
episode 16
setelah aisya dan rey berangkat sekolah,ratih dan siti menghabiskan waktu mereka untuk mengobrol.
siti mengatakan akan membawa aisya untuk tinggal bersama nya saat aisya menyelesaikan pendidikan SMA nya nanti.
"biarlah aisya tetap tinggal disni meski sudah lulus.biar nanti saya dan suami yg menanggung semua biaya aisya!,.ucap ratih
"tidak usah bu,biar nanti saya dan aisya yg mencari biaya sendiri untuk kuliah nya!.
"kami sudah banyak merepot kan..dan lagi bu ratih masih mau melanjut kan pertunangan rey dan aisya saat tau keadaan kami seperti ini..saya berterima kasih.!
"biarlah itu difikir nanti saja,rey dan aisya juga masih 2 tahun lagi lulus siti..ucap ratih lagi,dia sebenarnya tidak mau jika aisya pergi dari rumah nya,maka nya dia mengalihkan topik pembicaraan.
"baiklah kalau begitu.,2 hari lagi saya akan pulang kampung bu ratih,saya titip aisya, marahi dia jika memang dia salah,!
"iya tenang saja siti saya akan menjaga aisya seperti kamu menjaga nya",.
obrolah antara kedua ibu pun selesai dan mereka kembali menikmati teh dan camilan mereka dengan bersantai di ruang keluarga
*di sekolah *
aisya dan rey berangkat sekolah bersama,naik mobil yg sama dan di kemudikan rey juga..
raut wajah rey tampak senang saat berada di dalam mobil bersama aisya ,sedang kan aisya hanya diam.
dia masih merasa kesal karena rey terus menerus mengoda nya dan lagi, aisya harus menghadapi nya setiap hari sampai tamat sekolah nanti.
memikirkan itu membuat aisya semakin kesal dan berfikir keras.
"kenapa diam terus sich sayaaangg??."
ditengah perjalanan,
rey mulai lagi menggoda aisya.
aisya menghela nafas dalam,menahan emosi nya,
"bisa diam nggak?aisya mengeratkan gigi menahan kesal.
tapi rey tidak berhenti juga.
"aaaiiii..jangan marah gitu dong sayang,nanti cantik nya hilang,apa mau q peluk dulu?"
goda rey lagi.
aisya menatap tajam ke arah rey lalu memukul lengan rey sampai berkali kali.
"ya...ya...ya..aisya sakit"
"ampun"
",q gk menggoda lagi!"
aisya tk menghiraukan ucapan rey.
"hentikan sya.!,nanti kita bisa nabrak,!.rey mulai panik.
aisya lalu menghentikan pukulan nya,dia merapikan baju ny kembali dan duduk dengan kepuasan karena sudah melampiaskan kekesalan nya.
sedangkan rey meringis kesakitan sambil menyetir.
sesampai nya di parkiran sekolah rey dan aisya turun dan rey mulai mengeluh.
"tangan kamu terbuat dari apa sich..sakit banget mukul nya."keluh rey sambil memegangi lengan nya.
"dari batu,?,ucap aisya ketus.
"coba sini lihat,!"
__ADS_1
rey meraih tangan aisya,rey mekihat nya dengan teliti.aisya menarik tangan nya dari rey.tapi rey kembali meraih tangan aisya.
"apa benar batu sehalus ini?"
rey mengelus tangan aisya lalu mencium nya,aisya kembali menarik tangan nya dengan cepat.dan dia kembaki memukul pundak rey.
"auu..sakit sya..;".
"salah kamu sendiri terus aja mengoda ku,atau jangan-jangan kamu sudah terbiasa ya godain anak gadis?.
"ishh,,q gk semurahan itu sampai godain semua gadis!.balas rey
yg sebenar nya ialah rey hanya suka mengoda aisya.
aisya yg secara resmi menjadi tunangan rey otomatis jadi pusat perhatian dari cewek2 yg suka kepada rey.
mereka merasa iri karena aisya sangat beruntung,baru juga sekolah di sana dia sudah bisa bertunangan dengan rey dan juga menjadi sangat akrab dengan bimo dan andrew.
sedangkan mereka yg sudah satu setengah tahun sekolah disana kesempatan bicara dengan rey hanya sedikit dan itu pun selalu dapat perlakuan yg dingin dari rey dan geng nya.
"ishh,,dasar menyebalkan,,kenapa dia bisa seberuntung itu?.
keluh seorang siswi yg sudah lama menyukai rey saat melihat rey dan aisya berjalan bersama.
saat akan berjalan menuju kelas,rey merangkul aisya.
dan dengan cepat aisya melepas tangan rey
"ishh,,apa,an sich malu tau di lihat yg lain!.ucap aisya
"kenap mesti malu?"
"lagian kita udah tunangan!.rey menunjuk kan cincin yg melingkar dijari nya
tak berhenti disitu rey kembali meraih tangan aisya dan menggenggam tangan aisya erat.
aisya mencoba lagi unttuk melepaskan genggaman rey .
akhir nya aisya pasrah dan rey melepaskan genggaman nya saat sampai di kelas.
"bagaimana?langsung tancap gas gk tadi malam?goda bimo saat rey duduk di bangku sebelah andrew.
"belum mukhrim?"ucap rey tegas.
"sudah tunangan,apa nya yg belum mukhrim!"tanya bimo
rrey memukul kepala bimo dengan buku tugas yg baru dia keluarkan dari tas nya.
"dasar mesum!"apa hanya itu yg ada di otak mu?"
bimo meringis kesakitan memegangi kepala nya
"sialan kamu,sakit,,gila!".
andrew yg didekat mereka hanya tersenyum aja melihat tingkah mereka.
*******
saat jam istirahat aisya tiba2 mendapat pesan misterius di ponsel nya, nomor yg mengirim pesan juga tidak dia kenal.
*isi pesan*
"apa kamu bahagia?"
"seperti nya iya!"
"tapi apa kamu tau yg sebenar nya?"
aisya hanya membaca tanpa membalas pesan tersebut.
__ADS_1
tapi lagi,aisya mendapat pesan masuk dari nomor yg sama.
"kalau mau tau,datang ke lapangan basket sekarang".
aisya tidak menanggapi pesan itu dan pergi ke perpustakaan dengan kenti
"dari siapa?"kenti yg terus menerus mendengar ponsel aisya terus berbunyi menjadi penasaran.
karena tidak biasa nya aisya mendapat pesan beruntun dan dia juga melihat aisya hanya melihat tanpa membalas pesan.
"tak tau,dari nomor baru,sepertinya salah sambung".
di lapangan basket ada rey yg sedang berlatih basket sendirian,andrew dan bimo memilih untuk ganti baju duluan.dan disana terlihat sepi.
dari pintu masuk ruangan.terlihat kikan yg akan menghampiri rey.
rey hanya melihat sekilas lalu melanjutkan permainan nya sendiri.
"rey,bisa kita bicara?"kikan menghentikan permainan rey dengan perkataan nya
"mau bicara apa?"dengan keringat yg mengalir ditubuh nya,dan nafas yg belum teratur,rey menghampiri kikan.
mereka duduk disebuah bangku penonton yg ada disana.
beberapa saat mereka hanya duduk dengan diam.
"selamat ya,atas pertunangan kamu!"
kikan mulai membuka percakapan.
"makasih!"ucap rey cuek.
"apa hanya itu?"ucap rey lagi
"kalau begitu q pergi dulu.!"rey beranjak dari kursi.
"rey,apa kamu tidak bisa kembali seperti dulu?"kikan meninggikan suara nya.menghentikan rey yg akan pergi.
"kalau hanya untuk membahas masa lalu..sorry ,aku gk ada waktu!"
ucap rey dengan suara berat nya.
"apa kamu lupa sama janji kamu?"
"kamu bilang,kamu akan kembali bersama ku saat kamu sudah bertunangan dan menjadikan dia tameng untuk kita?"
"agar orang tua kamu tidak tau ,kalau kamu berpacaran dengan ku?"kikan semakin memancing emosi rey.
rey yg semula membelakangi kikan pun berbalik.
"itu dulu ,saat aku belum tau kebusukan kamu,kamu hanya memanfaat kan aku untuk kepopuleran kamu sendiri."
emosi rey meluap setelah sekian tahun tidak bertemu kikan.
"aku minta maaf soal itu,waktu itu kita masih sama sama belum dewasa.!"
suasana kembali tenang setelah kikan meminta maaf.
"dan apakah kamu masih akan membalas dendam kepada aisya karena dia sudah mengambil kebebasan mu ?"
kikan terus membahas masa lalu dengan rey.
"kalaupun iya,,itu bukan urusan kamu.!"
rey mencengkram dagu kikan
"aku bukan rey yg kamu kenal dulu!"
ucap rey.
__ADS_1
dia melepaskan cengkraman nya lalu meninggalkan kikan sendirian.
saat berbalik, rey seperti melihat bayangan yg berjalan keluar dari tempat dia berdiri.