Roh Tampan Penghuni Hutan

Roh Tampan Penghuni Hutan
juu ni


__ADS_3

Lalu mereka pun pulang hendak keluar dari hutan itu sesekali naira melihat kebelakang


"udah nai jangan liat lagi" ucap ana sembari memegang pundak naira pelan


"iyah na" tanpa panjang lebar


naira masih saja menatap penutup mata itu penutup yang selalu digunakan oleh kekasih nya itu


ia merasa hampa karna jefri cinta pertama sekaligus orang yang sangat naira sayangi


"jef apa perjalanan kita berakhir sampai disini" gumam nya dalam hati


diperjalanan kami bertemu dengan faisal dia mengajak kami mengobrol dibangku yang berada dilapang


"eh nai ana mau ada yang gw bicarain" katanya


"gimana nai"? Tanya ana


aku hanya mengangguk dan pasrah


ketika duduk faisal mengatakan pada kami tanpa menyuruh ana pergi


faisal terus terang mengatakan


"oh ya gw mau bilang kalian udah tau kan kalo jefri kaka gw" katanya


lantas aku hanya mengangguk saja sementara ana kaget


"apahh" sembari bengong


"yah jefri abang gw dia meninggal pas tersesat dihutan ini tapi pas jasad nya dibawa pulang ternyata roh nya dia masih ada dihutan ini" ucap nya dengan raut wajah sedih


"sabar ya faisal" kata ana melihat dengan kasihan kepada dua teman nya itu yang satu kehilangan kaka nya sementara yang satu nya kehilangan kekasih nya


"yah santai gw bisa tegar ko" katanya


aku hanya terdiam saja menatap mereka dengan tatapan kosong


"nai" panggil faisal


"iyah"


"makasih yah"


"untuk apa"?


"lu udah bahagiain abang gw tanpa lu mungkin dia ga akan tenang" ujarnya


"iyah sal sama2" tersenyum tipis

__ADS_1


lantas faisal pun kembali bertanya


"nai lu sedih gak" tanya nya


seketika ana menyaut


"yah jelas dia sedih lo ga liat" katanya


"yah liat sih"


kemudian tanpa sadar naira memeluk faisal yang berada disamping nya


naira menangis tersedu sedu air mata nya sudah tak terbendung ia berusaha untuk merelakan kepergian jefri tapi itu rasanya sangat berat


faisal pun mengelus rambut naira


"sabar nai" ucap nya dengan lembut


ana yang menatap keduanya begitu terkejut karna sahabat nya memeluknya


tapi ana merasa wajar saat ini dia seda difase sulit


"kenapa jefri ninggalin" katanya sembari meremas baju faisal


faisal hanya pasrah tetapi setelah itu


"aw" katanya


"kenapa lo" tanya ana


"ngga papa tadi naira ga sengaja nyubit kulit haha" katanya


"lah kirain apaan" ujar ana


"hmm" sepertinya naira sudah tersadar


akan tetapi dia masih saja merenung seperti memikirkan sesuatu yang tak ada ujung yah siapa lagi jika bulan jefri


lantas setelah itu pun faisal mengatakan


"nai kamu mau ga ke makam jefri biar ku anter" katanya


naira yang se dari tadi melamun pun tersadarkan dengan perkataan faisal


"beneran" katanya dengan tersenyum


"iyah bener"


"yaudah yok sekarang" katanya

__ADS_1


"gimana na" tanya faisal


"yah gw ikut aja ntar lo apa apain sahabat gw lagi" ujar nya tanpa rasa bersalah


Akan tetapi naira yang berada disebelah nya merasa bibang dan heran rupanya faisal tak terus menerus kaku dia masih bisa berbincang santai


"jef" kata naira


kedua teman nya pun menatap naira dengan tatapan kaget


"eh" kata ana


naira pun tersadarkan dia kembali mengoreksi panggilan nya yang salah tadi


"eh maksudnya fàisal"


faisal yang kembali mendengarnya dia berfikir segitu cinta nya yah naira sampe sampe mikirin abang nya terus


lantas mereka pun berjalan ketika sudah ada dimakam nya betul saja terdapat makam dan batu nisam yang bertuliskan nama jefri


aku yang melihat nya begitus senang sekaligus sedih


"na faisal kalian bisa pergi dulu ga aku mau ngobrol berdua sama jefri"


dkarnakan mengerti dengan keadaan naira sekarang keduanya pun menyetujui nya


"oke" kompak keduanya


setelah itu hanya tinggal naira dan jefri lebih tepat nya makam nya


"jef ini semua terasa seperti mimpi ini ga bener kan" katanya memulai


gadsi itu hanya menatap makam dengan perasaan hampa


dia terus mengajak kekasih nya berbincang sembari mencabuti beberapa rumput liar dimakam nya


"jef kalo kamu pergi aku sama siapa apa kamu ga mikirin itu" lanjutnya


sementara itu kedua teman nya yang memperhatikan naira melihat nya dengan iba segitu besar nya cinta naira udah tau jefri udah gaada pun masih aja dia anggep ada


"sal kata naira jefri sipit mata nya kulit nya putih ko lu beda" katanya


"jangankan lu gw aja heran kaka kaka gw termasuk abang gw jefri pada nurun semua dari bapak gw sementara yah ge nurun nya dari ibu gw doang" ujar faisal ke ana


"njir bisa gitu yak" katanya


kmebali lagi ke naira dia tengah menangis


"jef aku mau izin sepertinya aku gak akan kembali kesini lagi selama libur untuk beberapa waktu tertentu atau bahkan selamanya aku pengen tenangin diri aku terimakasih sekali lagi aku sayang kamu" setelah itu naira pun menyimpan penutup mata dimakam orang yang paling dicintai itu tepat didekat nisan

__ADS_1


naira pun berjalan menemui teman teman nya dengan langkah lemas


__ADS_2