Rumah Tangga Ku Hancur Karena Ulah Suami Ku

Rumah Tangga Ku Hancur Karena Ulah Suami Ku
Ketika Ibu Mertua Sakit


__ADS_3

Hari pun berganti hari,tak terasa 3 tahun sudah usia pernikahan ku dengan mas Rizal.


Sudah beberapa bulan ini aku dan mas Rizal belum sempat mengunjungi ibu mertua ku,dan kami berencana akan berkunjung ke kampung halaman mas Rizal.


"Mas,apa nggak sebaik nya ibu tinggal bersama kita saja biar ada yang merawat"!kata ku pada suami ku.


"Ibu nggak akan mau dek,karena kalau ibu bersama kita di sini lantas siapa yang akan merawat rumah di kampung"!jawab mas Rizal.


Benar juga apa kata mas Rizal,karena ke dua kakak mas Rizal juga sudah berkeluarga dan sudah mempunyai rumah masing-masing.


Tak mungkin juga mereka mau mengurus rumah ibu yang jarak nya lumayan jauh dari rumah mereka.


Kami pun berkemas menyiapkan apa saja yang akan di bawa selama di kampung suami ku itu,dan waktu yang di tunggu-tunggu pun tiba.


Pukul 1 siang kami berangkat menuju kampung halaman mas Rizal,dengan menggunakan bus antar provinsi.


Kepulangan ku ke kampung halaman mas Rizal bukan tanpa alasan,aku mendengar kabar dari ipar ku bahwa ibu mertua ku sedang sakit.Dan ibu meminta kami pulang untuk menjenguk nya,mungkin dia rindu dengan mas Rizal yang anak laki-laki satu-satunya di keluarga mereka.


Setelah menghabiskan waktu sekitar 6 jam,kami akhir nya sampai di rumah dengan selamat.Ibu sangat bahagia melihat kepulangan kami ,ku perhatikan ibu sedikit kurusan.


"Kalian sudah sampai akhirnya "!kata ibu dengan berlinang air mata.


Ibu pun memeluk ku dan mas Rizal bergantian,memang mungkin ibu rindu kami semua sampai terbawa sakit.


"Sudah jangan sedih lagi Bu"!kata ku pada ibu mertua ku.


"Sekarang kami kan sudah pulang menjenguk ibu"!kata ku lagi.


Putri ku yang kini berusia 2 tahun lebih sudah bisa berlari kesana kemari,dan ibu tentunya sangat senang karena bisa melihat cucu nya datang ke rumah ini.

__ADS_1


"Ibu sudah makan"?tanya ku kemudian pada ibu.Dan ibu pun menjawab"Ibu sudah makan tadi Mil"!


"Ya sudah Bu,ibu sekarang istirahat saja kan ibu lagi sakit "kata ku pada ibu.


"Ibu sudah agak baikan Mil,apa lagi kalian sudah di sini"!Ucap ibu .


Aku lanjut membereskan pakaian yang masih ada di dalam koper ,untuk ku pindahkan dalam lemari yang ada di kamar.


Siang itu ketika kami sedang santai bersama ibu dan mas Rizal, tiba-tiba kakak ipar ku datang bersama anak nya.


"Loh,kalian kapan datang"?tanya Mbak Rina pada kami.


"Kemaren kami tiba di sini mbak"!jawab ku pada kakak ipar ku.


"Syukurlah,kalian baik-baik saja kan"?tanya Mbak Rina lagi.


Dita sangat senang karena saat ini sedang bermain dengan anak mbak Rina,usia nya sekitar 6 tahun.


Dulu ketika aku dan mas Rizal pulang ke kampung ini,usia Zahra baru 3 tahunan,meskipun tahun kemaren kami pulang ke sini.Tapi kami tidak sempat bertemu dengan mbak Rina,karena mereka sedang berada di kampung suami nya mbak Rina.


Canda tawa mereka sangat membuat ku tersenyum bahagia,aku hanya berucap dalam hati semoga selama nya mereka baik-baik saja hingga dewasa.


Ibu yang beberapa hari lalu sakit , akhirnya nya berangsur-angsur pulih seperti sedia kala dan kami pun tidak merasa cemas lagi.


"Mbak,kenapa ibu nggak mau tinggal bersama kami ya"?tanya ku pada mbak Rina.


"Bukan nggak mau Mil,kalau ibu ikut bersama kalian lantas siapa yang akan merawat rumah ini"?jawab mbak Rina.


Aku tidak bisa memaksa ibu untuk tinggal bersama kami,yang penting aku selalu berdoa semoga ibu sehat-sehat saja selama berada di kampung.

__ADS_1


Sekarang kami sudah memiliki rumah sendiri meskipun masih tergolong sederhana,dan mas Rizal sudah tidak lagi menjadi supir angkot.


Karena sekarang mas Rizal bekerja sebagai pengawas di sebuah perkebunan kelapa sawit di tempat kami.


Alhamdulillah dengan gaji yang lumayan kami bisa sedikit menabung dan membuat rumah ,meskipun sederhana.


Rumah tersebut terasa ramai karena cucu-cucu nya ada bersama nya saat ini,dan itu membuat hati ibu jauh merasa lebih baik dari sebelumnya.


Jika sebelum itu ibu tinggal seorang diri di rumah ini,tapi kini ia di temani oleh anak-anak dan cucu-cucu nya.


Aku dan Mbak Rina saling bahu membahu membersihkan rumah ibu yang sedikit terbengkalai semenjak ibu sakit.Kini ibu tersenyum dengan kehadiran mereka semua.


Di saat sisa-sisa hidup nya ,tak ada yang menemani di rumah ini.Semua anak-anak nya telah memiliki rumah masing-masing, seorang anak nya yang lain tinggal di kota yang sangat jauh.Hanya air mata yang jatuh menetes jika ibu sedang merindukan anak nya yang jauh di seberang sana.


"Mila,sebaiknya kamu di sini saja bersama ibu,biar ada yang merawat ibu"kata ibu mertuaku.


"Aku bukan tidak mau merawat ibu,tapi mas Rizal sedang bekerja Bu",nggak ada yang merawat dan mempersiapkan segala kebutuhan nya nanti"jawab ku.


"Kami akan sering-sering menjenguk ibu kok",ibu nggak usah khawatir"sambung ku kemudian.


Dan ibu hanya tersenyum mendengar penuturan ku,ibu juga memahami bagaimana keadaan rumah tangga ku.Pikir ibu tentunya aku tak ingin jauh-jauh dari putra nya,ibu mertua ku salah besar.Sebab saat ini aku dan putra nya sedang tidak baik-baik saja,tapi aku mencoba sembunyikan semua dari ibu dan kakak ipar ku.


Aku tahu ibu pasti sangat ingin sekali aku tinggal bersama nya,tapi semua itu tidak mungkin ibu mertua ku memaksa.Aku hanya di nasehati oleh ibu mertua ku ,jika aku harus menjadi istri yang berbakti.


Dalam hati aku berkata"Aku sudah berusaha menjadi apa yang ibu ingin kan,tapi putra ibu lah yang membuatku tak bisa menjadi istri yang lebih baik"


Ibu mertua memang sangat menyayangi ku,ia tak membedakan anak kandung atau menantu.Sungguh aku sangat kasihan pada beliau,di mana saat itu anak laki-laki nya tak bisa menjadi suami yang baik .Padahal menurut ibu mertua ku,ayah mas Rizal dulu adalah suami yang penuh perhatian dan kasih sayang,hingga sampai ajak nya tiba pun ayah mas Rizal tak pernah sekalipun membuat ibu mertua ku kecewa.


Entah sifat dari siapa yang mas Rizal dapatkan,hanya itu yang selalu menjadi tanda tanya buat ku.

__ADS_1


__ADS_2