
chapter 4
hari pertama aisya akan masuk sekolah.
dia mulai dengan bangun pagi2,mandi dan bersiap memakai seragam nya.
bi siti menyiap kn sarapan untuk aisya.
aisya memakan sarapan nya dengan cepat.
"pelan2 makan nya nduk."
"iya buk,,"
aisya masih makan dengan cepat dan tak berapa lama aisya mengahabiskan sarapan nya.
"buk,aisya berangkt dulu ya.."
"iya hti2 nduk."
aisya mencium tangan ibu nya dan berjalan keluar dari dapur.
di lantai atas ,tepat nya di kamar rey.
rey msih belum bersiap berangkat sekolah.
dia melihat dari jendela,
terlihat dari jendela kamar rey,
punggung aisya yg berjalan agak cepat.
setelah melihat aisya yg berangkat sekolah, rey beranjak dari depan jendela nya dan bersiap ke sekolah juga.
kali ini andre dan bimo yg menjemput rey.
andrew membunyikan klakson nya agar rey segera turun dan berangkat.
rey berjalan cepat menuju mobil andrew yg sudah berada di depan pintu rumah nya.
"gledukk.."
rey membuka pintu mobil andre dan lagsung duduk dengan santai,menutup pintu mobil dan memakai sabuk pengaman nya.
andrew juga langsung tancap gas ke sekolah.
*****
andrew melihat aisya berjalan dari arah yg berlawanan dari nya
dan sama2 akan masuk kelas
andrew,bimo,dam rey berjalan santai menuju kelas nya
"aisya udah mulai msuk kelas ya."?
"iya."jawab rey acuh
bimo clinguk an mencari sosok aisya yg mereka bicarakan ,karena aisya sudah masuk kelas.
saat di ambang pintu masuk kelas ,seorang siswi menghampiri rey
"rey,tunggu."teriak niken.
rey berhenti dan membalik kan badan nya
"udah sarapan belom?"nich q buatin bekal sendwich buat kamu ".
rey menatap kotak makan yg disodorkan niken.
niken menatap rey dengan penuh harap makanan nya akan diterima.
"lo makan aja sendiri,dirumah gue gk kekurangan makanan sampai harus lo bawain."
niken tertunduk menahan kesedihan nya,air mata hampir menetes karena ucapan rey.
__ADS_1
rey berbalik meningglkan kan niken
"setidak nya lo harus nya bisa menghargai ketulusan gue"
teriak niken
aisya yg tadi nya tunduk membaca buku mendongak saat mendengar suara niken
"apa'n sich masih pagi gini udah ada drama"gumam aisya.
aisya menengok ke arah rey yg sudah duduk di bangku nya
"belagu banget tu orang."
aisya kembali membuka buku nya dan mulai mengingat sesuatu.
"hemm,,,pantes aja di tolak,orang udah punya pacar."bathin aisya.
dia mengingat kembali saat pertama kali melihat rey.
meskipun dari kejauhan tetapi aura ke gntengan rey bisa terlihat jelas.
"dari bangku nya rey menatap punggung aisya..lagi."
"permisi,"
"sorry,itu bangku aku".
kenti yg baru masuk kelas berbicara sama aisya yg duduk di bangku nya.
"maaf,q gk tau karna baru masuk"
aisya beranjak dari duduk nya.
"it's ok, "..kamu boleh duduk sini."
lalu kenti duduk di sebelah aisya.
aisya kembali duduk.
"iya."
"kenalin q aisya,"
menyodorkan tangan ke kenti
"kenti".
aisya dan kenti berjabat tangan sebagai perkenalan.
tk lama kemudian semua murid masuk kelas karena sudah ada guru nya dan pelajaran di mulai
***
beberapa jam kemudian bel untuk istirahat berbunyi.
guru menutup pelajaran nya dan pra murid mulai memasuk kan buku dan ada yg langsung keluar kelas.
aisya dan kenti juga bergegas menuju kantin
"mau pesan apa sya?"
"q pesen mi ayam aja dech.."
tk lama makanan pesanan mereka datang,aisya dan kenti langsung melahap mie dan es teh di depan nya.
rey juga datang ke kantin bersama andrew dan bimo.
saat rey duduk beberapa siswi memperhatikan rey dari mulai makan sampai minum hingga selesai,makanan mereka sendiri belum juga habis.
rey tersenyum saat bimo dan andrew sudah mulai bertengkar kecil hanya soal makanan.
andrew dan bimo adalah teman terbaik rey,saat bersama mereka rey menjadi diri dia sendiri yg ramah dan baik.
sedang kan yg di lihat oleh orang lain rey selalu cuek,gk banyak omng,dan tidak terlihat ramah sekalipun.
__ADS_1
bimo yg mengocok2 saos yg susah keluar tiba2 muncrat ke kemeja andrew
"yaaaaa...lo gimana sich,kena baju gua nich ".
"sorry2 gk sengaja nich saos nya gk keluar2 dari tadi"
andrew melepas kemeja putih nya dan meletak kan nya di meja.
andrew memakai dalamn kaos putih juga..untung nya tidak sampai tembus ke kaos ny itu.
reyy tersenyum karna ulah bimo itu
karena tidak sekali ini dia begitu beberapa kali bimo selalu memuncratkan saos nya kalau gk kena andrew ya rey.
dan saat ini sial nya ke andrew.
meskipun begitu andrew dan rey masih saja terkena, meskipun kadang mereka duduk nya bersebrangan
lagi2 ada siswi yg mencoba mendekati rey..padahal mereka tau rey sangat dingin dan bahkan gk segan2 berkata kejam pada siswi2 yg mendekati nya.
"hh,h,hay kak.."
nina mencoba menyapa rey
rey menatap nina tajam
"boleh gk q duduk disini?
nina membawa nampan nya ke meja rey,
"boleh,,kita udah selesai kok".
jawab bimo.
dari ketiga cowok itu bimo yg bersikap normal ke semua orang
"rey membanting sendok yg dipegang nya di meja"
bimo sampai kaget
"astaga,"
bimo memegangi dadanya
"lo bisa dudukin semua kursi ini.."
jawab rey ketus dan beranjak dari duduk nya begitupun bimo dan andrew yg membawa kemeja nya.
aisya yg dari tadi juga di kantin melihat saat rey bersikap belagu ke siswi lain.
"belagu banget sich mereka"
aisya menatap ke arah rey dan teman2 nya
"biasa lah,cowok keren kyk gitu."
"mereka itu paket lengkap,dan siapapun pasti pengen jadi pacar mereka."
"paket lengkap?"
aisya memicingkan mata nya .
"yapss..ganteng,tajir,pinter.
kurang apa coba mereka"
"kamu juga ingin jadi pacar dari merka?"
kenti hanya senyum penuh arti.
"kalau aku mah ogah jadi pacar mereka,,sombong,jutek gitu
yg jadi pacar nya pasti nyiksa batin nanti nya..bukan nya bahagia"
kenti tertawa mendengar omongan aisya yg menurut nya lucu.
__ADS_1