
Disisi lain naira tengah menghabiskan waktu bersama dengan jefri
ketika menyender dibahu jefri dia tiba tiba mengatakan
"nai kalo suatu saat aku ilang gimana"? Katanya
"ilang gimana" tanya naira
"yah aku gaada gitu kamu ga sedih kan"
lantas naira pun mengatakan
"aku ga bakal sedih kan jef selalu ada buat ku nungguin aku setiap tahun" ujarku
lantas jefri pun nampak merenung dia tau jika sebentar lagi dirinya dengan naira akan berpisah
"jef ko diem" ujar naira
"gapapa" katanya tanpa menjelaskan
tak seperti biasanya dia begitu naira merasa ada yang tidak beres tetapi dia berusaha menghiraukan nya
"oh ya nai kamu malem ini kira2 ada waktu ga" ujar jefri
"ada sih tapi kata temen ku harus pulang sore"
akan tetapi meski begitu naira tetap meng iyakan keinginan jefri
"tapi aku bisa ko malem ini kan" ujar ku
"jef ntr malem kita mau kemana"
"ke acara kembang api" ujar jefri
lantas ketika mendengar nya naira amat senang akhirnya yang dia tunggu tunggu telah tiba rasa penasaran yang ada ketika pertama kali melihat gunung itu akan segera terjawab
hari telah larut nampak jefri pergi kesuatu ruangan dan mengambil sebuah pakaian
"nai kamu pake yah" katanya
pakaian yang kulihat itu seperti yukata tapi mengapa jefri memiliki nya gumam naira dalam hati nya
lantas setelah itu naira pun mengenakan nya
dan memperlihatkan nya kepada jefri
"gimana cantik gak"ujar ku
"cantik banget nai aku jadi kangen kampung halamanku" ujar jefri
aku tak paham dengan apa yang dikatakan jefri yg ia pakai itu khas negara lain mengapa dia bilang kampung halaman
"jef kamu juga pake yah"ujar naira
"iyah pake dong" katanya
"jef aku boleh minta sesuatu gak" kataku langsung tanpa banyak basa basi
nampak jefri serius melihat ke arah ku
"minta apa naira cantik"
"aku pengen liat kamu tanpa penutup mata" kataku
ketika mendengarnya jefri nampak biasa saja lantas dia pun segera membuka penutup mata itu
__ADS_1
begitu terkejut nya aku melihat wajah jefri yang sebenarnya dia tampan
"jef kamu kaya chindo" kata ku
"haha bukan lah tapi tetangga nya" ujar nya sembari tersenyum
"gak kuat banget liat jefri damage nya itu loh" ujarku dalam hati
lantas kami pun pergi ke acara kembang api itu disana banyak sekali orang tapi orang orang nya sangat aneh
"jef ko disini..." kataku terhenti tak sempat bicara jefri telah menutup mulut ku dengan 1 jari telunjuk nya
"nikmati aja acara nya naira" ujar jefri
ketika mendengar nya dari dia aku pun menuruti nya disana terdapar berbagai macam pedagang pernaj pernik maupun makanan
aku pun melihat lihat nya bersama jefri
kami amat bersenang senang dengan acara itu ramai lalu tiba saat nya dimana acara utama dimulai
yaitu kembang api aku dan jefri pun duduk disebuah rerumputan dihamparan luas
ditempat itu kami bisa melihat nya dengan jelas
lantas ketika duduk bersama nya jefri pun tiba tiba memegang tanganku
"nai aku tu sayang banget sama kamu" ujar jefri
ntah kenapa ketika mendengarnya jantung ku berdegup kencang
"iyah jef aku juga sayang" kataku
ketika mendengarnya langsung jefri nampak mendekatiku dekat sangat dekat dan memberikan ciuman dibibir ku
itu lah ciuman pertama ku dengan dirinya
Sementara itu ana dan roy yang menunggu dari pagi hingga sore pun merasa putus asa
"gimana nih roy apa kita pulang aja kayanya naira nginep lagi deh" ujar ana
"lah emangnya suka nginep?" tanya roy
"yah begitulah" kata ana dengan santai
roy sudah berfikir macam macam ketika mengetahui itu dari ana hati nya seperti disobek sobek menjadi pecahan yang lebih kecil
rupanya roy selama ini menyimpan perasaan kepada naira ia jatuh cinta sejak pertemuan pertama nya
"yaudah lah na kita pulang aja dulu besok pagi kita kesini lagi" kata roy
nampak roy langsung berjalan pergi
"yoi" kata ana sembari ikut pergi bersama roy
sesekali ana melihat ke arah belakang ia begitu tak tega meninggalkan sahabat nya sendirian dihutan
"apa naira akan baik baik aja" ujar nya dalam hati
setelah itu ana nampak memperhatikan wajah teman nya yang se dari tadi nampak lemas
"roy lu sebenarnya kenapa" kata ana
"gapapa" kata roy
akan tetapi disisi lain roy nampak memegang dada nya
__ADS_1
"anjir kenapa lo" tanya ana
"sakit dada gwe kumat lagi" ujar roy
"hamdeh kaya orang kaget aja lu perasaan gw ga ngapa ngapain" kata ana
"yah gapapa" dengan nada agak tak bersuara itu lantas ana memapah roy karna takut dia terjatuh
"jangan na gw geli sama lu" kata roy
"dih orang gw cuma nolong tenang aja dulu aja mandi bareng ga malu malu lu" kata ana
"itu pas sd anja sekarang kita dah gede" ujar roy
"yaudah biarin kek orang lu lagi gini apa mau ge tinggalin" kata ana
"yah jangan lah" kata roy
ana pun membawa roy ke puskesmas terdekat
kata dokter gapapa cuma perlu istirahat ajah seharian
lantas ketika dokter pergi roy pun mengatakan kepada ana
"gimana nih gw besok mau nungguin naira"ujar roy dengan nada lemas hampir tak bersuara
"tenang aja Kan ada gw" ujar ana
"yaudah na gw serahin ke lu ye tolongin naira perasaan gw gak enak" kata roy
/jangan kan lu roy gw aja hawatir sama keadaanya ujar ana dalam hati nya
lantas ana pun mengatakan
"roy gw mau ngasih tau ortu lu dulu ye" katanya
"ah gak usah" ujar roy
bukan tanpa alasan dia mengatakan nya agar orang tua nya tak cemas atau hawatir
"biarin aja wlee ntar lu gak ada yang jagain" kata ana
"kan ada lu" ujar roy
"dih" nampak raut ana yang seperti tidak mengiyakan
akan tetapi ketika melihat kondisi roy iya pun menyetujui nya
"yaudah deh" kata ana
"lah malaha dianggep serius" kata roy
"terus" sahut ana
"gw becanda kali gw kan laki lu pulang aja sono biar besok ga kesiangan nunggu nya"kata roy
"terus lu gimana" kata ana
"gapapa lah gampang ada suster"ujar roy
"yaudah gw pulng dulu besok gw kesini lagi"
nampak roy mengangguk
sebelum tidur roy memikirkab naira dia cemas takut jikalau pria itu bejad dan melakukan hal yang tak pantas kepada naira
__ADS_1
"harusnya naira tu jadi pacar gw , gw cinta banget nai asal lo tau ajah tapi gapapa mau sampai kapanpun bakal gw tunggu demi dapetin lu yang berharga dan spesial" gumam roy