Roh Tampan Penghuni Hutan

Roh Tampan Penghuni Hutan
roku


__ADS_3

"peluk aja sama borni wlee" kataku sembari ketawa


"kalo si borni males deh" katanya


tak terasa kami sudah mulai dekat dengan rumah


Sesampainya dirumah kami pun masuk keruang tengah nampak disana juga terdapat tungku kayu


jefri pun menyalakanya


"nai kita bakar ikan nya disini ya" ujarnya


jefri nampak ingin keluar mengambil ikan yang diember tadi tapi tiba tiba aku mengampirinya


"nai...."


"udah diem ih katanya pengen dipeluk gimana anget ga kataku"


"anget banget nai empuk"


Ketika mendengar nya ih jefri malah bilang gitu jadi malu


"udah ih sekarang ambil ikan nya" kataku


"yah padahal msih pengen pelukan"


jefri nampak lucu ketika manja seperti itu aku hanya bisa tersenyum


apa ini pelukan pertama untuknya jika benar aku merasa spesial jadi yang pertama


"nai ini" katanya sembari menyodirkan ember


"dapur nya dimana"


"disana" kata jefri


aku pun membersihkan ikan nya yang membuatku  heran adalah ternyata ada wastafel ini jadi mempermudah membersihkan nya tanpa hawatir pakaian kecipratan air


aku merasa bimbang kaya gak masuk akal apalagi rumah ditengah hutan gini


akan tetapi tiba tiba jefri memeluku dari belakang


"jef kamu kenapa"


"masih pengen peluk kamu bersihin aja biar aku yang meluk" katanya


apa boleh buat aku memang memiliki perasaan terhadap jefri ketika dia memeluku jantung ku berdebar debar


berbunga bunga sekaligus cemas


aku tak tau ketika mengenal nya dia sosok yang dingin dan cuek tapi ketika sudah dekat seperti ini dia manja


"nai nanti kita bakar ikan nya pasti enak kan" katanya berbicara dipundaku


"iyah jef"


ketika selesai membersihkan nya


"nah sekarang tinggal bakar" kataku


"okeh" ucap jefri tapi tetap tak melepaskan pelukan nya


"ih lepasin jef"


"aku pengen peluk naira terus" katanya


"gamau ah jefri nya belum makan" kataku


"aa yaudah deh mau makan" sembari melepaskan


sesudah itu aku pun dan jefri mengelola ikan tadi menusuk nya kemudian ditaburi beberapa rempah yang ada


kemudian menusuk nya dengan tusukan sate


"aww" ujarku


"kenapa nai" katanya cemas


"ketusuk jariku" sembari berkaca kaca


jefri pun mendekat ke arah ku

__ADS_1


"ya ampun nai makanya hati hati" sembari memasukan jari ku kemulut nya


"jef aku gapapa ko" kataku


"gapapa apa nya jelas jelas luka"


tak tau kenapa prasaan dihati ku semakin menggebu kenapa jefri jadi bersikap ramah begitu


setelah nya kami pun memakan ikan yang sudah matang tadi


"gimana enak gak" kataku


"enak bnget ini kaya masakan mmh" ujarnya


"wah beneran" kataku meyakinkan nya


"iyah nai aku jadi kangen" nampak raut nya sedih


"udah jef gak perlu sedih" kataku


aku tak tau tentang hidup jef dia bisa berakhir disini juga aku tak mengerti


sebenernya dimana ibu nya semua pertanyaan itu terus terngiang ngiang dibenaku


ketika aku melihaf lihat rumah jefri aku melihat cermin disebrang yang mengarah ke kami tapi betapa terkejut nya aku


dicermin itu tidak ada pantulan jefri melainkan hanya ada aku saja


jelas jelas dia ada disebelahku


untuk tidak dicurigai lebih baik aku tak melihat cermin itu


"kenapa nai" katanya


"gapapa ko jef tidur aj yok" kataku


"gitu yah kamu udah ngantuk yaudah kita tidur dikamar masing masing" katanya


aku pun tertidur dikamar jefri dengan perasaan bingung dan penuh tanya


keesokan pagi nya aku pun diantar kan oleh jefri ke luar hutan


akan tetapi aku masih terfikirkan sebenarnya jefri ini apa? Apa semalam cuma prasaanku


"oh ya makasih yah jef" kataku


"nai kamu sakit yah" katanya sembari memegang keningku


"aku ngga sakit" dengan suara lemas


"yah kamu istirahat ajah yah dirumah" sembari tersenyum


"iyah jef aku bakal istirahat dirumah ko"


"nah bagus" ujarnya


"yaudah sampe jumpa tahun depan yah" kataku terlepas dari situasi sekarang aku masih ingin bersama jefri


"iyah nai" hanya meng iya kan


ketika pulang diperjalanan aku pun tak sadarkan diri


ketika terbangun aku berada disuatu kamar


"nai nai" ujar seseorang kepadaku


ketika berhasil membuka mata dan kesadaran ku sepenuhnya aku melihat ternyata itu ana


"nai syukurlah kamu gapapa" katanya


"ana aku dimana" kataku bingung


"ini kamu lagi ada dirumahku" sembari memeras air dari kompresan dan ditaro dekeningku


"ah makasih yah na" kataku dengan suara kecil


"nai kamu ko bisa kaya gini" menanyai kondisiku


"gatau kayanya aku sakit deh" ujarku dengan nada bingung


"syukurlah"

__ADS_1


"na ko kamu bisa bawa aku kerumah mu" ujarku


"aku lagi main kaya biasanya tiba tiba ada orang yang kumpul kan penasaran terus kusamperin eh ternyata kamu mana berdarah"


ana menceritakan seluruh kejadianya ketika menemukan ku


"gitu yah eh bentar apa nya yang berdarah"?


ujar ku bingung


"mulut kamu nai berdarah"


ketika mengetahui nya dari ana aku bertanya tanya sebenarnya apa yang terjadi padaku hingga seperti itu


"nai kamu abis darimana sih jangan jangan..."


"aku dari hutan na" kataku tanpa banyak basa basi


ana pun terkejut dia tak menyangka


"nai kamu nemuin cowo itu lagi" katanya


"iyah na emang kenapa" kataku


"apa kamu gini karna cowo itu" ujar nya dengan curiga


"ngga na dia baik semalem kami ikan bersama" kata ku


ketika mendengar nya sontak ana terkejut kembali


"dihutan itu kan gaada danau" ujar ana dalam hati


lantas setelah itu ada yang mengetuk pintu kamar dan membukanya


"na kamu ajak temen mu sarapan" ujarnya lalu pergi


ketika melihat nya


"itu bukanya pak rw ko"


"dia babeh ku nai" katanya


"ayah"? Kataku


"yup" sembari senyum


aku pun berusaha bangun dari tidur ku tetapi pusing ku semakin menjadi jadi saat ingin melakukanya


"eh nai ga usah aku kan sahabat mu biar aku yang ambilin" katanya


"duh jadi ngerepotin" ujarku


"yah gapapa namanya temen kita harus saling membantu kan" ujarnya dengan tulus


ketika ana pergi aku masih kepikiran sebenarnya kenapa bisa berdarah mulutku padahal jelas jelas semalam aku hanya memkan ikan


tak berselang lama ana pun menghampiri aku


"nah nai ini punya kamu" katanya


"na ko kamu nemenin aku" kataku


"yah gapapa nai bay the way aku juga pengen tau ceritanya kamu sama cowo itu ngapain aja katanya"


lantas aku pun menceritakan nya


"jadi kami tu mancing na terus...." terhenti


"terus apa"? Katanya


sembari masih makan


"aku liat ada yang aneh jefri gaada dicermin" ujarku


ana pun terkejut kembali


"hah seriusan" ? Tanya ana memastikan


"gatau juga sih tapi kliatan nya gitu" ujar ku


"jadi cwo itu namanya jefri yah" menanyakan nama nya

__ADS_1


"iyah" kataku dengan nada lemas


__ADS_2