
aku sedang meminum secangkir kopi aku jadi teringat sesuatu hal yang terjadi 5 tahun silam , aku tinggal dikota sementara saat itu libur panjang jadi aku hendak menginap dirumah kakek ku yang berada dipedesaan .
"apa kau sudah berkemas" ujar ibuku
"sudah bu semua siap" kataku
"jangan sampai ada yang ketinggalan kalo sudah sampai halte bilang mau ke desa jangan sampai kelewatam dan jangan tertidur" ujarnya
"yah tentu saja bukan cuma kali ini aku kan sudah sering kerumah kakek" kataku
"yasudah kalo begitu" kata ibu
Aku pun berpamitan dan bergegas pergi ke sebuah halte , disana aku duduk menunggu bis nya nampak disana juga ada seorang ibu paruh baya dia mentap ku dan aku pun tersenyum , setelah menaiki bis itu diperjalanan aku sangat tak sabar ingin menemui kakek ku .
Sesampai nya disana aku pun disambut oleh kakek ku dan keluarga yang lain , nampak semua sangat bahagia menyambut ku .
"naira ibu ayah kamu ga ikut" ujarnya
"ngga kek lagi sibuk gapapa yg penting ada cucu kakek yg imut ini kan hehe"
"ah kamu bisa saja yasudah ayo masuk kerumah kakek" ujarnya
Ketika masuk didalam nya nene mempersiapkan makanan untuk menyambut ku , disana ada kakek nene paman dan juga bibi kami semua makan dengan suka cita .
"wah enak banget kek ada ayam bakar hehe"
"yah tentu harus dong untuk menyambut cucu kesayangan kakek" ujar nya
"naira ntr malem kerumah bibi yah nginep masa dirumah kakek trus dirumh bibi juga harus dong hehe" dengan tersenyum
Paman pun menyambung kata
"aduh ini bibi sama kakek gamau kalah" ujarnya sambil tertawa
Keluarga hangat ku didesa benar benar menyenangkan , setiap libur sekolah aku tak pernah melewatkan kesempatan untuk pergi kedesa , agar bisa bertemu dengan mereka ,
Lantas seusai makan bibi ku pun langsung mengajaku pergi bersama paman juga .
"kek gapapa kan naira tinggal dulu dikami" ujar bibiku
"yah gapapa ko asal jangan bikin cucu ku lecet" katanya bercanda
"iyah deh siap gabakal kek hehe" bibi ku ikut bergurau
Diperjalanan aku menaiki mobil paman menyetir bibi disampingnya sementara aku dibelakang .
Lantas ada sesuatu hal yang menarik perhatianku , yaitu hutan yang berada didekat desa kakek ku , nampak bercahaya seperti sedang ada festifal diatas langit hutan itu juga nampak ada kembang api .
Ketika sampai dirumah aku pun menyimpan barang barangku disebuah kamar ,
Kami menonton televisi sebelum tertidur karna merasa belum larut malam .
"oh ya paman bibi aku mau tanya" ujarku
"menanyakan soal apa naira" kata paman
"anu hutan itu apakah sedang diadakan sebuah acara" kataku
"acara apa ah kamu ngawur aja" ujar pamanku
"iyah naira mungkin cuma prasaan kamu bibi juga tadi liat keluar gaada apa apa tuh"
__ADS_1
Lantas aku pun berfikir keras apakah benar itu cuma prasaanku tapi mengapa hatiku begitu yakin apa sebenarnya itu ? Ada apa disana ?
Setelah menonton televisi kami semua pun tertidur , akan tetapi aku masih terfikirkan oleh kejadian yang kualami dimobil tadi , apa semua itu hanya hayalan ? tapi ini kan kenyataan bukan mimpi bagaimana mungkin
Aku pun tertidur setelah lama berfikir dan tak kunjung menemukan jawaban itu hanya saja aku merasa yakin suatu saat pasti aku akan menemukan jawabanya , sesulit apapun ituh pasti
Keesokan hari nya aku pun bangun dari tempat tidur dan merapikan nya lalu bibi dan paman ku mengajaku untuk sarapan bersama
"nai ayo sarapan bareng" ujarnya
"ah ngga dlu deh bi aku mau minum kopi aja hehe" kataku
"aduh anak gadis satu ini suka banget kopi"
"hehe" tawa kecilku
"yah biarin aja namanya anak muda harus penuh inspirasi betul kan naira" ujar pamanku
"yes right paman emng pengertian"
"haha tentu dong paman siapa lagi bay the way ga sekalian ngeroko nai" katanya bercanda ala bapak bapak
"nanti aja paman blm ada wahyu" ujar ku sembari menyeruput kopi
"aduh bawa bawa wahyu itu kan anak pak parjo" sahut nyah
"haha" bibi tertawa mendengar lelucon aku dan paman
"oh ya nai kamu jalan jalan gih" ujarnya
"jalan jalan ke mana bi ga pede ah" ujarku
"lah jangan malu2 ini juga desa mu kan"
"dianaaaa"
teriak bibi ku nampak orang itu pun melihat ke arah bibi sembari menghampiri nya
"iyah ada apa"
"ini kamu ajak ponakan bibi jalan2 yah"
Lantas orang itu pun melihat ke arah ku sembari tersenyum aku tak tau apa yang sedang dipikirkanya bahkan aku tak mengenal nya
"naira sini"
aku pun mengampiri nya
"em iya bi"
"nah kamu sekarang jalan2 yah sama diana"
"ta tapi...."
"ah gaada tapi tapi kalo dirumah terus suntuk jadi mending jalan2 kan" ujar bibi ku
Aku pun mengangguk setelah itu tiba tiba diana memegang tangan ku sembari mengajak ku berlari kecil
"ayo naira kita main" kata diana
aku pun mengatakan
__ADS_1
"iyah diana" ujarku
Tiba tiba diana berhenti aku pun sontak berhenti
"eh ko diana sih gamau" katanya
"lah ko gamau sih masa panggil pak yanto"
"haha bisa aja panggil nya ana ajah nai"
"oh ana yah panggilan yg bagus" kataku
"yah bgitulah itu neneku yg kasih nama" ujarnya
"nene mu gaul juga tau nama yg bagus hehe"
"iyah dong , btw nai kamu ni dari kota yah"
"wah ko tau" kataku
"yah pakaian mu modern banget dan cantik juga pasti bnyk cwo2 yg naksir yakan hihi"
ujar ana
"yah gatau sih na aku jarang keluar rumah gitu" kataku
"wah aku baru tau ada nolep yang goodloking" ujarnya
seterusnya aku berbincang bincang dengan ana dia orang nya asik dan mudah bergaul bahkan aku pribadi yang tertutup bisa berkomunikasi dengan baik dengan nya
setelah itu ana pun memanggil teman nya
"eh roy ikutan" ujarnya
"an na....." kataku
lantas ana pun menarik tangan ku lagi
"ayo nai kita pergi main disana" katanya
aku merasa bimbang karna disana ada bnyk orang tapi aku mengikuti arus dimana tangan diana menarik ku aku terpaksa mengikuti nya
"eh na dia siapa" ujar seorang pria
"dia teman baruku dari kota" kata ana
"wah gile lo punya temen cakep banget gini" ujarnya
"iyah kaya gw haha" ujar ana
"dih kepedean loh" ujar pria itu
"eh nama mu siapa"? Ujar pria lain
"nai..."
ana pun memotong kembali
"dia namanya naira yang paling penting jangan ganggu bestie gw ntr gw tampol loh" katanya kepada pria itu
"wis ngeri iya deh mbak galak" ujar pria itu
__ADS_1
aku hanya tersenyum melihat tingkah konyol mereka