
"nai kayanya ini parah sakit nya periksa aja yok ke puskesmas" katanya
"ga usah na aku baik baik aja" kataku
"baik baik gimana jelas jelas pucet gitu muka kamu" katanya
"aku gak tau kenapa bisa kaya gini biasanya ini terjadi kalo aku memakan pedas atau kedinginan"ujar ku
"bentar nai kamu keluar dari hutan pagi kan"
"iyah na emang kenapa"
"jadi kamu semaleman sama tu cowo"
"yah nginep dirumah dia na tapi masa dirumah kedinginan sih" kataku
"nai ketemuan boleh boleh ajah asal jangan sampe malem kaya gitu ntar kalo ketahuan sama paman dan bibi gimana coba"
ketika mengetahui nya dari ana ada betulnya juga aku juga mengatakan nginep dirumah temen cewe bilang nya
"na aku ntar mau pulang sore tapi janji yah jangan bilang ke keluargaku" kataku memohon
"ah yah santai aja nai kita kan bff" ujar ana
aku sangat bersyukur memiliki teman yang sangat pengertian walau jarang bertemu
tak terasa makanan itu sudah habis ana pun menyuruh aku tidur
jadi yah aku tertidur karna sudah sangat kelelahan seperti sudah lari maraton
lalu ketika siang aku pun terbangun nampak disebelahku ada pria yang sedang duduk
"naira kamu gapapa" kata roy
"roy kenapa ada disini" kataku
lalu datang lah ana
"oh ya nai aku pas kamu lagi tidur bilang ke roy kalo kamu pingsan" katanya
nampak dimeja dekat tempat tidur juga ada buah buahan
"ini dari roy yah" kataku sembari melihatnya
"iyah hehe gapapa dikit" katanya sembari tersenyum
"lah dikit apa nya banyak gitu niat banget lagi pake pita giliran ke gw aja njir ngejenguk nya sambil bawa jeruk aja 1 kilo dikeresek" ujar ana cemberut
"yah kalo lu beda cerita" kata roy
"haha ada ada aja" ketawa dengan tingkah konyol mereka
aku berfikir gak enak kalo lama lama disini lebih baik pulang aja deh
"eh na aku mau pulang yah soalnya udah lama takut nya dicariin lagih"kataku
"eh gaboleh kan msih sakit kan mau ke puskesmas" ujar ana
membayangkan jarum suntik saja aku sudah langsung tak ingin kerumah sakit
"gapapa na gw aja yang anterin naira" ujar roy
"eh gapapa roy ntar ngerepotin" kataku gak enak
__ADS_1
"ah ga sama sekali ko aku bawa motor naira kamu tinggal nempel ke aku ngeng ngeng kita sampai" ujar roy
"dih hadeh buaya tapi bener juga sih nai kalo ngga ntar jatuh" kata ana
lantas aku pun memikirkan bagaimana caranya agar tidak dikira pacaran oleh paman dan bibi
"oh yaudah ana ikut jadi bonceng tiga" kataku
lantaa nampak dari muka roy yang terkejut
"ogah bet njir tapi ini keinginan naira" gumam roy
"yaudah nai gapapa lu dibelakang ye na biar naira ga jatoh" kata roy
"siap gerak" ujar ana yang selalu ada saja cara membuat ketawa dan tingkah konyol
kami pun berboncengan bertiga
meski roy tampak kesal karna moment berduaan nya dengan naira gagal sudah
"apa gak bakal ditilang"ujar ku dijalan
"ngga lah kan desa nai" kata ana
tak lama kemudian kami sampai dirumah bibiku dan kedua teman ku pun memapah aku dari kiri dan kanan aku tak tau apa aku se letih dan sakit itu sampai seperti ini tapi yasudah lah mau bagaimana pun aku sangat berterimakasih karna ketika pingsan aku tak diabaikan dan ditolong oleh orang yang baik dan itu teman ku sendiri
ana nampak berlari ter engah engah lalu mengetuk pintu sebuah pintu
"bi naira nya ada" kata ana
"udah pergi sih katanya mau kerumah temen" ujar bibi kepada ana
"owh yaudah bi makasih yah" kata ana
"gapapa ko" katanya
ana pun berjalan sembari berfikir
"ternyata udah terlambat kayanya naira udah pergi lagi kehutan itu buat nemuin itu cowok" gumam ana sembari menendang batu krikil yang ada didepan nya
lantas ana pun pergi menemui roy dilapangan
disana nampak ada anak anak yang lainya juga sedang bermain
"royyyy" teriak ana
"ada apaaaa" tanya roy
"kesiniiii" sahut ana
lantas roy pun mengampiri ana dengan berlarian yang sedang duduk dipinggir rerumputan
mereka pun berbincang
"roy nai roy" kata ana gelisah
"ada apa?" katanya dengan raut penuh tanya
"nai pergi kehutan itu lagi" kata ana
"lah kenapa itu kan bahaya" nampak roy terkejut
lantas ana pun menceritakan semuanya kepada roy tentang apa yang terjadi pada naira
__ADS_1
ketika mengetahui nya roy nampak sedang menahan rasa sedih nya karna mengetahui naira menyukai pria lain
"roy lu kenapa" kata ana
"gapapa gw ga mau si naira kenapa napa mending kita susul aja kehutan itu" ujar roy
"tapi kalo kesasar gimana" ujar ana
"bodo amat gwe ga peduli kalo lu gamau yaudah biar gw aja" kata roy
baru kali ini ana melihat roy se cemas itu pada seseorang
"tapi roy lu tau kan gimana naira kalo dia ntar marah ke lu gimana gamau temenan lagi gara gara ngebahayain diri sendiri" kata ana
lantas roy yang tadinya ingin segera berjanjak pergi pun mengurung kan niat nya
"jadi apa yang harus kita lakuin lu ada ide na" kata roy
"ada sih mending gini aja kita sekrang tunggu naira keluar hutan dia bilng kemaren mau pulang sore" ujar ana
"yaudah lah" kata roy pasrah mengikuti rencana ana
"sama satu lagi" kata ana
"apa"tanya roy
"tahun depan gimana kalo kira ngeadain rencana buat kemping bareng kita ajak anak anak juga" ujar ana yang maksud anak anak tu teman mereka
lantas roy pun kembali tersenyum
"iyah na okeh gw setuju" kata roy
setelah itu pun ana dan roy pergi menuju keluar hutan
mereka menantikan naira secepatnya keluar dari hutan
akan tetapi waktu berjalan begitu lambat dari pagi sampe siang menunggu ana perut keduanya keroncongan
"aduh na ga kuat gw laper mending lu pulang sana bawain makanan" kata roy
"yaudah deh" ujar ana dan pergi menuju rumah
nampak ketika roy sendirian diluar hutan itu seperti ada bayangan hitam yang lewat disekitar pepohonan dekat hutan
"dikira nya gw takut apah gw bakal ngelakuin apa aja demi nyelamatin naira" gumam roy
lalu tak berselang lama ana pun datang dengan membawa makanan yaitu keripik dan minuman soda
"anjir cuma gini doang mana kenyang" ujar roy
"et dah ini banyak cok" sahut ana
"tapi gaada nasi nya" ujar roy dengan kesal
"yaudah lah makan aja apa yang ada banyak komplen" kata ana
"yaudah deh"
mereka pun memakan keripik itu dan soda yang begitu banyak
"kalo dipikir pikir kita kaya piknik" ujar ana
nampak raut wajah roy msih kesal kepada ana yang tak membawakan nasi
__ADS_1
ana hanya bisa menertawakan ekspresi konyol teman masa kecil nya itu