
Aku adalah seorang gadis dari keluarga biasa,bisa di katakan kehidupan keluarga kami sangat sederhana.Tapi walaupun hidup sederhana aku sangat bahagia,aku di besarkan oleh nenek ku.Nenek adalah ibu dari ibu ku,dari kecil aku sudah diasuh oleh nenek ku karena ibu ku sering merantau ke luar pulau.
Dulu aku tinggal di pulau Jawa,bersama nenek dan juga bibi ku.Hidup di sebuah desa sangat membuat ku betah,dengan suasana yang asri ,nyaman,dan damai.Dua tahun aku hidup di pulau Jawa,hingga pada suatu hari ibu ku datang menjemput ku dan juga nenek ku untuk di bawa ke pulau Sumatra .
Aku sangat senang ketika ibu ku datang ,karena aku akan pindah bersama ibu ku dan juga nenek ku.Hari yang di tentukan pun tiba,semua sanak keluarga berkumpul ketika kami akan berangkat .Saudara2 ku pun melepas kepergian kami dengan berurai air mata,sedih rasanya berpisah dari mereka.
Di dalam bis yang kami tumpangi ,nenek tidak berhenti menangis .Aku duduk di dekat nenek ku,ibu ku kemudian mendekati nenek.Sambil berkata "Sudah lah mbok,jangan menagis lagi suatu saat pasti bertemu dengan mereka kok"kata ibu ku menghibur nenek.
Dalam perjalanan yang membutuhkan waktu 3 hari ,akhirnya kami sampai di tempat tujuan dengan selamat.Aku sangat senang dengan suasana baru di tempat ibu ku,setelah beristirahat karena lelah di perjalanan kami melanjut kan membereskan barang yang kami bawa dari kampung.
Beberapa hari kemudian aku di ajak oleh ibu ku mengunjungi para keluarga yang tinggal tidak jauh dari rumah ibu ku.Aku senang karena kami ternyata masih punya saudara di Sumatra,dia adalah kakak sepupu ibu ku.Aku memanggil nya bude,dia bertanya pada ku "Ndok apa kamu betah di sini?"aku menjawab pertanyaan bude ku"Insyaallah betah bude.
Tidak terasa kami cukup lama berkunjung ke rumah bude,hingga ibu ku mengajak ku kembali ke rumah.Nenek yang tidak bisa ikut karena masih capek ,bertanya pada ibu "Piye kabare mbak mu Ndok opo sehat2 Kabeh ?"Ibu ku menjawab ,"Alhamdulillah mbok sehat kabeh".
Karena lelah dan mengantuk ,pukul 8 malam kami sudah tertidur.Aku tidur bersama nenek ,karena aku sudah terbiasa semenjak di kampung.Pagi pukul 5 kami sudah bangun,aku membantu ibu ku mengerjakan pekerjaan rumah seperti biasa.Ibu bertugas memasak dan aku mencuci pakaian di sumur belakang rumah,karena kami belum mempunyai sumur seperti sekarang ini.
Setelah semua pekerjaan selesai,kami semua sarapan dengan menu sederhana.Alhamdulillah meskipun sederhana kami sangat menikmati nya,kami bersyukur dengan nikmat yang Allah beri selama ini.
Bapak yang bekerja sebagai supir,pulang sebulan sekali.Sehingga bapak belum bisa pulang ketika kami datang dari Jawa,tapi tidak apa2 yang penting bapak sehat dan lancar dalam bekerja.Meskipun beliau bukan bapak kandung ku,tapi aku sangat menghormati dan menyayangi nya seperti bapak ku sendiri.Karena dari kecil beliau sudah membiayai hidup dan biaya sekolah ku,sangat berterima kasih aku kepada nya.Karena tanpa bapak ,kehidupan kami entah bagaimana.Nenek cuma sebagai buruh tani di Jawa,dan hasilnya cuma bisa buat mencukupi biaya makan sehari hari.
__ADS_1
Kicauan burung di pagi hari membuat riang suasana di luar sana,apa lagi di tambah dengan indah nya mentari pagi yang menyinari dunia ini.
Kupu-kupu hinggap di sekuntum bunga yang ibu tanam di halaman rumah,menambah begitu asrinya pekarangan rumah ibu.Meskipun terlihat sederhana,namun memberi kenyamanan bagi penghuni nya,aku yang saat itu tak pernah menyukai bunga tapi ketika di rumah ini ,semua berbanding balik.
Sangat indah di pandang mata,tak bosan-bosannya aku menikmati setiap karunia dari sang pencipta.
Hingga tanpa sadar aku dipanggil oleh ibu untuk mengantarkan nya ke pasar,yang tak jauh dari kediaman ibu ku.
Kembali mengingat keluarga di desa ku,aku sangat merindukan mereka semua.Ingat masa-masa kecil ku ketika itu,setiap harinya aku selalu menyusul nenek ku di sawah setelah pulang sekolah.Bersama teman-teman sebayaku ,sungguh aku tak pernah merasa kesepian kala itu.Hari-hari ku selalu ku habiskan bersama mereka,bermain di sawah sangat menyenangkan bagi ku.
"Mil, Mila,"seru ibu mengejutkan ku.
"Aku hanya merindukan teman-teman di desa Bu"
Ibu hanya tersenyum mendengar penuturan ku,ia kemudian berkata pada ku.Jika suatu waktu nanti akan diajak berkunjung ke desa lagi,aku sangat gembira mendengar nya.
Aku segera mengikuti ibu masuk kedalam pasar,untuk membeli bahan lauk pauk dan juga sayur mayur.Ibu memilih sayur yang masih segar-segar, kemudian membayar nya dan aku pun membawakan semua kantung yang berisi bahan pangan tersebut.
"Ayo lekas kita pulang Mil,"ajak ibu karena belum masak untuk makan siang.
__ADS_1
Aku pun segera mengikuti langkah ibu ku,setelah mencari angkot yang menuju ke tempat tinggal kami .Akhirnya kami telah sampai di rumah,dan segera saja aku membawa semua belanjaan yang tadi kami beli.Untuk segera di bersihkan,karena hari hampir siang aku dan ibu bersama-sama akan memasak hari ini.
"Bu,ada yang belum terbeli tadi"ujar ku pada ibu.
Ibu menanyakan apa yang tidak terbeli,dan aku pun memberi tahu ibu bahwa ibu lupa membeli santan.
Kata ibu di warung seberang jalan itu ada yang jual,dan aku pun di suruh ibu membelinya.
Dengan langkah yang tergesa-gesa aku pun pergi untuk membeli nya,tanpa banyak membuang waktu aku segera saja pulang dan akan memasak bersama ibu.
Aku dan ibu asyik melanjutkan menyiapkan makanan untuk makan siang ini,sambil bersenda gurau pekerjaan akan terasa lebih ringan dan cepat selesai.
Sudah lama sekali aku tidak pernah bersenda gurau bersamanya,karena selama ini aku hanya tinggal dengan nenek ku di desa.Entah mengapa ibu saat itu mengajak pindah kami semua ke pulau ini,mungkin supaya ibu tidak harus kesana-kemari yang pastinya akan menambah biaya di perjalanan.
Ibu dan ayah kandung ku sudah lama berpisah,karena ayah ku lebih memilih wanita lain dari pada ibuku.Dan ibu lah yang membiayai semua kebutuhan aku dan nenek ku selama di desa,ayah ku sudah lepas tanggung jawab sejak ia menikahi wanita itu.
Ayah ku dulu nya hanya seorang kuli bangunan yang di mana gaji nya hanya cukup buat makan sehari-hari,dan aku tak pernah berpikir jika ayah akan berbuat seperti itu pada ibu ku.
Ibu hanya menerima semua perlakuan dari ayah ku,dan akhir nya ayah lah yang menceraikan ibu.Hingga akhirnya ibu ku kembali membina rumah tangga bersama bapak sambung ku yang sekarang.Beliau lah yang saat ini telah menggantikan peran ayah kandung ku,ia lebih perhatian dan sayang pada keluarga ini.
__ADS_1
Beliau juga yang menyuruh ibu ku ,menjemput aku dan nenek untuk di boyong ke tempat ini.Karena bapak merasa kasihan dengan nenek yang usianya semakin lanjut,dan harus mengurus ku sendirian di desa.