Roh Tampan Penghuni Hutan

Roh Tampan Penghuni Hutan
san


__ADS_3

Setelah itu aku pun mencoba meminta bantuam kepada jefri


"oh ya jef aku tersesat dihutan" kataku


"iyah tau ko" katanya


"yah pengen keluar dari hutan ini gimana dong"


"yah tinggal keluar aja nai emang kenapa"?


"gatau jalan nya ditambah ada yang ngikutin serem banget gamau" kataku


"owh yang tadi itu yah" kata jefri


"iyah yang digua kamu liat juga yah" tanyaku


"yah liat sih mereka kawan ku" katanya


aku benar benar syok dengan apa yang kudengar barusan apa dia tak takut masa temenan sama hantu


"jef itu hantu kan" kataku


"iyah nai tapi mereka ga gajahat ko tenang aja" ujarnya


tanpa sadar hari sudah gelap aku teringat dengan teman temanku


"aduh gimana dong" cemas ku


"santai aja nai besok aku anterin kamu agar bisa keluar dari hutan ini" katanya


"gabisa sekarang yah" ujarku


"gabisa sih jalan nya ga kliatan mending besok ajah" katanya


"iyah sih yaudah besok anterin yah" kataku


"iyah siap nai nah sebelum besok skarang kamu tidur dulu pilih kamar yg kamu mau" katanya


aku melihat lihat kamar dirumah itu prasaanku mengatakam bahwa semua kamar itu sama saja model nya bahkan semua barang2 nya juga


"aku disini aja" ujarku


"owh yaudah" katanya


aku masih cemas memikirkan hari esok apa dia benar benar akan mengantarku


aku sangat ingin pulang


sementara itu disisi lain diana roy faisal dan lain lain mencari naira ketika sore hari akan tetapi tak kunjung menemukan keberadaan nya ditambah mereka tak berani masuk kedalam hutan terlalu jauh


"gimana nih roy" ujar diana


"gini aja na kita lapor ke pak rw biar dicariin sama warga" katanya


sementara itu faisal hanya tampak merenung dan diam saja


setelah itu warga mencari keberadaan ana begitu pula paman nya sementara itu ana roy faisal dan ank ank remaja kampung itu dilarang ikut mencari dikarnakan takut terjadi kejadian hal serupa


"tapi kenapa pak naira temen saya , saya harus ikut nyari" ujar ana kepada warga kampung


lalu pak rw pun menasehati ana


"kamu kalo mau bantu tadi sore kan udah cukup na , sekarang kamu pulang ajah" ujar pak rw


"tapi...."


"yah mending kamu pulang trus sholat dan doain temen mu biar segera ditemukan" menyakin kan ana


"iyah deh beh" kata ana


setelah itu warga pun mencari keberadaan naira

__ADS_1


"gimana nih pak rw itu ponakan saya satu satu nya kenapa bisa ilang kaya gini" ujar paman naira


"sabar pak lebih baik kita mencari nya sekarang juga dan berdoa juga" kata pak rw


sore itu pun pencarian mulai dilakukan oleh warga


ketika memasuki hutan itu warga setempat membawa senter sebagai penerangan dan juga golok dikarnakan takut ada hewan buas atau dahan yang menghalangi jalan


waktu telah menunjukan pukul 12 malam tapi naira tak kunjung ditemukan


"aduh pak rw gimana yah ini kita udah mencar cari kesana kemari tapi gaada" ujar salah satu warga


"jangan gitu dong lanjutin cari keponakan saya" ujar paman naira


"jangan jangan udah dimakan serigala" tempal warga lainya


sementara itu paman naira emosi dan hendak memukul akan tetapi dilerai warga lain


"sudah sudah pak kami mengerti dengan kerisauan bpk saat ini tapi sebaiknya kita lanjutkan pencarian esok hari saja"


ketika mendengarnya paman naira masih merasa cemas akan tetapi betul kata pak rw


paman pun menyetujui nya warga berpulang kekampung dengan tangan kosong setelah melakukan pencarian yang tak ada hasilnya


kemudian pada tengah malam itu paman kerumah nya


nampak mengetuk pintu


"loh ko kamu sendiri naira kemana udh ketemu kan"? Kata bibi dengan ekspresi cemas


"belum udah tengah malem kata pak rw lanjutin pencarian nya besok" ujar paman


"astagfiruloh udah mlm gini belum ditemukan apa naira kenapa napa" ujar bibi


"ngga naira kan ponakan kita yang paling kuat jangan bilang begitu" ujar paman meyakinkan bibi


"tapi naira belum makan apa apa gimana kalo dia pingsan" ujar bibi


"besok mau cari lagi naira sama warga semoga aja ketemu" kata paman


"naira udah kita anggep kaya anak sendiri ko bisa lepas dari pengawasan kita" kata paman


"tadi siang aku nyuruh naira main sama ank2 kampung sini tapi malah gini kejadian nya" kata bibi


lantas paman pun mencoba menenangkan bibi


"sudah sudah jangan menyalahkan diri sendiri begitu mungkin ini udah jalan nya namanya musibah gaada yang tau" kata paman


disisi lain......


"ayo bangun bangun" terdengar suara seorang pria


"iyah iyah bi" kataku


"lah ko bi" katanya


aku pun melihat nya kembali dengan jelas ternyata aku baru sadar semalam aku msih ada dirumah nya jefri


"iyah jef maaf yah aku rasa ini rumah paman bibiku" kata naira


"yah gapapa ko btw cuci muka sana" kata jefri


"iyah deh"


aku pun berjalan ke kamar mandi dan mencuci muka ku


setelah itu aku pun berjalan keruang tamu yang terdapat sofa


"aku udah nyiapin makanan kita" ujar jefri


"jef kenapa kita makan buah lagi" kataku

__ADS_1


"yah namanya hutan emng kamu mau makan uler haha" ujar jefri sembari ketawa


"yah apa kek gitu sosis" kataku ngelindur


"etdah ni anak masih aja ga sadar pdahal dah cuci muka" kata jefri


setelah itu pun kami makan setelah selesai makan aku pun mengatakan kepada jefri


"oh yah jef kamu tdi mlm bilang mau anterin aku keluar hutan kan" kataku


"owh iyah tentu mau sekarang" katanya


"iyah mau" jawabku


setelah itu pun kami berangkat


akan tetapi diperjalanan terdapat suara bisikan kembali seperti ketika awal aku memasuki dalam hutan ini


"anakkkk manusiaaa" katanya


aku merasa takut dan bersembunyi dibelakang jefri


"udah jangan nakut nakutin naira dia temenku jangan ganggu" ujar jefri


seketika mahluk itu menghilang


"udah aman nai" katanya


"em beneran" ujarku


"iyah bner tapi..." tak melanjutkan


"tapi apaa?" tanyaku


"kamu narik baju ku knceng loh ntar kalo sobek gimana" katanya


"ih kirain apa" kataku


kami pun melanjutkan perjalanan


"jef" kataku


"iyah"?


"kalo nanti aku kesini lagi boleh ga" kataku


"mau tersesat lagih yah dek" katanya


"iyah abang hehe" candaku


"aduh adek ni suka banget nyusahin warga" sembari menguap


"jef umur kamu berapa" kataku


"17 tahun" katanya


"kalo aku 13 tahun" ujarku


"gak nanya" katanya


"dih ngeselin" ujarku


"jadi gimana boleh gak" kataku


"yah boleh lah kalo itu mau kamu" jawabnya


"asyik" kataku


tak terasa kami sudah mendekati jalan keluar hutan


"aku tak bisa mengikuti mu sampai kesana" ujar jefri

__ADS_1


"iyah gapapa ko jef nanti aku kesini lagi yah sampai jumpa" ujarku padanya


jefri nampak tersenyum ke arah ku dan aku pun berbalik badan keluar dari hutan dan bergegas pulang


__ADS_2