
eps 10
rendra(papa nya rey) menemui
hendro(kakek aisya) untuk membicarakan tentang pertunangan rey dan aisya.
hendro tidak keberatan dengan usulan rendra,akan tetapi hendro masih belum berani menemui anak nya dan berbicara soal perjodohan itu.
"nanti saya sendiri yg akan berbicara dengan sintia(siti) anak pak hendro di rumah!"ucap rendra
"baik lah,,kamu atur saja bagaimana baik nya saya mendukung apapun keputusan sintia nanti,bahkan jika dia menolak saya juga tidak akan memaksa nya."
"tenang saja saya tidak akan menarik saham saya di perusahaan anda"kata hendro.
"baik pak hendro saya permisi dulu,terima kasih sudah meluangkan waktu untuk membahas ini dengan saya".ucap rendra. mereka bersalaman lalu rendra bergegas pergi.
sesampai nya dirumah rendra menyuruh ratih untuk mengundang siti dan aisya untuk makan malam bersama dirumah.
ratih memanggil siti ke ruang keluarga.
"siti,nanti malam kamu ajak aisya untuk makan malam bersama disini".
"ada hal penting yg akan di sampaikan suami saya"..tambah ratih
"ada apa ya bu.apa saya membuat kesalahan?"tanya siti bingung.
"tidak,pokok nya nanti kamu harus bersedia makan malam bersama,ok"!,.
ratih sedikit memaksa.
"baik bu,nanti saya ajak aisya".
siti lalu pergi meningglakan ratih di ruang tamu.
akhir nya siti menyetujui tanpa tau maksut ajak kan makan malam itu.
malam hari nya siti memasak menu yg di minta ratih dan dalam porsi agak banyak.
sebelum nya siti sudah memberi tahu aisya untuk pulang tepat waktu karena akan ada acara makan malam.
semua keluarga adiguna berkumpul juga siti dan aisya kecuali rey.
siti merasa canggung makan malam di meja yg sama dengan majikan nya selama ini.
"ayo kita mulai saja makan malam nya"ucap ratih
"saya panggilkan mas,rey dulu bu"
balas siti
"tidak usah siti,nanti dia juga turun!".sambung ratih lagi.
"rey?"bathin aisya
"semoga aja bukan rey yg sama"
"hay"!!!.sapa nanda dengan senyum manis nya ke aisya.
"hay kak"..balas aisya.
nanda memang sangat ramah saat dirumah tetapi saat di luar dia jauh berbeda .
"sebelum memulai makan malam nya,ada sesuatu yg ingin saya sampaikan dulu kepada kamu siti dan aisya".ucap rendra
siti dan aisya hanya diam dan mendengar kan rendra.
"siti,sebelum nya saya minta maaf dan semoga kamu bisa menerima ini".
"saya akan meminta aisya untuk bertunangan dengan anak saya".ucap rendra lagi dengan hati2.
"apa tuan?"
siti jelas kaget karena status mereka jelas2 berbeda
"iya,siti jadi dulu sebelum kamu kerja disini saya telah membuat kesepakatan dengan tuan hendro untuk menjodohkan aisya dengan rey".
"dan secara kebetulan sekali saat saya mencari identitas penyelamat anak dan istri saya saat kecelakaan bis dulu adalah suami kamu".
__ADS_1
"mungkin ini takdir"sehingga keluarga kita saling terhubung."ucap rendra lagi.
siti masih mendengarkan ucapan rendra, sedangkan aisya menatap nanda .
ratih yg mengerti tatapan aisya ke nanda langsung berbicara.
"bukan dengan dia sya"
"tapi dengan rey"ucap ratih.
"tolong panggilkan rey ya"pinta ratih ke asisten rumah tangga yg lain.
rey datang dengan begitu bersinar menuruni anak tangga.
"kamu"
aisya kaget karena ternyata anak kedua ratih yg selama ini selalu mengurung diri di kamar adalah rey yg dia kenal.
"hayyy aisya."
rey menyapa seakan tanpa punya salah dengan aisya.
"bu,q gk mau dijodohin dengan dia,dia itu".
belum sempat aisya menyelesaikan ucapn nya rey sudah memegang tangan aisya dan mengajak nya pergi.
"ma,pa rey mau bicara sebentar di luar dengan aisya".
orang tua rey mengiizin kan dan aisya lngsung di ajak keluar.
"yyaa..rey "
"sakit tangan q".
"lepasin"!!
rey menarik tangan aisya dengan sangat kuat.
rey langsung melepaskan tangan aisya.
"sudah di luar kamu mau ngomong apa?
"kamu fikir secantik apa kamu sampai menolak perjodohan ini?".
"nah... maka dari itu karena q tidak cantik, kamu juga harus menolak perjodohan ini".aisya menekan kan ucapan nya.
"kamu fikir, kalau bukan karena kakek kamu punya saham yg bisa menjatuhkan perusahaan keluarga q,apa q mau dengan perjodohan ini?".rey mulai marah.
"iya lah orang kamu juga udah punya pacar"gumam aisya.
"apa?"samar2 rey mendengar ucapan aisya.
"dari mana kamu tau soal urusan orang dewasa itu?"tanya aisya mulai curiga rey berbohong.
"ka,kamu fikir q anak kecil yg belum bisa tau soal itu?"
rey tergagap menjawab,sebab alasan utama nya.
dulu dia pernah diam2 mencari surat perjanjian perjodohan untuk di dihancur kan oleh nya.
karena dia memiliki orang yg dia cintai yaitu kikan.
tetapi rey ketahuan oleh papa nya saat menyelinap ke ruang kerja rendra.
kemudian rendra menjelaskan apa alasan dia tidak bisa membatalkan perjodohan rey dan aisya.
"papa sudah membicarakan itu sejak lama."
"dan apa kamu tidak ingin bi siti berbaikan dengan ayah nya?yg juga kakek kamu"ucap rey lagi.
"kakek q sudah meninggal,dan apapun alasan nya aku gk bisa menerima keputusan ini".
"q masih ingin kuliah,kerja dan membangun usaha q sendiri,menjadi sukses dan membahagiakan ibu".tegas aisya
"kalau kamu ingin semua itu,aku bisa mewujudkan nya.kita bisa membuat perjanjian".kalau kamu setuju kamu juga bisa memperbaiki hubungan dengan kakek kamu, dan ibu kamu memiliki keluarga lagi gk sendirian saat kamu mencapai cita2 kamu nanti".
aisya berfikir sebentar,dan menurut nya perkataan rey masuk akal juga.
__ADS_1
"apa dia gk pernah memikirkan bagaimana perasaan pacar nya?"batin aisya
"whoyy,ngapain bengong"?
rey melambai2 kan tangan nya di depan aisya.
"ok,,q setuju!!"dan kamu pegang kata2 kamu".
aisya mengulurkan tangan sebagai tanda persetujuan dan rey pun membalas
"tapi itupun kalau ibu q juga setuju dengan perjodohan ini"weeeee".
aisya meledek rey dan akan kembali kedalam rumah
rey menarik tangan aisya dan menyandarkan aisya di pagar jembatan
"apa yg kamu lakukan?"q bisa jatuh ke kolam"!
aisya mulai takut karena rey semakin mendekat kan wajah nya.
aisya mendorong rey menjauh dan dia lari masuk ke dalam rumah
"weeeee,,,!!"aisya menjulurkan lidah nya mengejek rey
"apa pun yg terjadi pertunangan ini harus terjadi aisya,kamu gk akan pernah bisa lepas dari q".gumanm rey saat aisya sudah mulai jauh
sedang di ruang makan siti mulai berbicara.
"maaf tuan rendra,seperti nya saya ttidak bisa setuju dengan perjodohan ini".
"kenapa?"tanya rendra
"aisya punya banyak mimpi dan cita2,saya tidak mau mengikat nya dalm sebuah hubungan yg nanti nya akan menjadi beban buat aisya".
"apapun itu saya yg akan bertanggung jawab saat mereka bertunangan dan saya tidak akan menghentikan apapun keinginan aisya,termasuk sekolah dan karir ny"
rendra masih berusaha meyakin kn.
"sekali lagi saya minta maaf tuan,saya menolak perjodohan ini".saya permisi dulu"
siti meninggalkan meja makan.
rey dan aisya mendengarkan ucapan siti dari samping meja makan
rey merasa kecewa dengan keputusan siti.
ke esokan hari nya siti mendatangi rumah hendro(papa nya).
dia meminta izin satpam yg berjaga untuk bertemu papa nya.
saat satpam menyebut nama sintia,papa nya langsung menyambut.
"akhirnya kamu mau pulang juga sintia".selama ini hendro selalu menunggu kedatangan putri nya itu.
"apa kamu tidak ingin memeluk papa?".hendro mulai berkaca2.
dalam hati siti ingin berlari kepelukan papa nya dan meluapkan rindu yg selama ini dia pendam.
akan tetapi dia masih ingat jelas bagaimana saat papa nya itu bahkan tidak mau menolong dia saat suami nya kritis karena hendro masih belum menerima pernikahan anak nya.
"maaf pa,sintia kesini cuma mau bicara mengenai aisya."ucap siti
"duduk lah sintia"perintah hendro
"papa gk seharusnya mengatur hidup putri q seperti papa mengatur hidup sintia dulu,semua keputusan tentang aisya hanya dia dan aku yg berhak menentukan."
"papa hanya ingin yg terbaik buat kalian"
"papa salah jika bahagia hanya bisa di ukur dengan harta"
"karena kebahagiaan itu datang dari hati bukan dari uang"
"tidak di pungkiri jika hidup memang membutuhkan uang tapi itu tidak harus menjual masa depan aisya hanya untuk kepentingan papa"
"jadi mulai sekarang jangan pernah mengurus q dan aisya lagi,bersikap lah seperti dulu saat papa tutup mata ketika sintia membutuhkan pertolongan papa"
"sintia permisi"
__ADS_1
tanpa mendengar jawaban papa nya siti meninggalkan rumah yg sejak kecil dia tinggali itu,ibu nya meninggal saat melahirkan dia dan sejak itu papa nya tidak menikah lagi hanya fokus kerja untuk memberi materi yg berlebih untuk sintia putri semata wayang nya.