
episode 19
saat pulang sekolah dante melihat aisya masuk kedalam mobil rey..
nampak rey yg sedang membuka kan pintu mobil dengan senang dan aisya masih dengan wajah datar nya.
apa yg dilihat dante tadi dan barusan membuat dia heran.
"kenapa aisya masuk kedalam mobil nya?"
"jelas-jelas tadi dia sudah dilecehkan !".
"apa dia di ancam?"fikir dante..semua pertanyaan itu hanya bisa terjawab jika dia mencari tau yg sebenar nya.
dirumah ,aisya dan rey duduk dimeja makan.bukan untuk makan..melainkan membicarakan sesuatu.
"mau bicara apa?"pertanyaan rey membuka obrolan mereka
aisya mengeluarkan sebuah kertas yg isi nya surat peerjanjian pertunangan mereka.
"aku sudah tau semua rencana kamu "
"jadi..q membuat surat perjanjian ini untuk menghindari sesuatu yg tidak diingin kan.
"rencana?"
"apa maksut kamu?"
rey tidak mengerti maksut ucapan aisya.
"inti nya aku sudah tau tentang niat kamu mau menjalani pertunangan ini!"
"ini surat perjanjian kita"
aisya menyodorkan kertas nya di depan rey.
"setelah aku fikir ini yg terbaik dan yg bisa q berikan ke kamu".terang aisya
rey membaca isi surat perjanjian.
*1-boleh perpacaran dengan sorang lain
*2-setelah lulus sekolah akan membatalkan pertunangan
*3-memberi kebebasan 100%
"sini"aisya meminta kembali kertas nya
"q mau menambah kan satu lagi"tambah nya
*4-tidak boleh kontak fisik yg berlebihan seperti ciuman dan seterus nya.
rey membaca lagi apa yg sudah ditulis aisya.
dia menyunggingkan sudut bibir nya
"apa kau tidak suka q menciummu?"
goda rey.
aisya menjadi malu dengan ucapan rey
"jangan mengalihkan topik!"
tegas aisya
"baik lah".
"ini keputusan q"
rey merobek surat perjanjian didepan aisya
"kamu fikir q akan setuju dengan semua ini?"
"pertunangan kita bukan mainan yg bisa rusak/dirusak"
"jadi apapun yg terjadi kamu tetap akan menjadi milik q ,se-la-ma- nya".
nada suara rey terdengar menakut kan saat kalimat terakhir.
rey beranjak dari kursi hendak pergi.
"apa kamu tidak mau kebebasan yg kamu ingin kan selama ini?"
pertanyaan aisya membuat rey urung meningglkan meja makan
"apa yg kamu bicarakan?"
rey mengepalkan tangan nya
"kamu bilang kamu akan kembali ke kikan dan pertunangan ini hanya kedok kamu supaya kamu bisa mendapatkan kebebasan"
ucap aisya
"siapa yg bilang itu kepadamu?"rey membantah omongan aisya.
"apa kamu tidak tau?berapa lama aku menunggu mu?bathin rey.
"q mendengar sendiri dari telinga q dan melihat dengan mata q"
"kamu dan kikan waktu itu".
aisya tidak melanjutkan perkataan nya karena merasa nyeri di dada
rey menghampiri aisya dikursi dan mengintimidasi dengan kehadiran nya di samping aisya
rey meletak kan tangan nya di bangku dan meja membuat aisya sedikit takut.
"beby,,kamu sudah salah menilai q"
"q fikir kamu pintar"
"kamu mungkin tidak melihat bagian terakhir dari cerita itu".ucap rey dengan tegas namun terdengar lembut
*flasback*
rey sekali lagi membalik kan badan dan berbicara dengan kikan
"oh ya,,jangan pernah berharap q kembali kepadamu lagi,karena itu tidak mungkin,"
"dan soal kebebasan dan pertunangan,waktu itu q masih belum dewasa seperti yg kamu bilang.jadi itu semua tidak ada arti nya sekarang"
"dan aku benar benar mencintai aisya"ucap rey dengan tegas
"jangan pernah dekat dan mencari ku lagi"
rey meninggalkan kikan sendirian di gedung itu
__ADS_1
*flashback off"
"jangan pernah berfikir untuk lari dari ku!"
rey mengelus kepala aisya.
tapi aisya merasa itu seperti ancaman dari rey.
rey kembali ke kamar nya dan menyalakan komputernya.dia menghubungi andrew dan bimo agar datang kerumah nya untuk bermain game.
tk berapa lama mereka pun datang dan langsung masuk ke kamar rey.
selama permainan rey begitu agresif dan kasar,dia juga hanya fokus ke game tanpa mengeluarkan kata apa pun
andrew yg memperhatikan rey,tau bahwa rey sedang menahan amarah nya.
tapi bimo yg tidak peka malah hanya ketakutan dengan aura rey saat itu.
beberapa kali permainan, rey selalu menang tapi itu tidak membuat dia puas.
.dia melempar stik game se enak nya.
"ahh,,sialll"
rey mengumpat karena dia merasa kecewa selama ini aisya tidak pernah melihat ketulusan hati nya kepada aisya.
dia bahkan lebih percaya apa yg dia dengar dari pada yg dia rasakan.
rey akhir nya meluapkan kekesalan nya..dia mengobrak abrik kamar nya.membuang bantal sofa.mengacak acak tempat tidur.
"hhaaarggghhj"
suara teriakan yg mendalam dari hati rey.
aisya mendengar suara berisik didalam kamar rey..tapi dia tidak melihat nya.
saat itu memang keadaan rumah lagi sepi,orangtua rey masih belum pulang.
"tenang rey tenang"
".kamu kenapa?"
andrew berusaha menenangkan rey.
rey duduk disamping tempat tidur ,
saat dia sudah berhenti melampiaskan amarah nya.
"dia fikir q hanya bermain perasaan dengan nya"
"mungkin kamu harus lebih bersabar menghadapi nya"
"apa aku masih kurabg sabar menunggunya selama ini?"ucap rey.
"baiklah,kalau dia mau nya q bermain dengan nya,aku akan ikuti"
rey masih sangat marah.
andrew dan bimo hanya bisa diam karena mereka tau jika rey benar benar marahh susah untuk di bujuk.
hanya satu yg bisa mereka pastikan..
rey tidak akan pernah benar benar mempermain kan aisya.karena mereka tau sebesar apa cinta rey terhadap aisya.
*******
"sya,kemarin q lihat kamu masuk mobil rey!"
"apa kamu tidak punya harga diri?"
"setelah dilecehkan dan dibuat menangis,kamu masih mengikuti nya!".ucap dante langsung tanpa basa basi
"jaga ucapan kamu".
"kita bahkan baru kenal sehari"
"jadi jangan pernah menilai q"
"q fikir kamu bisa aku jadikan teman yg baik,ternyata q salah".
aisya sakit hati di bilang tidak punya harga diri
"baik lah,, q minta maaf"
seumur hidup dante ,baru kali ini dia meminta maaf.entah kenapa saat pertama kali melihat aisya hati dante berdebar.saat dia melihat nya dengan rey.hati nya merasa sakit
"apa kamu diancam?"tanya dante lagi
aisya hanya diam,saat itu kenti tidak bersama aisya,kenti sedang mencari andrew karena ada keperluan dengan nya.begitu pun rey yg sedang sibuk bermain basket,dia masih marah dengan aisya.jadi aisya makan sendirian dikantin.
"q bisa bantu kamu kalau memang itu benar"ucap dante lagi
tapi aisya masih diam,
aisya beranjak dari kantin.
dante juga mengikuti aisya.
"apa dia pacar kamu?".
pertanyaan dante membuat aisya berhenti dan berbalik menghadap dante.
"iya ,,dia memang pacar ku"
"apa kamu keberatan?"
suara itu datang dari balik punggung dante.
jadi sejak tadi rey melihat dante yg terus mendekati aisya.
dante membalik kan badan ke arah rey.
rey yg masih memakai seragam basket menghampiri aisya yg sedikit takut.
"iya kan sayang!"
rey merangkul pundak aisya
"bahkan lebih dari itu"
ucap rey lagi dengan senyum sinis
aisya menginjak kaki rey.
rey menahan rasa sakit di kaki nya dan mempertahan kan kesombongan nya.
"soo,,jangan pernah dekati dia lagi!"
__ADS_1
ucap rey tegas lalu mengajak aisya pergi
dante memandang aisya dengan hati kecewa,tapi dia masih terus ingin berusaha mendekati aisya.
"tidak masalah meskipun kamu punya pacar,q akan merebut mu"
bathin dante..kemudian dia pergi kekelas
***
"lepasin"
aisya melepas rangkulan rey.
rey tersenyum kecut karena aisya bahkan tidak mau disentuh nya.
"apa kamu sedang mencoba untuk selingkuh?"
senyum smirk muncul di sudut bibir rey.
"jangan bicara sembarangan"
aisya membantah lalu meningglkan rey sendiri kembali ke kelas.
****
"baru pulang beb?"
rey duduk di meja belajar dikamar aisya dengan santai menunggu nya.
"ngapain kamu di kamar ku?"
aisya menyeret rey keluar dari kamar nya.mendorong rey sampai ke depan pintu.
"jangan msuk kamr ku lagi"
aisya melarang keras rey masuk kamar nya.
"aaa...q seperti nya berubah fikiran"tangan rey menunjuk kan selembar kertas ke depan aisya
"ini surat yg kemarin kamu berikan".
"seperti nya juga q harus bilang ke ibu kamu bagaimana anak nya mempermainkan pertunangan ini".
"tidak boleh"
aisya takut jika ibu nya mengetahui itu semua
"kenapa?"
"atau,, aku bilang ke mama terlebih dulu?"
ucapan rey tersirat sebuah ancaman untuk aisya
"jangan,,aku mohon"ucap aisya memelas.
dia takut ibu dan mama rey akan marah kepada nya.
"eemmm..gimana ya.."
rey berlagak berfikir untuk mempertimbangkan permohonan aisya.
"pleasee,,q akan melalukan apapun yg kamu mau.asalkan jangan memberitau mereka"
aisya mengatupkan kedua tangan nya memohon ke rey.
"q hanya ingin mengatakan yg sebenar nya ke orang tua kita,kalau kamu sebenarnya tidak benar-benar mau melakukan pertunangan ini"
rey akan pergi meninggalkan aisya dengan kertas yg dibawanya.
permohonan aisya tidak di anggap sama sekali.
rey tersenyum smirk
dia hendak meninggalkan kamar aisya.
tapi aisya menahan tangan nya dan kembali memohon.
"q janji apapun permintaan kamu akan q kabul kan"
"apapun?"
tanya rey dengan senyum yg menakutkan dan memegang tangan aisya
"i..i.iya,,apapun"ucap aisya takut
"kamu sendiri yg bilang ya"
rey mendorong aisya masuk kekamar lagi bersama nya,dia menutup pintu kamar aisya pelan.
aisya yg ketakutan berjalan mundur seiring dengan rey yg terus melangkah maju.
"a..apa yg mau kamu lakukan?"
"aku?"
rey memegang pundak aisya
"aku mau kamu"lanjut nya
langkah kaki mereka berhenti saat aisya sudah menabrak ranjang.
rey mulai mendekat kan wajah nya,
aisya memejamkan mata nya masih dengan perasaan takut
"jangan pernah berfikir untuk lari"
"apapun itu ,aku akan melakukan nya agar kau tetap disisiku"
"mulai sekarang kamu harus patuh"
"apa kamu mengarti?"
rey sangat menakutkan.
rey berbisik di telinga aisya,
aisya hanya mengangguk tanda dia setuju,
"bagus"
rey mengucap kepala aisya lalu pergi meninggalkan kamar nya.
aisya memegangi dada nya,dia lega karena rey tidak berbuat macam macam.
"kenapa surat perjanjian itu ada lagi?"
__ADS_1
"jelas-jelas dia sudah merobek nya waktu itu"fikir aisya.