RESTORAN FROM ANOTHER WORLD

RESTORAN FROM ANOTHER WORLD
Hestia


__ADS_3

Pertengkaran antara Hestia dan Shopia membuat suasana restoran menjadi panas.


Beberapa pengunjung bahkan bergegas keluar untuk mencari udara segar.


Mungkin hanya Valeri yang menyadari jika kedua gadis mungil itu sedang beradu kekuatan.


Kekuatan yang begitu dahsyat yang tidak dimiliki oleh manusia biasa bahkan seorang pemburu sekaligus.


Ia bisa melihat kekuatan keduanya dari tatapan mata mereka yang menatap tajam satu sama lain.


Valeri segera memisahkan keduanya karena jika dibiarkan maka restoran itu akan runtuh karena kekuatan mereka.


Namun sayangnya Valeri langsung terpental saat berusaha memisahkan keduanya. Rupanya Hestia begitu murka hingga meluapkan kemarahannya kepada gadis itu.


Andro seger menghampiri Valeri dan membantunya berdiri.


"Apa kau tidak apa-apa?" tanyanya khawatir


"Aku baik-baik saja sayang, jangan khawatir," membuat Shopia seketika menoleh kearahnya.


Saat itulah sebuah gelombang besar menghantam tubuh Shopia hingga gadis itu terhempas menghantam kursi-kursi restoran.


Valeri segera menyambar tubuh Shopia saat mengetahui Hestia sengaja menggunakan kekuatan telekinesis untuk menyakiti gadis itu.


"Benar-benar gadis yang berbahaya," batin Valeri


"Sebaiknya kau bawa adikmu pergi dari sini, jangan lupa berikan obat penenang agar ia tak membuat keributan," celetuk Valeri


Hestia kembali mengunakan kekuatan telekinesisnya dan mengarahkannya kepada Valeri.


Beruntung Val segera menghindar pergi sambil membawa Shopia ke kamarnya.


Ia kemudian membaringkan gadis itu di kamarnya.


"Apa yang terjadi padanya, apa dia terluka?" tanya pemilik restoran


"Tidak apa-apa, kondisi Shopi baik-baik saja, ia hanya kelelahan sja jadi biarkan dia istirahat sejenak. Aku yakin ia akan segera pulih setelah itu," jawab Valeri kemudian menyelimuti gadis itu


Sementara itu, Angela berusaha membujuk adiknya itu untuk kembali ke rumah.


Namun siapa sangka Hesti menolak. Gadis itu memintanya untuk memesan menu makanan untuknya.


"Aku akan pulang setelah makan, jadi pesankan dulu aku makanan," ujar Hestia dengan suara manjanya.

__ADS_1


Angela segera memesankan menu makanan yang dipilih oleh adiknya. Tidak lama beberapa orang Pemburu pria datang menghampiri keduanya.


Para pemburu itu menertawakan Angela yang dinilai sudah tak sesakti dulu lagi.


Mereka terus membanding-bandingkan gadis itu dengan Andromeda yang sedang menjadi perbincangan para warga.


Angela hanya menanggapi santai obrolan mereka. Ia bahkan tidak terpancing apalagi tersulut emosi saat para pria itu mengeluarkan kata-kata yang tak pantas untuknya. Namun siapa sangka justru Hestia yang murka dan menghunuskan pedang Angela kearah para pria itu.


Para pemburu itu pun tertawa terbahak-bahak. Mereka tampak menertawakan lengan Hestia yang sangat kecil hingga terlihat kewalahan saat mengangkat pedang sihir milik sang kakak.


Tak mau adiknya menjadi bahan tertawaan Angela pun melemparkan belatinya hingga menancap di meja para pemburu itu.


Seketika mereka langsung terdiam saat melihat lemparan pisau Angela yang begitu keras hingga mampu Membelah meja mereka.


Andro tampak menganga melihat skill Angela yang luar biasa.


"Bagaimana bisa dia melemparkan belatinya dengan begitu akurat. " gumam Andro


"Jangan bingung sayang, lebih baik pegang tanganku aku saja, bila perlu kecup keningku juga agar kau bisa berpikir dengan tenang dan mendapatkan jawaban kenapa Angela bisa melakukan hal itu," ujar Valeri


Melihat para pemburu merasa terintimidasi membuat Angela puas karena berhasil mengalahkan mereka tanpa pertumpahan darah.


Ia kemudian mengambil belatinya dan segera mengajak Hesti pulang setelah pesanan mereka selesai.


"Dia pikir kita anak kecil yang suka camilan seperti ini, dasar bocah!" ucap pemburu itu mendengus kesal," mereka kemudian memasukkan cookies tersebut kedalam tong sampah


Andro yang merasa bersalah atas kejadian itu segera meminta maaf kepada teman-temannya, khususnya Shopia.


"Maafkan aku teman-teman, karena membuat kalian tidak nyaman," ujar Andro


"Hmm, sebenarnya bukan kamu yang bersalah tapi aku. Aku terlalu jelous saat kau membawa gadis-gadis itu. Kenapa sih teman-teman mu semuanya wanita cantik. Tidak bisakah kau berteman dengan para pria!" timpal Valeri


"Itu karena, para pria tak mau berteman dengan pria lemah seperti ku," jawab Andro menundukkan wajahnya


"Mulai sekarang kau tidak perlu berkecil hati lagi, kau sudah memiliki skill yang luar biasa dan tidak bisa diremehkan," sahut Yolanda


"Benar aku setuju dengan kak Yola, lagipula kau memiliki seorang pendukung yang memiliki berpengalaman seperti ku jadi jangan khawatir aku pasti akan mendukungmu dengan sepenuh hatiku," ujar Nana


"Pengalaman saja tidak cukup Nana, kau juga harus punya skill agar bisa melindungi Andro!" seru Valeri


"Iya, hehehehe," timpal Nana tertawa sambil menggaruk-garuk kepalanya


"Bagaimana keadaan Shopia, apa dia sudah membaik?" tanya Andro kepada pemilik restoran

__ADS_1


"Dia tidak apa-apa jadi jangan khawatir. Aku yakin dia akan kembali pulih setelah bangun tidur nanti," jawab pemilik restoran


"Baiklah karena hari sudah malam sepertinya kita harus kembali pulang," ujar Valeri berpamitan diikuti oleh Nana dan Yolanda.


Mereka kemudian berpisah di depan restoran.


...🍀🍀🍀...


Pagi harinya Andro begitu bersemangat untuk berburu dengan kekuatan barunya.


Ia segera menghampiri Nana yang sudah menunggunya di depan gerbang menara dunia bawah.


Andro melihat beberapa orang Pemburu memiliki berburu secara berkelompok hari itu. Ia bahkan melihat Angela bersama teman-temannya memasuki menara dunia bawah.


"Kenapa hari ini semua pemburu berburu secara berkelompok, apa ada kompetisi?" tanya Andro


"Dari informasi yang aku dapat dari para pendukung, sepertinya Angela mewajibkan para pemburu yang akan berburu di lantai menengah, untuk berburu secara berkelompok. Hal ini dilakukan untuk menghindari hal-hal buruk yang mungkin terjadi seperti peristiwa di Lantai 13. Ia bahkan sengaja melakukan ekspedisi untuk mengawasi para pemburu dari Klan Kesatria," terang Nana


Mendengar jawaban Nana membuat Andro semakin mengagumi Angela. Tidak di sangka Angela merupakan seorang ketua Klan yang bijak meskipun usianya masih sangat muda.


"Lalu bagaimana dengan kita, apa mereka akan melarang kita berburu karena tidak memiliki kelompok?" tanya Andro


"Entahlah," jawab Nana mengangkat bahunya.


Tiba-tiba seorang pria tinggi menghampiri mereka.


"Apa aku boleh bergabung dengan kalian?" tanya pria itu dengan seulas senyum diwajahnya


Andro dan Nana tampak saling menatap mendengar ucapan pria itu.


"Kau mau bergabung dengan kami?" tanya Andro memastikan


"Hmm, itupun jika kalian tidak keberatan," jawab lelaki itu menggaruk-garuk lehernya


"Tentu saja boleh, tapi apa kau tidak keberatan berburu dengan pemburu amatir seperti ku?" tanya Andro


"Tentu saja tidak, kau adalah Andromeda yang sangat terkenal itu. Jadi tentu saja aku sangat bangga bisa diterima bergabung menjadi kelompok mu," jawab pria itu


"Kalau boleh tahu siapa namamu dan dari klan mana?" tanya Nana


"Aku adalah Clint dari Klan Emerald," jawab pria itu malu-malu


"Klan Emerald rasanya aku tidak asing dengan klan itu," tukas Nana menatap lekat pria di depannya itu

__ADS_1


__ADS_2