
Pada akhirnya Mila memutuskan untuk tinggal di rumah ibu nya sementara ini,karena dia ingin tenang dalam berfikir.Sebelum nya juga Mila sudah meminta izin pada sang ibu untuk tinggal beberapa hari di rumah tersebut.
Ibu nya tak mempersoalkan tentang itu,sampai kapan pun Mila ingin tinggal ibu nya akan menerima dengan tangan terbuka.
Mila belum menceritakan tentang masalah dalam rumah tangga nya pada sang ibu,biar lah nanti akan di bicarakan secara perlahan kepada ibu nya.
Yang terpenting untuk saat ini dia harus fokus untuk memikirkan langkah selanjutnya,dan karena putri kecil nya lah dia bertahan hingga saat ini.Hingga pada suatu ketika Mila duduk seorang diri sambil menatap kosong ke depan,tanpa dia sadari sang ibu telah ikut duduk serta di samping nya.
Bu Cindy heran melihat anak nya akhir-akhir ini banyak termenung,tapi dia tak berani untuk menanyakan langsung pada sang putri.Dia yakin suatu saat nanti Mila akan bercerita pada nya,dengan lembut Bu Cindy menepuk bahu anak nya.Mila yang tak tahu akan kedatangan ibunya , tiba-tiba saja merasa terkejut.
"Eh,Ibu sejak kapan ada di sini"?tanya Mila sedikit gugup .
"Belum lama kok Mil, ibu lihat dari tadi kamu melamun terus"goda ibu nya.
Mila yang tak tahu harus memulai dari mana,saat itu juga dia segera bersandar pada bahu sang ibu sambil menangis.Ibu nya yang belum tahu ada masalah apa yang menimpa putri nya,hanya membelai lembut pucuk kepala anaknya.
Tiba-tiba saja Mila berkata pada ibu nya"Bu,aku ingin berpisah dengan mas Rizal"pelan tapi sangat menusuk kata yang di lontarkan Mila bagi ibu nya.
"Ada apa nak,kalau masih bisa di selesaikan secara baik-baik apa salah nya"?tanya sang ibu.
"Mas Rizal sudah berselingkuh Bu,aku sudah tak sanggup lagi jika harus mempertahankan rumah tangga ku"!seru nya kemudian.
Ibu nya yang tak pernah menyangka akan sifat buruk menantunya,begitu marah mendengar penuturan dari Mila.Segera saja Bu Cindy menghubungi Rizal untuk segera datang ke rumah nya.
__ADS_1
Tak lama waktu berselang ,Rizal pun datang dengan wajah tertunduk.Dia sangat paham dengan ibu mertuanya, apa yang di takutkan bakal terjadi.
"Dasar laki-laki bajingan kamu Rizal,apa yang sudah kau perbuat terhadap putri ku"!bentak sang ibu mertua.
Rizal terdiam penuh rasa ketakutan,dia memang bersalah pada istri nya dan dia tak berani untuk menatap sang ibu mertua nya.
"Dulu kau berkata tak kan pernah menyakiti Mila, kenyataan nya berbanding balik"ungkit Bu Cindy pada menantunya.
"Apa yang kurang dari putri ku,jawab bajingan "!tanpa sadar Bu Cindy melayangkan tamparan keras ke wajah Rizal.
Plak,,!!plak,,!!.
Rizal sedikit meringis menerima tamparan dari Bu Cindy,dia tak mengira ibu mertua nya akan sangat marah pada nya.
Sambil bersujud di kaki mertua nya,Rizal segera memohon ampun atas kesalahan yang diperbuat nya terhadap Mila.
"Sejak Mila masih kecil,tak pernah sekalipun aku menyakiti nya"!
"Aku menyayangi putri ku dengan segenap jiwa raga ku,tapi ketika menikah dengan mu.Hanya luka yang kau torehkan di hati Mila"!sentak Bu Cindy dengan gusar.
Dengan emosi yang memuncak ibu Mila melampiaskan kata-kata kasar pada Rizal,dia sangat kesal terhadap menantu yang sudah dianggap seperti anak sendiri itu.
Dia sangat menyesal mengapa dulu mengizinkan Rizal menikah dengan Mila,putri kesayangan nya.Terasa hancur hati seorang ibu jika melihat putri nya di sakiti oleh orang yang berstatus sebagai suami tersebut.
__ADS_1
Sampai kapan pun Bu Cindy tak kan pernah memaafkan Rizal,dia akan mendukung putri nya untuk segera mengurus perceraian mereka.
Dengan langkah gontai akhirnya Rizal melangkah kan kaki untuk keluar dari rumah mertua nya,dia sudah gagal untuk membujuk ibu mertua nya supaya Mila tak menggugat cerai padanya.
Semua bagaikan mimpi di siang bolong bagi Rizal,dia tak menyangka akan secepat ini perpisahan antara dirinya dan Mila.Tapi semua itu harus dia terima karena itu adalah buah dari kesalahannya.
Meskipun dia berusaha sekuat tenaga mengembalikan kepercayaan Mila terhadapnya,tapi Mila tetap bersikukuh dengan pendiriannya . Keputusan Mila sudah tak bisa di ganggu gugat lagi,dia telah hancur,hancur oleh pengkhianatan dari sang suami.
Langkah kakinya tanpa terasa telah membawa nya ke sebuah jembatan layang yang berada persis di sisi kanan jalan.Ia sudah tak bisa berfikir dengan jernih kala itu,hingga tanpa sadar sebelah kaki nya sudah naik diantara besi-besi kokoh penyangga jembatan.
Ketika itu seorang penjual minuman keliling segera saja berteriak menghentikan aksi nya saat itu.
"Mas,!Mas,!!
"Turun dari situ tempat itu sangat berbahaya"!seru bapak tersebut .
"Biarkan saya mati Pak,saya sudah gagal menjadi seorang suami dan ayah untuk anak saya"!
"Saya telah menyia-nyiakan istri saya Pak,saya sangat merasa bersalah"!
Bapak tersebut dengan sabar membujuk Rizal supaya turun dan mengurungkan niat nya untuk berbuat nekat,ia juga dengan perlahan menasehati Rizal.Bahwa semua masalah bisa di selesaikan dengan baik dan kepala dingin,apa dengan bunuh diri semua permasalahan dapat terselesaikan?Rizal mendengarkan ucapan bapak itu,ia terdiam membisu.
Ia teringat dengan ibu nya di kampung,jika ia nekat takut nya akan mempengaruhi kesehatan ibu nya.Ibu yang sangat menyayangi nya,tapi kini ia malah menorehkan arang di wajah ibu nya.Ia telah lalai semua pesan-pesan dari sang ibu untuk selalu menjadi kepala keluarga yang baik dan bertanggung jawab.Semua itu telah gagal ia lakukan,kini dia hanyalah seorang pecundang di mata istri dan orang-orang yang menyayangi nya.
__ADS_1
Rizal kalut dan bingung dengan masalah yang di hadapi nya,semua terasa buntu untuk dia pikirkan.Yang ada hanyalah rasa penyesalan hingga tak terasa ia menangis sesenggukan,bapak penjual minuman itu bernafas lega karena Rizal sekarang sudah merasa tenang.
Iya pun berpamitan untuk melanjutkan berdagang,Rizal memandangi kepergian bapak tersebut dengan tatapan yang sangat sulit diartikan.Jika saja bapak itu tidak melintas di tempat ini,mungkin saja ia sudah tak bernyawa di dasar jembatan itu.