Roh Tampan Penghuni Hutan

Roh Tampan Penghuni Hutan
juu goo


__ADS_3

Aku sudah menceritakan kejadian 5 tahun silam


sekarang aku tengah menulis sembari meminum coffeee kesukaan ku


besok adalah hari yang besar untuku karna aku akan mulai bekerja disalah satu cafee termnama ibukota


sejujurnya aku benar benar merindukan ana roy faisal bibi paman dan teman teman yang lainya akan tetapi aku hanya ingin menghindar dari masa laluku agar tak bersedih


aku tau seharusnya aku tak lari dari kenyataan tapi kenyataan itu begitu pahit untuku aku tak bisa melupakan nya


( menurut author yah tak bisa melupakan dan tak ingin melupakan dua hal yang berbeda jika seseorang itu benar benar ingin melupakan pasti dia akan hapus fto fto mantan barang2 yang mengingatkan nya pada si dia dan hal lainya sementara jika tak ingin melupakan seseorang itu maka dia akan sengaja sechrol sosmed nya ngecht ngecht lebay tapi cuma diread nangis nangis tengah malem sambil liatin foto foto nya padahal si doi aslinya ga peduli banget karna udah ada orang baru 😄🙃)


kamu pasti penasaran kan aku akan berakhir dengan siapa ?


kehati siapa prasaan ini akan berlabuh ?


yuk ikutin kelanjutan nya.....


setelah kopi ku habis aku mandi dan bersiap siap untuk pergi kesuatu tempat


ketika sampai dijalan depan rumah ku nampak ada seseorang yang berteriak memanggil nama ku


"nairaaa" ujar nya


"eh nila" kataku sembari melihatnya berlari dari kejauhan


//nila adalah teman sekolah naira


"kamu mau kemana" sembari ngos ngosan


"aku mau ke toko buku nil" ujar ku padanya


"owh gitu yah aku boleh ikut ga soalnya gabut dirumah" ujar nya


"boleh" jawabku


setelah itu kami berjalan menyusuri jalan itu dan menaiki sebuah taxi


didalam mobil nila pun memulai percakapan


"eh nai kamu udah ada rencana kerja" katanya


"udah nil besok mulai kerja" sembari melihat ke arah nila


"dih enak dong aku belum ada gatau mau kerja dimana bingung" ujar nila


"gimana kalo kerja di cafe yang sama nanti ku bicarain deh ke manager nya" ujarku


lantas nampak nila tersenyum sumringah


"wah beneran makasih yah naira" ujarnya


"iyah nil sama sama"kami pun sampai ditujuan


ketika memasuki nya itu benar benar toko yang cukup besar bahkan lebih besarbdari perpustakaan sekolah

__ADS_1


"kamu mau cari buku apa" tanya nila


"mau cari buku horor sih" kataku


"ish serem aku mau kesnaa ya liat liat komik" ujar nila


"okeh nil sip" meng iiyakan


kami pun ke arah yang berlawanan mencari cari buku


aku melihat lihat buku buku itu nampak seram


"sepertinya hantu yang tampan seperti jefri memang tidak ada" gumam ku


lantas aku pun melihat satu buku yang nampak menarik yaitu buku mengenai roh


aku pun mnegambil nya dan mmebawa nya kekasir


disana aku menunggu nila yang super duper lama banget


nampak dari kejauhan nila mulai menampakan diri nya sembari membawa setumpuk komik ditangan nya hingga menutupi wajah nya


"nai maaf lama yah nila tadi liat liat banyak seru komik nya" ujarnya


"yah gapapa sih nil tapi kamu beneran bisa baca buku sebanyak ini" tanya ku tak percaya


"bener dong" katanya


ngomong ngomong soal komik ketika melihat komik jepang bernuansa anime one piece itu mengingatkan ku pada sosok jefri yang keturunan jepang dengan paras nya yang tampan


"eh nai dipanggil mbak kasir tuh" kata nila sembari menepuk pundak naira


"eh iya berapa kak"sontak naira tersadarkan


"total nya 35 ribu" baik kak


"kalo punyaku berapa kak" ujar nila


"sebentar ya kak saya hitung dulu" pantas sajah jika rumit karna pesanan nila begitu banyak dan menurut kemampuan dompet itu jelas bikin jebol


akan tetapi tidak dengan nila dia adalah orang yang cukup berada dan bisa dibilang kaya juga tapi selalu nampak sederhana dia tak memakai perhiasan akan tetapi dia sering terlihat membelanjakan uang nya hanya untuk hal hal yang dia sukai meskipun bagi orang lain itu tak penting seperti persediaan permen seumur hidup atau beli iphone untuk dijadikan tempat motong bawang memang benar benar tak masuk akal tapi begitulah


dia juga sangat murah hati dan gemar meneraktir teman teman nya


"ini kak" ujarku


"ih naira gaboleh aku aja yang bayar" katanya sembari cemberut


"ngga nil ini kan buku ku" ujar ku


"gaboleh aku aja yang bayar anggep aja sebagai ucapan terimaksih karna udah ngajak kerja" katanya


"okee" kataku


jujur saja pantas orang lain tak mau dan segan memberikan nya pekerjaan jelas saja harta orang tua nya tak habis tujuh turunan ditambah turunan ke delapan

__ADS_1


setelah itu kami pun pulang dari toko buku itu akan tetapi nila melihat sebuah kedai eskrim dalam mobil


"naira beli eskrim yuk" katanya


"iyah deh panas juga nieh"


kami pun mengantri nya setelah itu tiba tiba terdengar suara


"jek minjem uang dong gak cukup nieh" ujar salah seorang pria


"em gimana ya gw juga ga punya" jawab pria disebelahnya


"kenapa ya giliran gw yang minjem lu selalu ga punya" ujar pria pertama


nila yang melihat kejadian tersebut pun mengahmpiri sampai dekat dengan merka berudua


ketika berada dihadapan nya nila pun mengatakan


"jangan ribut ribut ih cuma karna uang jangan sampai persahabatan kalian hancur" ujar nila


kedua pria itu pun menatap ke arah wanita feminim polos didepan nya itu


"nieh buat jajan eskrim" ujar nila sembari memberikan masing masing pria itu selembar uang merah


"eh beneran nih" ujar pria ke satu


"bener dong" kata nila tanpa ragu


"tapi ini kebanyakan" sahut yang satu nya


"gapapa ih buat beli eskrim besok kan juga bisa" ujar nila


"wah maksih yah"


"iyah makasih"


"sama sama"


aku yang melihatnya takjub bahkan dengan orang asing saja nila seperti itu


"ayo naira sekarang giliran kita"


kami pun membeli eskrim aku rasa strobery dan nila rasa coklat


setelah itu kami pun hendak pulang kembali menggunakan taxi


"eh nai tadi seru yah"


"iyah nila seru banget bay the way ga dicariin ortu kah"


"ngga nai lagi ke hongkong terus dirumah juga cuma ada bodygoard mereka suka ngikutin aku kemana mana" ujar nya nampak sedih tapi bagiku itu bukan lah kesedihan justru kehidupan nila sudah terjamin dia tak perlu bersusah payah lagi karna orang tua nya tajir melintir


"hehe iyah nil sabar yah yaudah aku turun disini yah" kataku


"iyah naira sampai jumpa besok" katanya melambaikan tangan setelah itu pun aku masuk kerumah ku

__ADS_1


__ADS_2