
episode 17
aisya kembali menghampiri kenti di perpustakaan.
"lama banget ketoilet nya?"
"ini sudah mau jam masuk!".keluh kenti
"kita kembali aja ke kelas yuk sya,."
baru juga masuk dan belum berkata apapun kenti sudah banyak bicara.
"ok,"sahut aisya
kenti tidak memperhatikan aisya yg baru datang menghampiri nya.
aisya tampak sedikit pucat.
jam pulang sekolah sudah tiba.
rey tampak memperhatikan aisya yg dengan cepat memasuk kan buku dan berlalu pergi meninggalkan kelas.
tanpa menunggu rey maupun kenti.
"hey sya tungguin,",
kata kenti saat melihat aisya sudah beranjak dari meja nya.
rey pun ikut mengejar aisya.
"sya,kenapa buru buru?"
rey meraih pundak aisya .
"aku hanya ingin cepat pulang"ucap aisya.
semakin kedepan langkah kaki aisya semakin lambat.
aisya kemudian berhenti dan memegang kepala nya yg pusing kemudian jatuh kelantai.
rey yg melihat itu langsung panik dan membopong aisya ke UkS.
kenti mencari petugas yg juga bersiap untuk pulang,kemudian meminta nya untuk memeriksa aisya.
andrew dan bimo ikut menemani aisya yg terbaring di UKS bersama rey dan kenti.
"tidak apa apa ,dia pingsan karena tekanan darah nya menurun.hanya butuh istirahat dan minun vitamin."ucap nina petugas kesehatan disekolah nya
"terima kasih bu"ucap kenti
rey hanya diam memegangi tangan aisya menunggu dia sadar.
"apa bisa kita bawa pulang sekarang bu?"aandrew bertanya ke bu nina
"tunggu dia sadar ya,nanti baru boleh pulang."
"baik bu"ucap andrew
andrew menepuk pundak rey bermaksut menyuruh rey agar tidak khawatir.
andrew dan bimo mengerti seberapa besar kekhawatiran rey ke aisya meskipun hanya pingsan.
mereka tau meskipun baru bertemu lagi setelah sekian lama tapi rey begitu mencintai aisya
dalam diam rey kembali mengingat momen saat aisya yg dulu pernah merawat nya.
"flashback"3tahun yg lalau.
__ADS_1
saat itu aisya sedang liburan bersama nenek nya ke kota J untuk menemui ibu nya.
aisya dan nenek nya menginap disebuah hotel yg kecil dan murah karena tidak mungkin mereka berdua menginap di rumah majikan siti.
setelah mengantar ibu nya naik bis untuk kembali ke tempat kerja,dari kejauhan dia melihat seorang anak laki-laki yg berjalan gontai dan hampir pingsan.semakin diperhatikan anak lelaki itu berjalan semakin dekat dan jatuh dihadapan aisya.
"hey bangun,"
aisya menepuk2 pipi anak lelaki itu agar tersadar kembali tapi hasil nya nihil.
beberapa orang ikut menolong dan membawa nya ke klinik terdekat .mereka fikir anak lelaki itu (yg ternyata adalah rey)adalah kakak dari aisya.mereka membawa ikut serta aisya .
"dik, jaga kakak mu baik2 dan segera telfon keluarga mu"
ucap salah seorang penolong
"saya bukan adik nya om"ucap aisya.
tapi penolong itu malah sudah pergi keresepsionis .
aisya akhirnya menelepon nenek nya.
setiap liburan sekolah datang, aisya dan nenek nya selalu menyusul dan menginap dihotel yg sama.jadi mereka sedikit tau daerah terdekat.
tk lama nenek aisya datang dan menghampiri aisya dengan khawatir.karena dia fikir aisya yg sakit.
"nek ada anak cowok pingsan dan aku gk tau keluarga nya,mereka fikir q adik nya jadi q telfon nenek"ucap aisya kemudian
"tidak apa apa,kita bantu dulu anak lelaki itu,setelah sadar kita akan tanya alamat rumah nya."
nenek aisya begitu baik dan pengertian jadi dia memutuskan akan mengurus rey sampai dia sadar.
setelah beberapa saat akhir nya rey tersadar,dia lemas..rey melihat ada orang asing yg tidur disamping ranjang nya
"dimana ini?"gumam rey.
"kamu sudah bangun?"
nenek aisya mengambil kan air untuk rey
"saya kenapa nek?"tanya rey
"kamu pingsan,sebaik nya kamu makan dulu biar tidak lemas"
"nduk bangun,"nenek membangunkan aisya
dengan muka bantal aisya mendongak kan kepala nya sambil menguap.
"eh..kamu sudah bangun"ucap aisya
rey bengong melihat rambut acak acak an aisya,
"ada ya cewek jelek dan gk punya malu kayak dia?"batin rey.
"dimana rumah mu?"
"biar nanti q dan nenek mengantar mu"aisya yg masih polos memang tidak mengenal yg nama nya malu terlihat jelek didepan pria.
"bersihkan dulu sana muka mu yg jelek itu".
ejek rey
"ishh,,nyebelin,,wekkk!"
aisya menjulurkan lidah nya namun tetap berjalan ke arah kamar mandi
"terima kasih nek sudah menolong saya,"ucap rey saat nenek menyuapi nya.
__ADS_1
"iya sama sama nak!".
"dimana rumah mu?"
"biar nanti nenek antar pulang"
"jl.xxxxxx no.zzzzz"
jawab rey sopan
aisya kembali dari kamar mandi dengan muka yg segar.
"apa sudah boleh pulang nek?"
tanya aisya.
"sudah,nenek juga sudah mengurus semua nya"
akhir nya aisya dan nenek nya mengantar rey pulang naik taxsi.dan didalam taksi aisya tidak berhenti menanyai rey.
"kamu habis berantam ya?"
tanya aisya .
tapi rey tidak merespon.hanya menyandarkan kepala nya di kursi taxi.
"ishh ..dasar emang nyebelin ini anak,"gumam aisya
"masih kecil sudah berantam, dan bikin sakit pula,"ucap aisya lagi..tp masih tidak mendapat respon dari rey.
aisya akhir nya menyerah untuk menghibur rey yg terus diam disepanjang perjalanan.
dan dia menasehati rey kemudian
"jangan suka berantem,pasti berantem nya gara gara pacar ya"
"masih kecil juga,,main cinta cinta an".aisya tersenyum kecut.
seketika rey menatap aisya tajam
"kamu itu yg masih kecil".ucap rey ketus
"iya..iya..cuma q yg masih kecil"
akhirnya rey tersenyum kecil melihat tingkah aisya.dia merasa terhibur oleh nya.
"anak seumuran kita harus nya cuma bermain dan belajar,bukan cinta cintaan apalagi berantem!".
aisya tersenyum sendiri dengan ucapan nya.karena sok menasehati padahal dia sendiri hanya bermain yg dia lakukan setiap hari dengan teman teman nya.
"kalau begitu q akan berpacaran aja dengan mu saat sudah dewasa".
ucap rey lalu turun dari taksi karena sudah sampai rumah nya
"terima kasih nek,apa nenek tidak akan mampir kerumah q dulu?"
"lain kali saja nak,sudah sore"
"bye anak cerewet".
meskipun masih smp rey sudah memiliki pemikiran yg cukup untuk jadi dewasa.
rey melambaikan tangan saat taksi nya pergi.dia bergegas masuk dan mengingat wajah imut aisya.
*flashback of*
setelah aisya sadar rey lngsung mengajak aisya pulang.
__ADS_1
dia mengantar aisya sampai kamar nya dan membiarkan dia beristirahat dan rey kembali ke kamar nya sendiri.