
Tiba tiba aku terbangun dengan keringat yang bercucuran dikening
"ternyata cuma mimpi" gumam ku
/naira tak menyadari nya jika sebenarnya itu bukan lah mimpi melainkan kenyataan
kenyataan pahit yang mungkin tak dapat diterima oleh hati
lalu dia pergi kedapur membuat kopi dan pergi keteras rumah
dan duduk disana sembari menatap langit malam
"jef kamu dimana aku rindu aku benar benar tak mempedulikan nya sekarang asal kan kita saling mencintai itu udah cukup" gumam naira
/yah seperti itu lah cinta cinta membutakan fikiran dan akal sehat semua akan dilakukan demi cinta
naira terus berbicara sendiri seolah dia berbicara pada jefri kekasih nya sang roh hutan
tiba tiba paman menghampiri nya
"nai kamu kenapa" kata paman
lalu naira pun mengusap tetesan air mata yang berada dipipi nya
"gapapa ko" ujar ku
"coba cerita sama paman" katanya
"yah ini cuma masalah asmara aja ko" sembari meminum kopi itu
/yah bisa dibilang disaat lagi pusing lagi sedih lagi seneng solusi nya memang kopi
"kamu putus sama pacarmu" tanya paman
/yah biar pun sudah tua tapi paman ini benar benar mengerti bagaimana berbicara dengan anak muda
"lebih parah paman bukan cuma putus" kataku sembari meneteskan air mata teringat kembali
"terus sama apa" nampak nya paman ku memang sangat lah kepo
"beda dimensi" kataku
paman nampak semperti sedang berfikir ketika mendengar jawabanku
aku yang melihat nya jadi bingung
"lah ko bengong" kata ku sembari memasang muka cemberut
"yah paman cuma mikir beda dimensi kamu pacaran sama anime yak" kata paman
"bukan ih paman itu beda alam maksudnya dia udah meninggal" kataku langsung to the point
"inalilahi yang sabar ya naira paman doa in semoga mantan pacar kamu diterima amal ibdah nya dan ditempatkan ditempat terbaik disisi alloh" ujar paman sembari memegang pundaku
"ketika mendengar kata mantan pacar itu dari paman rasanya cukup menyakitkan" gumam naira dalam hati nya
__ADS_1
/memang tak salah apa yang dirasakan oleh naira dia benar benar masih merasa bersedih karna ditinggalkan pas lagi sayang sayang nya
"udah ya paman naira mau masuk lagi aja ke kamar" kata ku
"yaudah nai kamu tdr lagi aja ini kopi nya gimana" katanya
"buat paman aja" teriak ku
sementara itu ketika dikamar aku memandang atap atap langit aku merasa semuanya berubah
sudah menjadi tradisi aku ke kampung halaman menemui jefri
tapi kini semua akan berubah
"langit malam tak seindah dulu jef"
/karna memang betul jutaan bintang bintang diangkasa yang indah tak akan memperngaruhi orang yang sedang patah hati bukan ditempat mana tetapi bersama siapa? Karna itu lah kebahagiaan sesungguhnya bersama dengan orang spesial
naira pun tertidur dengan perasaan sedih sebelum itu dia berdoa
"pliese ya alloh jangan kasih mimpi buruk" gumam nya sembari berdoa sebelum tidur
/bagi nya memimpikan perpisahan dengan jefri merupakan hal buruk yang tak ingin dia lihat
dimana ada pertemuan disitu juga akan ada perpisahan
sebaik apapun cara berpamitan nya
perpisahan tetap saja akan terasa menyakitkan bukan?
apakah naira juga akan bertemu dengan sosok yang selama ini dia nantikan kehadiranya?
Keesokan hari nya aku mandi bersiap siap dan hendak pergi kehutan itu lagi
akan tetapi di tengah jalan ia bertemu dengan sahabat nya ana
"eh nai mau kemana rusuh amat" katanya
aku bingung bagaimana caranya berbohong pada ana lagipula dia tak dapat dibohongi
"em anu" kataku ragu ragu
"pasti mau kehutan kan" kata ana menebak dan langsung tepat sasaran
"iyah na mungkin aja jefri masih ada disana kan" kata ku dengan penuh keyakinan
"yaudah nai aku temenin" kata nya
aku benar benar tak percaya ana benar benar ingin menemani ku
"yaudah yok jefri pasti ada" dengan senyuman
memegang tangan ana dan berlari
sahabat nya ana tentu tau jika jefri tidak ada disana hanya saja ia menemani naira tidak ingin dia kenapa napa
__ADS_1
sesampai nya dihutan diperjalanan naira bercerita pada ana bagaimana dia disambut oleh jefri ketika memasuki hutan
"nah na dulu jefri diem diatas pohon lucu kan? Haha" kata ku
"iyah nai haha dia lagi apa diatas pohon" tanya ana
"yah dia lagi itu nungguin aku katanya aku kecil ntar gak kliatan" ujar ku sembari tersenyum
"haha kocak juga yah jefri nih" kata ana
"iyah na dia orang nya baik banget" ujar ku
"iyah nai" sembari menatap naira akan tetapi nampak raut wajah naira seperti sedang menahan kesedihan
"nai kamu gapapa kan" kata ana
"gapapa ko" sembari terus memandang lurus kearah jalan
naira pun berjalan ke arah rumah akan tetapi sesampai nya disana betapa terkejut nya dia melihat rumah yang selama ini jadi tempat nya melepas rindu menghilang begitu saja
"loh ko..." naira terhenti setelah melihat suatu tempat dihutan itu
"wah ada apa nai" tanya ana
"ini rumah nya kenapa ilang na gaada" kata naira
lalu naira pun mengahampiri tempat itu ketegaran nya menghilang dan lenyap seketika dia menangis histeris
"jef kamu gaboleh ninggalin aku" teriak naira
ana yang melihat nya ikut bersedih dan menangis ia tau betul bagaimana besar nya cinta naira terhadap jefri
/bagaimana seseorang bisa tegar ketika melihat kisah cinta yang kandas begitupula ana
tiba tiba naira melihat kain putih yang terselip di dedaunan kering ketika melihat nya ia tambah bersedih karna itu penutup mata yang selalu digunakan jefri
"jef lebih baik aku ikut sama kamu daripada harus nanggung rasa sedih ini selama hidup ku" ujar naira
ketika mendengar nya ana pun menghampiri naira dan mengusap air mata naira yang se dari kemarin membasahi pipi nya
"nai mending kita pulang aja" kata ana
"gamau na kalo jefri nyariin gimana" ujar naira
lantas ana pun berteriak
"jefri itu udah meninggal sadar nai sadarrrr"
baru kali ini sahabat nya berteriak seperti itu pada naira
setelah itu nampak naira yang seketika terdiam bukan karna ana melainkan karna memang kenyataan nya yang seperti itu
lalu ana pun memeluk naira
"maaf nai aku gamau kamu terus nangisin jefri dia udah gaada" katanya tersedu sedu
__ADS_1
/meski ana terlihat keras dan tomboy tapi dia memiliki empati yang tinggi apalagi terhadap teman teman nya ia tau betul betapa sakit nya ditinggal oleh seseorang yang disayangi karna ia juga ditinggal pergi selamanya oleh adik nya yang masih kecil