RESTORAN FROM ANOTHER WORLD

RESTORAN FROM ANOTHER WORLD
Lantai 14


__ADS_3

Ratu Hilda sengaja memilih Minotaur terbaik dari lantai atas untuk melawan Andro. Ia juga memberikan pedang mahakarya Cronous kepada monster itu.


Ia juga meminta sang pandai besi untuk melatih Minotaur kesayangannya itu agar bisa mengunakan pedang sihir darinya.


Melatih seekor merupakan keahlian lain Cronus yang tidak diketahui orang lain selain Hilda.


Itulah yang membuat Cronus lagi-lagi tak bisa menolak permintaan Sang Ratu Elf.


Butuh waktu berhari-hari untuk melatih sang Minotaur untuk menjadi seorang ahli pedang yang akan menghadapi Andromeda.


Selesai melatih sang Minotaur Cronus kemudian melepaskan monster itu di lantai 14.


*Pulau Harapan


Angela tampak menikmati liburannya meskipun seorang diri. Disana ia menemukan ketenangan yang membuatnya melupakan kesedihannya atas kematian sang ayah.


Angela bahkan berhasil mendapatkan skill sihir terbaru di tempat itu. Ia benar-benar puas saat berhasil menemukan skill sihir terbarunya. Dengan kemampuan barunya itu Angela berharap akan bisa membuatnya kembali bersinar sebagai seorang pemburu yang di segani.


Sore itu seorang utusan dari Klan Kesatria memberikan kabar padanya jika kucing kesayangan mati di bawah ranjangnya.


Angela yang sangat menyayangi kucingnya itu segera pulang agar bisa memakamkannya.


Setibanya di rumahnya Angela segera berlari menuju kamarnya.


Ia melihat sosok kucing kesayangannya telah terbujur kaku diatas meja.


Seorang pelayannya mengatakan Jika kucing itu mati setelah menceburkan diri ke dalam telaga yang ada di samping Balairung.


Angela kemudian teringat dengan kematian ayahnya. Dari cerita sang pelayan ia tahu jika kucingnya mengalami hal yang sama dengan ayahnya. Perbedaannya ayahnya berubah menjadi mustika sedangkan kucingnya tidak berubah wujud.


Angela kemudian menanyakan kepada sang bibi apa yang terakhir dimakan oleh kucing kesayangannya itu.


"Setahu bibi, kucing nona meninggal mulai mengalami tingkah yang aneh setelah keluar dari kamar nona," jawab wanita paruh baya itu.


Angela kemudian baru ingat jika ia menyimpan bubur di bawah ranjangnya. Ia kemudian meminta si bibi untuk membawa bubur itu dan membuangnya.


Ia tahu jika bubur itu sudah basi jadi tidak mungkin ia bisa memakannya.


Pelayan itu terkejut saat melihat mangkuk di bawah ranjang sudah kosong. Tak ada bubur di mangkok itu, yang ada justru bulu-bulu kucing yang menempel di pinggiran mangkok.

__ADS_1


Pelayan itu mengira jika bubur itu sudah di makan oleh kucing Angela karena bulu-bulu yang menempel di mangkok itu sangat mirip dengan bulu-bulu kucing itu.


Angele mengernyitkan keningnya, ia kemudian mengambil sehelai bulu yang menempel di bibir mangkok dan mencocokkannya dengan bulu kucingnya.


Seketika Angela merasa kaget saat melihat bulu yang dipegangnya memang milik kucing kesayangannya.


"Ayah harus menghabiskan cookies itu untuk menghilangkan rasa pahit obat yang ayah minum,"


Tiba-tiba Angela teringat dengan ucapan Hestia sebelum kematian ayahnya.


"Tidak mungkin, tidak mungkin ia yang membunuhnya???"


...🍁🍁🍁🍁...


Sementara itu Andro kembali memutuskan untuk menjadikan Nana sebagai pendukungnya meskipun Valeri sudah melarangnya.


Ia yakin jika Nana sudah berubah dan tidak akan mencelakainya lagi. Apalagi setelah melihat gadis itu berusaha menyelamatkan Yolanda di Balairung Archimedes.


Valeri tampak mendengus kesal mendengar keputusan Andromeda.


Ia menatap sinis gadis kecil yang duduk di sampingnya seolah menunjukkan rasa tidak bersahabatnya.


Ia sengaja mengajaknya berbicara sebagai sesama wanita.


"Aku tahu kau adalah seorang makhluk campuran licik yang berusaha merebut Andro dariku. Ingat kau boleh bekerja dengannya menjadi pendukungnya, tapi kau tidak boleh merayunya apalagi berusaha memilikinya. Karena hanya aku yang boleh memiliki Andro, apa kau mengerti!" seru Valeri


"Hmm, tapi bukankah selama janur kuning belum melengkung siapapun boleh mendekatinya," jawab Nana membuat Valeri langsung menarik bajunya


"Apa kau ingin aku kirim ke neraka!" ancam Valeri memasang wajah bengisnya


Melihat wajah menyeramkan Valeria membuat Nana langsung menggelengkan kepalanya.


"Gadis baik, sudah seharusnya kau menurut seperti itu. Karena bagaimanapun juga aku bisa saja mengirim mu ke Neraka agar kau bisa bertemu ayah dan ibumu," tutur Valeri kemudian kembali menghampiri Andro


Ia menyunggingkan senyum manisnya dan mengajak Andro pulang ke rumah.


Namun Nana segera menghampiri keduanya dan meminta uang hasil kerjanya hari itu.


"Ah iya aku lupa belum menukarkan mustika hasil buruan kita hari. Bagaimana kalau kita pergi ke kastil Cong Hour untuk menukarkan Mustika ini bersama-sama?" ajak Andro

__ADS_1


"Setuju!" seru Nana langsung menggandeng lengan pemuda itu, namun dengan cepat Valeri segera melepaskan tangannya dan menggandeng Andro meninggalkannya


"Ish dasar wanita culas!" cibir Nana


Hestia terlihat keluar dari kastil setelah menziarahi ayahnya.


Valeri seketika menghentikan langkahnya saat berpapasan dengan gadis kecil itu.


Ia merasakan aura seorang Dewi dalam diri gadis itu hingga membuatnya seketika menoleh kearahnya.


"Siapa dia?" tanya Valeri


"Dia adalah Hestia adiknya Angela, memangnya kenapa?" jawab Andro


"Tidak apa-apa," jawab Valeri kemudian melajukan langkahnya.


Ia kembali berhenti saat melihat sebuah mustika emas yang begitu mirip dengan miliknya yang dipajang di dinding kastil. Ia kemudian mempersilakan Andro untuk menemui Yolanda, sedangkan ia memilih untuk mengamati mustika emas itu.


"Bagaimana bisa seorang manusia biasa berubah menjadi batu mustika," Valeri kemudian menoleh kearah Hesti yang sudah menaiki kudanya


Dia tersenyum sinis menatap kepergian gadis itu.


...🍁🍁🍁...


Setelah berhasil menaklukkan Orc raksasa Andro diijinkan untuk berburu di lantai menengah. Namun ia lebih memilih berburu di lantai dasar yang belum semuanya ia datangi.


Hari itu Nana mengusulkan Andro untuk berburu di lantai 14 karena ia sudah berhasil melampaui lantaiΒ  13.


Tentu saja bukan tanpa alasan Nana meminta Andro untuk berburu di sana. Sebagai seorang pendukung yang sudah merasakan berburu di lantai 14 ia tahu benar jika lantai 14 adalah surga bagi para pemburu yang ingin cepat kaya. Di sini terdapat begitu banyak Goblin kecil yang akan mendatangkan banyak mustika. Itulah alasannya kenapa ia meminta Andro berburu disana.


Andro akan mendapatkan banyak koin emas jika berburu di tempat itu. Karena disana ia akan menemukan banyak monster yang akan menghasilkan banyak mustika. Dengan begitu ia akan mendapatkan banyak koin emas dari tempat itu.


Bukan hanya Andro yang bersemangat untuk berburu di tempat itu namun para pemburu lain pun berdatangan di lantai 14 untuk mendulang koin emas di tempat itu.


Banyaknya pemburu yang akan memasuki lantai 14 membuat Andro dan Nana harus berdesak-desakan agar bisa memasuki lantai itu.


Khawatir dengan keselamatan Nana, Andro memilih untuk menarik gadis itu dan memintanya untuk bersabar. Ia akan memasuki ruangan itu setelah para pemburu lain sudah masuk kedalam ruangan itu.


"Sabar ya, ingat orang sabar pantatnya lebar!" celetuk Andro membuat Nana seketika terkekeh mendengarnya

__ADS_1


__ADS_2