Rumah Tangga Ku Hancur Karena Ulah Suami Ku

Rumah Tangga Ku Hancur Karena Ulah Suami Ku
Wanita Dari Masa Lalu


__ADS_3

Yaa,,setelah aku minta penjelasan dari suami ku tentang wanita itu,ternyata dia mantan kekasih mas Rizal suami ku.


Aku sedikit percaya dengan pengakuan mas Rizal pada ku,toh mereka tidak ada hubungan apa-apa lagi menurut ku.


Hari-hari ku lalui seperti biasa dan dengan seiringnya waktu berjalan,aku mencoba menepis semua pikiran buruk ku terhadap mas Rizal.Apa lagi putri kecil ku sekarang bertambah aktif dan menggemaskan,aku sangat bahagia melihat perkembangan putri semata wayang ku.


Tak terasa beberapa bulan telah berlalu,hingga pada suatu hari aku mendapat kabar dari teman ku.Bahwa dia pernah melihat mas Rizal sedang bersama wanita lain di sebuah cafe,aku pun berkata pada teman ku kalau wanita itu teman mas Rizal .


"Tapi mereka kelihatan bukan seperti teman Mil"!Ujar Fita pada suatu hari,aku menjelaskan pada Fita tentang hubungan mas Rizal dengan teman nya yang bernama Dila itu.


"Aku yakin kok Fit mereka tidak ada hubungan lebih "!Jelas ku pada teman baik ku ini.


"Ya mudah-mudahan mereka tidak seperti yang aku kira Mil"!Kata Fita lagi padaku,dan aku hanya tersenyum pada nya.


Dan setelah itu kami mengganti obrolan yang lain nya dan tidak membahas masalah suami ku dan mantan kekasih nya.


Tak terasa putri ku sudah berusia 1 tahun,dan mulai belajar berjalan .Aku begitu senang melihat nya,tanpa ku sadari ada orang mengetuk pintu rumah ku.


Segera aku membuka pintu ,dan ternyata yang datang ibu dan juga nenek ku.


"Loh Bu,kok mau datang nggak bilang-bilang "?Tanya ku pada ibu.


Ibu menjawab "Nggak apa-apa Mil,ibu sama nenek mu dari tempat Bude Nilam tadi dan kebetulan ibu juga rindu sama cucu ibu,sekalian aja mampir "!Aku tersenyum senang pada ibu ku.


"Nenek apa kabar nya,sehat kan nek"?Tanya ku pada nenek yang ikut bersama ibu ke rumah ku.

__ADS_1


"Alhamdulillah Ndok,nenek sehat seperti yang kamu lihat sekarang"!Jawab nenek.


Akhirnya kami ngobrol bersama dengan di selingi canda tawa,aku kemudian menyiapkan makan siang untuk ibu dan nenek ku.


Dengan menu sederhana kami menikmati nya,ibu dan nenek makan dengan sangat lahap.


Tak lama setelah makan siang selesai,ibu dan nenek berpamitan pulang karena hari sudah hampir sore.


Aku mengantarkan ibu ku sampai di depan pintu,karena rumah ku berada di tepi jalan besar yang tak pernah sepi dari kendaraan yang berlalu lalang.


Setelah kepulangan ibu dan nenek dari rumah ku, aku kembali membereskan piring kotor dan mencuci nya .Si kecil masih tertidur pulas di kamar setelah bermain dengan nenek nya tadi.


Selesai aku membereskan semuanya ,aku mencoba merebahkan badan di samping putri ku untuk beristirahat sejenak.


Tanpa sadar hari sudah menjelang sore,tak lama lagi mas Rizal pulang dari tempat nya bekerja.Aku segera memandikan putri ku yang sudah terbangun sejak tadi,setelah putri ku selesai mandi dan juga selesai ku beri makan aku pun segera mandi .


Perasaan ku mulai tidak enak,"Kenapa mas Rizal jam segini belum pulang ya"?Tanya ku dalam hati.


"Ah,mungkin ada pekerjaan tambahan dari bos nya "! Pikir ku sambil menggendong si kecil Dita yang dari tadi sedikit rewel.


Malam pun beranjak semakin larut dan tanda-tanda kepulangan dari mas Rizal pun belum ada.Aku semakin takut dan cemas,ku coba menghubungi hp nya tapi tidak aktif.Perasaan ku semakin kalut ,ada apa sebenar nya dengan suami ku itu .


Hingga pukul 12:00 malam mas Rizal baru pulang ke rumah,ku lihat dia sedikit berbeda dari biasa nya.


Dan aku pun memberanikan diri bertanya pada nya"Mas,kok baru pulang jam segini emg kemana aja "?Tanya ku pada mas Rizal.

__ADS_1


"Maaf dek,tadi mas ada keperluan sedikit jadi pulang telat"!Jawab nya kemudian.


Aku pun mencoba percaya dengan penjelasannya pada ku,meskipun dalam hati ku sedikit ada rasa curiga.


Sejak saat itu sikap mas Rizal sudah sedikit berubah padaku,aku pun mengira itu karena dia kecapekan kerja.Dan aku enggan membahas nya kembali tentang masalah itu,ku coba berfikir positif saja tentang suami ku.


Mudah-mudahan dia masih sama seperti suami ku sebelum mantan kekasih nya hadir kembali di kehidupan kami.


Pagi hari aku terbangun setelah mendengar suara putri ku menangis,dan ku lihat jam sudah menunjukan pukul 06:30.Aku menyiapkan sarapan untuk mas Rizal dengan tergesa-gesa karena takut kesiangan,dan takut suami ku tidak sempat sarapan.


Akhir nya aku cuma menyediakan sarapan nasi goreng dan telur dadar buat mas Rizal,ku lihat dia pun makan seperti biasa.


Setelah selesai sarapan dan membereskan semua bekas piring dan juga gelas kotor .Aku pun mendekati suami ku yang bersiap akan berangkat bekerja.


Ketika suami ku akan berangkat ,dia pun berpamitan seperti biasa pada ku.Aku pun kemudian bersiap untuk membawa putri ku ke puskesmas terdekat,karena badan nya sedikit panas .


Aku takut jika putri ku sampai sakit parah,dan Alhamdulillah ternyata putri kecil ku hanya demam biasa.


Tak ku sangka bahwa wanita tersebut ternyata mantan kekasih dari mas Rizal,tentunya aku tak menaruh rasa curiga pada suami ku.Mas Rizal yang selama ini tak pernah membahas masalah pertemuan dengan mantan kekasih nya,hanya terlihat sedikit berubah.


Perubahan dari mas Rizal memang tak terlalu ketara ,tapi aku yang sangat paham dengan semua sifat dan tingkah dari mas Rizal.


Awan putih berarak di langit yang terlihat cerah,cuaca yang sedikit panas pun tak menyurutkan sepasang kaki mungil dari anak-anak yang tengah asyik bermain.


Aku memandangi mereka dengan tatapan iba,sebab kulihat mereka sangat kelelahan dan peluh pun membanjiri tubuh kecilnya.

__ADS_1


Tak terbayangkan rasa nya jika aku menjadi mereka,aku bertanya-tanya dalam hati.Di mana kah gerangan orang tuanya?,mengapa masih sekecil itu harus mencari nafkah dengan berjualan koran di pinggir jalan.


Disaat anak-anak seusia mereka masih senang-senang nya bermain,tapi mereka harus menjadi tulang punggung keluarga.Tentunya mereka kini tak lagi merasakan indah nya bangku sekolah,di mana teman-teman sebaya nya mengenyam pendidikan yang baik.


__ADS_2