RESTORAN FROM ANOTHER WORLD

RESTORAN FROM ANOTHER WORLD
Valeri 2


__ADS_3

Nana segera mengemasi barang-barangnya setelah berhasil menjual pedang milik Andro. Ia berencana meninggalkan Desa Kelangan dan menuju kota Harapan untuk menghindari Clint yang pasti akan membunuhnya jika ia tahu pedang yang dibelinya tidak memiliki kekuatan apa-apa.


Malam itu Andro langsung tertidur tanpa menyadari pedangnya sudah menghilang.


Wangi ubi bakar membuat Andro perlahan membuka matanya.


"Pagi sayang," ucap Valeri tersenyum manis menatapnya


"Pagi Val," jawab Andro mengucek-ngucek matanya


"Hari ini aku sengaja membuatkan sarapan pagi spesial untukmu, meskipun hanya ubi bakar tapi aku memasaknya dengan sepenuh hati hingga ubi ini memiliki cita rasa luat biasa. Selain enak ubi ini bisa menambah kekuatan mu dua kali lipat jadi makan yang banyak ya biar cepet gede!" ucap Valeri mengusap-usap kepala Andromeda


Andro segera mengambil ubi itu dan memakannya. Seketika wajah Valeri tampak berseri-seri saat Andro begitu menyukai ubi bakarnya.


"Gimana rasanya enak kan?" tanyanya girang


"Rasanya sama dengan ubi pada umumnya, manis," sahut Andro kemudian beranjak dari duduknya dan mengambil air minum


"Ish!" cibir Valeri menarik sudut bibirnya


"Kalau rasanya sama saja kenapa kau makan sampai tiga buah!" sindir Valeri


"Itu karena aku kelaparan, semalam aku begitu lelah hingga tak sempat makan malam." Andro kemudian mengambil bungkusan makanan di atas meja dan memberikannya kepada Valeri


"Semalam aku membelikan nasi kepal kesukaan mu, tapi kau sudah tidur jadi aku tak berani membangunkan mu," tukas Andro


"Wah nasi kepal, tapi... apa masih enak jika di makan saat dingin seperti ini?" ucap Valeri dengan wajah sendu


"Makan saja, nasi kepal Shopia enak di makan kapan saja, bahkan setelah dingin pun masih enak," sahut Andro


"Benarkah??" meski ragu rasanya akan seenak saat masih hangat, Valeri yang kelaparan akhirnya memakan nasi kepal itu juga.


Valeri begitu terkejut saat mengetahui rasa Nasi kepal itu tak berubah, ia tak habis pikir kenapa nasi itu tapi enak meskipun sudah dingin dan mengeras.


"Luar biasa, ini seperti makanan yang dibuat oleh para Dewa. Rasanya tetap sama meskipun sudah dingin. Kalau boleh tahu apa Shopia manusia setengah Dewa?" tanya Valeri


"Jangan bercanda, dia hanya gadis biasa dan bukan keturunan Dewa, peri ataupun makhluk gaib lainnya," sahut Andro


"Hehehe, aku kira akan bertemu Dewa di tempat ini," ujar Valeri tertawa kecil


Andro segera memakai Zirahnya dan bersiap-siap untuk pergi berburu.


Valeri sangat mengagumi ketampanan Andro saat menggunakan Zirah pelindung, itu membuatnya semakin gagah seperti seorang kesatria.

__ADS_1


Setelah berpamitan, Valeri mengantarnya hingga ke bibir pintu.


"Selamat bekerja calon suamiku, semoga hari ini kau akan mendapatkan banyak koin emas agar bisa cepat meminang ku," ujar Valeri tersenyum manis melepas kepergian Andro


Pemuda itu segera mencari Nana setibanya di gerbang dunia bawah. Namun sayangnya Nana tak ada di sana.


"Kemana Nana, apa dia kelelahan sehingga tak bisa bekerja hari ini,"


Andro masih menunggu kedatangan Nana, namun hingga matahari mulai meninggi gadis itu tetap tak kelihatan batang hidungnya membuat Andro memutuskan untuk berburu seorang diri.


Hari ini ia memutuskan untuk naik ke lantai 11.


Saat memasuki lantai 11 seekor Capricorn langsung datang menyambutnya.


Andro pun menghentikan langkahnya untuk mengambil pedangnya. Ia begitu terkejut saat mengetahui pedangnya sudah tak ada.


"Tidak mungkin, aku belum memindahkannya jadi mustahil jika pedang itu jatuh atau menghilang. Apa Valeri memakainya untuk memasak lagi seperti tempo hari?" Andro berpikir keras mencari dimana ia terakhir menaruh pedangnya


"Tapi tidak mungkin, hari ini dia hanya membakar ubi jadi ia tak perlu menggunakan pisau!"


Saat Andro masih mencari tahu dimana pedangnya, sang monster seketika menyeruduknya hingga ia terhempas menghantam dinding.


*Bugghhh!!


Andro memekik kesakitan dan memegangi perutnya yang terasa nyeri.


Andro terpaksa harus menghadapi sang monster karena tak ada jalan lain untuk keluar dari tempat itu selain mengalahkannya.


Saat sang Capricorn kembali menyeruduknya iapun menahan kedua tanduk monster itu agar tak mengenai tubuhnya.


Ajaib, Andro bahkan bisa mematahkan tanduk sang Capricorn hanya dengan menyentuhnya.


"Aneh, darimana aku mendapatkan kekuatan ini,"


Andro kemudian mendorong tubuh monster itu hingga ia terhempas beberapa meter darinya


"Wah benar-benar sulit dipercaya, kekuatan ku benar-benar meningkat dua kali lipat seperti ucapan Valeri," Andro tiba-tiba teringat ucapan Valeri saat sarapan pagi


"Selain enak, ubi ini bisa menambah kekuatan mu dua kali lipat jadi makan yang banyak ya biar cepet gede!"


"Apa Valeri adalah seorang Dewi, kenapa setiap ucapannya selalu jadi kenyataan!" ucapnya


*Buugghhh!!

__ADS_1


Kembali tubuh Andro terlempar ke tanah saat sang monster tiba-tiba bangun dan menyerangnya.


Mengetahui ia memiliki kekuatan super, Andro segera bangkit dan menghampiri sang monster. Seperti seorang pegulat ia membating tubuh sang monster berkali dan membelah tubuhnya dengan menarik kedua kakinya.


Melihat sang monster mati ia segera keluar dari Dunia bawah untuk menemui Nana. Ia berharap gadis itu tahu dimana pedangnya berada.


Di tempat berbeda Clint benar-benar kesal karena tak bisa menggunakan pedang milik Andromeda.


Ia bahkan hampir mati saat sang monster menyerangnya karena tak bisa menggunakan pedang itu.


"Sial, bagaimana bisa pedang ini tak berfungsi saat bersamaku. Jangan bilang kalau Nana telah menipu ku dengan menjual pedang palsu!"


Karena kesal Clint berusaha menghancurkan pedang itu.


Sampai malam tiba Andro tak berhasil menemukan Nana. Ia pun memutuskan pulang ke rumah karena malam semakin larut.


Setibanya di rumah ia terkejut melihat Valeria yang tidur di lantai. Andro merasakan tubuh Valeri sangat panas.


"Apa dia sakit, kenapa badannya panas sekali?"


Ia kemudian memindahkan gadis itu ke ranjangnya dan mengambil air dingin untuk mengompresnya.


Ia pasti kelelahan makanya sakit.


"Kau sudah pulang??" ucap Valeri membuka matanya


"Hmm, maaf aku pulang terlambat jadi aku tak bisa membawamu berobat," jawab Andro


"Dimana pedangmu??" tanya Valeri dengan wajah pucat nya


"Pedangnya hilang," ujar Andro lirih


"Bagaimana bisa, kau harusnya menjaga pedangmu itu jangan sampai menghilang. Karena jika terjadi sesuatu dengan pedang itu maka aku pun akan merasakannya," ucap Valeri gusar


Mendengar ucapan Valeri membuat Andro merasa bersalah.


Beberapa hari Andro tak berburu karena tak memiliki pedang. Ia pun fokus mengobati Valeria dan membaca sebuah buku sihir untuk menemukan kekuatan sihirnya.


Andro berhasil menguasai ilmu sihir dan pergi berburu untuk mendapatkan uang.


Semakin hari kondisi Valeria semakin kritis.


Ia kemudian mengatakan kepada Andro jika dirinya adalah seorang Dewi yang sedang menjalani hukuman dan di turunkan ke bumi. Ia juga mengatakan jika mustika emas yang ada di pedang andro adalah jiwanya yang juga merupakan kekuatannya. Selama di bumi ia tidak bisa menggunakan kekuatannya kecuali memberikannya kepada seorang manusia.

__ADS_1


Ia mengatakan jika ia bisa mati jika pedang itu hancur atau rusak.


Andro tampak berkaca-kaca mendengar pengakuan Valeri.


__ADS_2