
Hari yang dinanti nantikan ana roy dan yang lain nya pun tiba
nampak mereka sudah bersiap dengan barang barang dan juga tenda yang telah disiapkan untuk berkemah
lalu tiba tiba terdengar suara langkah kaki didepan rupanya itu naira yang hendak memasuki hutan
dia nampak sadar jika dibelakang nya ada orang ketika berbalik
mereka semua pun bersembunyi dibalik pepohonan yang rindang
lalu naira pun kembali berjalan nampak
"etdah si naira berani bet yakan masuk kehutan ini sendirian" ujar salah seorang teman
"iyah njir kalo jadi gw mh ogah" sahut teman yang lain
lalu roy pun mengatakan
"udah udah jangan ribut mending sekarang kita jalan lagi" ujar roy
ketika berjalan cukup jauh mereka pun memilih tempat yang agak jauh dari naira akan tetapi msih bisa untuk sesekali menyusup dan mengawasi nya
"nah sekarang bagi bagi tugas" ujar ana
mereka pun membagi tugas untuk membangun tenda mereka membangun nya bersama setelah itu ada yang mencari kayu bakar juga dan membuat lubang disekitar tenda supaya kalo hujan air nya tak masuk kedalam
ketika sudah selesai nampak ada salah seorang yang merenung
"sal lu kenapa" ujar roy
"gw gapapa"katanya tanpa menjelaskan
"lah gapapa tapi ngelamun" sahut ana
"dari sekian banyak nya hutan kenapa disini sih anj" ujar faisal dalam hati
lantas setelah itu kami semua bergantian memeriksa lokasi naira
pertama tama yang menyusup yaitu teman yang satu dan yang lain nya
mereka pun melaporkan nya pads roy
"eh roy ngeri banget njir" kata nya
sementara teman yang 1 nya hanya gemetar tak mengatakan apapun
"njir lu kenapa dah" kata ana
lalu yang tadi pun masuk kedalam tenda tanpa mengatakan apapun
sementara teman nya yang bilang ngeri tadi bilang
"si naira roy na ngomong sendiri" katanya
ketika mendengarnya roy dan ana terkejut
begitupula dengan yang lain nya kecuali faisal yang se dari tadi diam saja
"bentar bentar...."ujar ana
"apa na" tanya roy
"jangan jangan si jefri itu han...."
sebelum melanjutkan nya terdengar suara tawa yang begitu keras
lantas semuanya ketakutan tetapi tidak dengan roy dan juga faisal
"kayanya itu naira" ujar faisal dengan nada lurus
"iyah sal sekarang giliran siapa" tanya roy
yang lain nya nampak tak mau mengecek
"gapapa sekarang gw aja" kata faisal
yang lainya pun melihat ke arah faisal dengan penuh keanehan
"gila berani juga" kata salah seorang teman
"diem diem opp nih" kata yang lain nya
"semangat sal" kata ana yang mau nolong tapi nampak muka nya pucat seperti rasa takut yang disembunyikan
ketika mengecek nya dari semak semak betapa terkejut nya faisal melihat naira tengah berbicara dengan sosok yang tak asing dimata nya
__ADS_1
ketika kembali nampak faisal yang bengong
yang lainya pun menyimpulkan
"kaya nya ngeri banget tuh" ujar salah seorang
"diem"kata ana
"gimana sal" tanya nya nampak faisal yang terduduk didekat perapian
"yah gitu ujar nya" suasana tampak semakin tidak kondusif
lalu waktu menjelang sore setelah senja tenggelam hari mulai menampakan kegelapan nya
saat itu lah suasana ikut menegang karna keadaan hutan yang begitu mencekam
malam itu dihiasi oleh suara serangga
"na btw lu cewe sendiri ga takut kah" kata salah seorang
"ngga kan kalian temen gw kalo macem macem yah berhadapan sama si roy" katanya
"wuish ngeri yah ngga deh" ujar nya
"udah deh jangan bercanda" ujar roy
"iyah roy sorry" katanya
"sekarang giliran gw yang liat"katanya
"lu ga takut" kata ana
"ngga gw pengen liat naira" nampak wajah roy yang amat serius dan ia pun segera bergegas pergi
"si roy kaya peduli bet ye sama naira" ujar aalah seorang teman
"yah itu gak salah lagi sih dia naksir" sahut yang lainya sambil ketawa
lantas ketika mendengar itu nampak faisal terkejut lagi
"jadi selama ini roy juga suka sama naira" gumam roy dalam hati nya
beberapa menit telah berlalu akan tetapi roy tak kunjung kembali
"ga boleh "ujar faisal
sontak semua terkejut
faisal nampak seperti cemas setelah melihat keadaan naira
biar gw aja sama yang lain nya kata faisal
"disini ada yang takut ga" tanya faisal
"gw" ada yang mengacungkan tangan
"nah lu disini temenin si ana ok" kata faisal
"okey" katanya
nampak mereka menghampiri roy yang tengah memandang naira dari kejauhan
"roy lu ko ga balik2" nampak roy fokus melihat ke arah naira dengan tatapan kosong"
seketika yang lain nya melihat
"njir si naira dansa sama siapa" bisik salah seorang
"heum ga salah lagi" kata faisal
dia nampak tak bersembunyi lagi dan menghampiri naira dan menjentikn jari nya seketika naira tersadar dan hendak terjatuh akan tetapi faisal berhasil menopang badan nya
sontak yang lain yang sedaritadi sembunyi keluar terutama roy dia segera lari
faisal pun memberikan naira pada roy
"cepetan pergi" ujar faisal
"tapi lu.." kata roy
"gw masih pengen disini" ujar nya
setelah mereka pergi hanya tersisa faisal ternyata dia bisa melihat jefri
"masih ada disini lo bang" katanya
__ADS_1
"yah gw gak kemana mana" ujar jefri
"jadi lu suka juga sama si naira" ujarnya
"iyah gw su...ka" kata nya
"sadar dong lu tu sama dia beda alam masa manusia lu embat harusnya sama sejenis lu" kata faisal
"haha" lalu jefri pun membelakangi faisal
"kenapa lu" tanya faisal
"kejam juga lu jadi adek demit sini mana ada yang cakep kaya naira" kata jefri
"gw adek lu tapi ga pernah tuh lu ngunjungin gw kerumah" sahutnya
"disini lebih tenang dan damai lagipula gw dulu mati juga disini kan gw mau menghabiskan sisa kematian gw disini sampe pada akhirnya gw menghilang" katanya
nampak raut wajah faisal menjadi sedih
"emang lu udah ga bakal gentayangan lagi disini" kata faisal dengan menunduk
lalu jefri menghampiri faisal dan memegang pundak nya efek yang dirasakan faisal saat itu adalah dingin
"dek abang udah tenang sekarang , abang kesepian makanya belum istirahat dengan tenang tapi sebentar lagi abang bakal bener bener pergi" kata nya
lalu faisal melihat nya
"yaudah bang hati2 gw selalu doa in lu ko" kata faisal
"yah dek pesen gw lu jagain ortu ye terus kalo naira biar gw ngomong sendiri" katanya
lalu faisal pun mengangguk seketika jefri menghilang dan faisal pun kembali kepada teman teman nya
mereka menginap ditenda itu kemudian keesokan hari nya ketika semua terbangun berkemas
naira yang sudah tersadar dia bertanya
"loh ko kalian disini" ujar naira
"nai ada yang mau kita omongin" kata ana
lalu roy memberi kode
"ah ntar aja deh" sambung nya
lalu setelah semua berkemas mereka pun keluar hutan dan berkumpul dilapangan tempat biasa dulu bermain
"nai si jefri tu bukan manusia" kata ana
"udah lah na aku tau kamu ga suka sam jefri tapi jangan gitu" kata naira
"ngga nai itu bener aku sama anak nak yang lain termasuk ana tadi malem kemping dihutan itu dan merhatiin kamu" kata roy tegas
lalu semuanya diceritakan kepada naira ketika mengetahui nya nampak mata naira tak bisa terbendung dia pun pergi berlari ke rumah nya dengan deraian air mata
"jef itu semua ga bener kan" gumam nya
lantas ketika malam hari ia masih manangis dan meratapi kesedihan nya ketika mengetahui bahwa orang yang dia cintai telah pergi untuk selamanya
begitu sedihnya naira hingga ia tertidur
dalam mimpi ia berada disuatu tempat putih kosong disana ada jefri
"jef kamu kemana aja aku pengen penjelasan itu kata mereka ga bener kan" ujar naira dalam mimpi tersebut
"itu bener nai maafin aku yah aku ga jujur kalo ngasih tau kamu nanti kamu pergi aku gamau kehilangan kamu nai tapi sepertinya takdir kita memang berpisah" kata jefri
"ngga kita gabakal pisah aku gapapa ko asal bisa sama kamu terus" ujar naira sembari menangis
jefri pun mengusap air mata naira
"nai kamu jaga diri baik baik yah maaf kalo aku gabisa nemenin kamu lagi kalo kamu pengen tau tentang aku kamu bisa nanya langsung ke faisal dia adiku , oh ya kamu dulu bilang aku kaya chindo bukan nai ayah ku orang jepang" sembari berkaca kaca menjelaskan identitasnya
naira tak mempedulikan lagi rasa penasaran nya ia hanya ingin jefri tetap bersama nya
jefri pun memeluk naira setelah itu melepaskan nya nampak naira tak ingin melepaskan tangan jefri
perlahan jari jemari nya terlepas
"pliese jef jangan pergi aku masih butuh kamu" sembari menangis
"maafin aku sayonara naira love you" ujar jefri
"iyah jef makasih untuk semuanya love you too" sembari berlinangan air mata
__ADS_1