Roh Tampan Penghuni Hutan

Roh Tampan Penghuni Hutan
kyū


__ADS_3

Lalu keesokan pagi nya ana sudah bersiap siap untuk menjemput naira


nampak sebelum kesana ia mengunjungi roy terlebih dahulu


"gimana udah mendingan" kata ana


"udah buruan samperin naira uhuk uhuk" sembari batuk


"iyah iyah" lalu ana mengeluarkan kotak makan dan memberikan nya pada roy


"apa nih" sembari membuka nya


"wah sandwich thnkyou na"kata roy


"iyah yaudah gw mau secepatnya jemput sahabat dulu" kata ana sembari bergegas pergi


"yoi hati hatiii" kata roy


ketika sampai ditempat itu ana menunggu naira tak lama kemudian ia melihat dari dalam hutan ada yang berjalan mendekat


dan ketika keluar hutan nampak nya itu naira lantas ana pun terkejut


"nai" sembari merangkul naira yang hampir terjatuh


"na kamu ngapain disini" ujar naira


"yah nungguin nai abis ngapain aja knp banyak drh gini" ujar ana


"darah apa sih orang tadi malem tu seru banget makan makan di kembang api" dari nada bicara naira sudah jelas dia tak sadar kan diri dan agak mengigau


ana mencium bau yang tidak sedap dari drh yang ada dipakaian naira


"nai tadi malem kemana" tapi sebelum menjawab nya naira pingsan


lalu ana dengan sigap dia menggendong naira


meskipun wanita tapi ana adalah tipikal orang yang sangat kuat teguh pendirian dan tak pernah bergantung kepada orang lain jika dia bisa melkukan nya sendiri


setelah itu ana membawa naira kerumah bibi nya


"astagafiruloh na , naira kenapa bisa kaya gini"ujar bibi


"ah gapapa ko bi ini kampung sebelah lagi ada yang berqurban jadi kami bantuin abis tu makan makan tapi naira pingsan karna katanya bau nya nyengat ga suka" ujar ana panjang lebar agar tidak dicurigai


ia terpaksa bohong demi menyelamatkan sahabat nya


lalu ana membuka baju naira dan menggantikan nya dengan yang baru


nampak bibi tak keberatakan dikarnakan ana memang sudah seperti ponakan nya juga karna sering berkunjung dan tau betul dari dia sewaktu masih kecil


ketika terbangun naira begitu heran mengapa tiba tiba ia berada didalam kamar


bersama sahabat nya

__ADS_1


"na" ujar naira


"eh udah bangun nai"katanya


"udah ko ada dikamar yang bawa siapa" ujar naira


"aku lah siapa lagi" ujar ana


"wah makasih na"


"yah santai aja" kata ana


lalu ana pun menanyakan hal yang se dari kemarin ia pendam


"nai sebenerny kenapa sih tiap tahun nyempetin kedalem hutan itu kan bahaya" ujar ana


"tapi disana ada jefri na tau kan" kata naira menjelaskan pada ana


"yah tetep aja dia kan cowo kalo diapa aoain gimana" kata ana


nampak naira tak heran dengan ana yang begitu akan tetapi disisi lain ia sangat ingin bersama dengan jefri meski dia misterius penuh tanya akan tetapi aku sudah merasa cukup mengenal kepribadian nya


"dia baik na" ujar naira


"yah kalo baik ga bakal nyuruh bolak balik kehutan kenapa ga nyuruh roy kesini" kata ana


"dulu pernah sih tapi katanya gamau" ujar naira


"dih egois banget" ujar ana kesal


"iya sih terus masih mau kesana" tanya ana


"iyah dong" kata naira mengatakan nya tanpa ragu dan menghela nafas


ditahun tahun berikutnya ana masih mengunjungi jefri


ana tak tau lagi harus berbuat apa demi meyakinkan sahabatnya kalo mengenal pria hutan itu bukan lah hal yang baik


akan tetapi naira tetap bersikeras dan meyakinkan ana kalo jefri tak seperti apa yang dia tuduhkan


"udah yah na cukup ga usah lagi ngurusin aku" ujar naira kepada ana


"kenapa nai" kata ana


"pokonya mau sama jefri terus dia baik pengertian dan yang paling penting pas deket dia tu nyaman dan tentram banget hati" sambung naira


"ia tau tapi...."


sebelum mengatakan nya naira sudah memotong pembicaraan nya itu


"udah yah mbak urusin aja urusan mbak sendiri"ujar naira kesal


nampak ana yang se dari tadi ngotot kesal karna nasehat nya sama sekali tak digubris oleh naira

__ADS_1


"oh yaudah ok fine" lantas ana pun pergi


ketika ana pergi naira masih tetap tak mempedulikan nya


ia lebih mementingkan jefri


"lagian siapa juga yang mau temenan kalo ngatur ngatur kaya gitu kaya gak punya kehidupan sendiri" gumam naira


naira tak menyesali sedikitpun apa yang sudah terjadi karna bagi nya jefri adalah pria baik yang cocok untuk nya


sementara itu disisi lain ana nampak kesal dan mengunjungi roy dirumah nya


"roy"kata ana kesal


"ada apa na" kata nya


"kita semua udah tumbuh yakan tapi si naira ni kaya bocil orang udah 17 tahun tapi masih aja kekanak kanakan" ujar ana


"sebenernya ada apa sih na" tanya roy


"tau kan dari smp dia suka berkunjung kesini setahun sekali semingguan libur tu dirumah kakek sama bibi nya tapi dia masih aja suka ngunjungin tu cowo dihutan pas pulang selalu mau pingsan dan ada yang berdarah" kata ana menjelaskan kekeaalan nya pada roy


"ntah lah na jujur gw masih berharap sama naira" kata roy


"yaudah lah gapapa mau gimana juga terserah tu anak susah dibilangin orang udah gak sahabatan lagi"kata ana


"lah jangan dong"kata roy


"kalian sahabatan udah lumayan lama kan 5 thunan" kata roy


"yah tapi dia rese" kata ana


"na naira kan emang gitu dia tu polos dan lemah lembut wajar kalo kaya begitu" ujar roy


"tapi ya ini udah kelewat bates sampe nyelakain diri sendiri mending gini aja deh kita atur strategi buat ngungkap siapa cowo itu yang sebenarnya"ujar ana


karna roy juga merasa penasaran dengan pria yang selalu diceritakan naira ia pun menyetujui nya


"oke lah na sip gw ikutan tapi apa rencana nya" kata roy


"jadi gini gimana kalo tahun depan kita ngadain kemping dihutan itu"kata ana


"oh ok sip tapi kalo kita nyasar gimana tu hutan kan kental mistis nya" ujad roy


"yah gapapa roy ini demi sahabat kita" ujar ana


yah dalam fikiran roy meski dia menganggap naira lebih dari kata sahabat


lalu setelah itu pun roy berpendapat


"yaudah gw ajak anak anak ajah yah" kata roy


"nah ide bagus tu ajak semuanya"

__ADS_1


lalu setelah itu pun mereka mengunjungi teman teman nya yang lain untuk menyusun strategi untuk menyelamatkan naira dari jeratan pria aneh yang ia temui


ana begitu bersemangat meski naira sudah berkata hal yang tak mengenakan tapi dia tau naira begitu karna dia terlalu memikirkan pria itu hingga tak sadar kan sudah mengatakan nya


__ADS_2