telah mengintainya.


Ia pun mengambil sebuah ranting kayu untuk berjaga-jaga jika ada binatang buas yang menyerangnya.


*Gerr!


Tiba-tiba seekor harimau melesat menerjang tubuh gadis itu.


Iris berusaha menahan tubuh binatang buas itu dengan tenaganya yang tersisa. Namun berapa kerasnya ia berusaha menahan serangan sang raja Harimau tetap saja ia harus menyerah kalah.


Kini tubuhnya di penuhi luka-luka cakaran sang raja hutan tersebut.


Iris yang tak ada pilihan lain terpaksa harus memanjat pohon untuk menyelamatkan dirinya.


Tiba-tiba sebuah anak panah melesat tepat mengenai leher sang harimau. Binatang itu seketika tumbang, dan Perseus menyuruh anak buahnya untuk membawa binatang buruannya itu pulang.


Saat hendak pergi meninggalkan tempat itu Perseus merasakan sesuatu jatuh dari atas pohon.


Lelaki itu kemudian mengusap rambutnya untuk melihat apa yang mengenai kepalanya itu.


"Darah??" ucapnya seketika mendongak keatas


Ia melihat seorang gadis tengah meringkuk diatas pohon dengan tubuh do penuhi luka.


"Gadis yang malang," Perseus kemudian menyuruh gadis itu untuk turun.


Melihat harimau itu sudah tak ada lagi Iris pun kemudian turun dari pohon.


"Terimakasih," jawab gadis itu kemudian membungkukkan badannya

__ADS_1


"Sepertinya kau bukan warga desa sini, darimana kau berasal dan kenapa kau bisa tersesat di hutan terlarang ini?" tanya Perseus


"Aku berasal dari Kayangan, Dewata Agung mengirim ku ke tempat ini untuk menebus dosa-dosaku," jawab Iris


"Kau bilang berasal dari Kayangan?, yang benar saja. Apa harimau itu sudah membuat mu begitu frustasi hingga kau berhalusinasi seperti itu?" jawab Perseus menertawakan Iris


"Sepertinya kau benar. Saat ini aku sudah menjadi manusia biasa yang tak memiliki kekuatan apapun jadi mustahil ada yang percaya jika aku adalah seorang Dewi," keluh Iris


Perseus menatap tajam gadis di sampingnya itu. Ia merasa aneh saat gadis itu tetap baik-baik saja meskipun tubuhnya dipenuhi luka.


"Apa kau bertarung dengan harimau itu?" tanya Perseus sambil mengamati setiap luka gadis itu


Iris hanya mengangguk mengiyakan pertanyaan Perseus.


"Bagaimana gadis sepertimu memiliki keberanian melawan binatang buas, kau bisa saja tewas di terkam olehnya?" Kali ini Perseus semakin merasa ada yang aneh dengan gadis itu.


"Meskipun para Dewa sudah mengambil semua kekuatan ku, tapi aku masih memiliki keberanian dan itu tidak akan pernah hilang dalam diriku," jawab Iris kemudian melangkah pergi


Perseus kemudian mengikuti gadis itu.


Karena kehilangan banyak darah, Iris pun mulai merasa pusing. Ia menghentikan langkahnya saat menyadari pandangannya mulai kabur.


*Bruugghhh!!


Mengetahui gadis itu pingsan, Perseus pun membawa ke kediaman sahabatnya.


"Sekarang kau aman di sini. Kau juga boleh tinggal di sini sampai lukamu sembuh," ucap Perseus kemudian meninggalkannya


Merasa berhutang budi kepada Perseus Iris pun memberikan sebuah mustika emas kepadanya.


Awalnya Perseus menolak pemberian Iris, namun Iris terus memaksanya hingga ia akhirnya menerimanya.


Iris sadar jika ia harus banyak berbuat kebajikan setelah di buang ke bumi agar hukumannya cepat selesai. Tentu saja Iris membutuhkan bantuan dari seorang manusia yang kuat dan berpengaruh. Pilihannya jatuh kepada Perseus, ia merasa jika lelaki itu akan banyak membantunya suatu hari nanti.


Ia kemudian memberitahu Perseus untuk melebur mustika pemberiannya kedalam pedangnya.


"Kenapa aku harus melakukannya?" tanya Perseus


"Lakukan saja jika kau ingin menjadi ketua Klan," jawab Iris


Seketika Perseus mendekati Iris dan menatapnya tajam.


"Bagaimana kau bisa tahu??, apa kau seorang cenayang??"


Iris hanya tertawa kecil mendengar ucapan Perseus.


"Membaca pikiran adalah salah satu keahlian ku," jawab Iris

__ADS_1


"Baiklah kalau begitu aku pasti akan mendengarkan kata-kata mu kali ini," jawab Perseus kemudian meninggalkannya.


Benar saja setelah ia menempa mustika itu dan meleburnya menjadi sebuah pedang kekuatan Perseus meningkat dengan cepat.


Ia bahkan bisa naik ke level A dalam waktu kurang dari satu bulan.


Perseus bahkan diangkat menjadi ketua Klan Kesatria setelah berhasil mencapai lantai 59 dunia bawah.


Sementara itu Iris sangat rajin melakukan derma kepada warga miskin khususnya mereka yang kekurangan makanan untuk mengurangi hukumannya.


Ia selalu membagi-bagikan roti untuk warga dan cookies untuk anak-anak.


Bukan hanya anak-anak yang menyukai cookies buatan Iris, namun Perseus juga sangat menyukainya hingga setiap hari Iris selalu membuatkan untuknya.


Kedekatannya dengan Perseus menumbuhkan benih-benih cinta diantara keduanya. Perseus yang seorang duda beranak satupun menikahi Iris. Keduanya hidup bahagia dan dikaruniai seorang putri cantik yang diberi nama Hestia.


...🍀🍀🍀🍀...


Shopia menatap puluhan tikus yang mati di dekat sampah.


Ia kemudian memunguti tikus-tikus itu dan memasukannya kedalam keranjang sampah.


Ia menemukan seekor sepotong cookies yang masih dipegang oleh salah satu tikus.


"Sepertinya tikus-tikus ini mati karena memakan cookies ini," Sophia mengambil cookies itu kemudian mengendusnya


"Wanginya hampir sama dengan cookies pada umumnya," ia kemudian melemparkan cookies itu.


Beberapa jam kemudian ratusan semut mati di dekat cookies itu.


"Ternya benar cookies ini beracun," ucap Shopia


*Menara dunia Bawah


Di hari pertama kenaikan Levelnya Andro memilih berburu berkelompok di lantai 16.


Andro tampak bersemangat saat memasuki ruangan yang dipenuhi oleh para pemburu level dua itu.


Semua orang segera berlari mencari monster buruan mereka.


"Wah sepertinya mereka tampak bersemangat sekali, sampai berlarian ke sana kemari," tukas Andro tertawa kecil melihat para pemburu yang berlarian


"Sepertinya mereka bukan berlari karena bersemangat berburu," ucap Nana tampak mengamati mereka dengan seksama


"Sepertinya benar, wajah mereka tampak ketakutan dan mereka semua berlarian keluar, memangnya ada apa?" tanya Cronus


"Naga!!" seru Nana menunjuk seekor Naga yang keluar dari goa

__ADS_1


"Andro lari!" seru Cronus segera menarik Nana


__ADS_2